Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 63


__ADS_3

Hari ini adalah tasyakuran kami memasuki rumah sekaligus kios laundri ku.


keluarga Santi, Satrio, Juan Lee, mas Yusuf, Hafizh serta mami dan papi sengaja kami undang untuk ikut serta dalam kebahagiaan kami dengan mengundang para tetangga dekat kami.


rumah ini berlantai dua dengan tipe minimalis, terdapat 4 kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya masing yang terletak di lantai atas.


sengaja kamar untuk istirahat kami tempatkan di lantai atas agar yang beristirahat di sana tidak merasa bising dan tenang.


Sedangkan di bawah kami buat los tanpa sekat hanya yang terpisahkan dapur saja karena memang untuk kami beraktifitas, makan dan juga menerima tamu.


dengan taman belakang yang kami sulap denga banyak tanaman dan pohon - pohon dengan bangku taman di sana.


Sangat bahagia sekali kami semuanya hari ini, bersuka cita bersama.


" Selamat ya Sekar, rumah kalian bagus sekali lho " puji ibunya Santi kepadaku.


" Terimakasih Bu " sahutku


" Bagaimna nduk, apa kamu sudah hamil cucu ibu ??? " tanyanya kemudian dengan mengajakku duduk di dalam dapur.


" Belum Bu, mungkin kami masih di beri kesempatan untuk berpacaran dulu " sahutku kemudian.

__ADS_1


" Tidak apa nduk, semoga kamu segera mendapat momongan ya nduk, biar suamimu makin sayang dan cinta dan rumah tangga kalian serasa lengkap dengan hadirnya anak " Do'a ibunya Sekar padaku dengan mengelus elus perutku.


" Iya nih, mami juga sudah pengen menimang cucu, papimu juga tuh, setiap hari inginnya telefon kamu sudah jadi belum cucunya ??? " Tiba - tiba saja mami masuk ke dapur dan ikut mengelus ngelus perutku dengan menDo'akan agar aku segera hamil


" Sabar ya Uti - Uti cantik. . . masih dalam proses ini cucunya. Terimakasih atas semua Do'a tebaiknya " jawabku dengan memeluk mereka berdua.


Ya aku sudah menganggap mereka berdua sebagai ibu kandungku, sebab merekalah semuanya yang mensuport ku saat ini dan memberikan limpahkah kasih sayang pada kami.


Tiba tiba saja kami mendengan suara orang - orang menjerit histeris di luar rumah, kami pun berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Astaga . . .


Aku menjerit sekeras - kerasnya menyaksikan suamiku tercinta terkulai lemas tak sadarkan diri.


Mas Yusuf mencoba untuk membuka pintu mobil tersebut untuk mengeluarkan pengemudinya dan kemudian memundurkan mobil tersebut.


" Mas . . . mas . . . bangun mas " teriakku memanggil - manggil Edward untuk segera sadar, juan dan hafiz menahan ku untuk memeluk mas Edward.


agar dia bisa segera di bawa kerumah sakit.


Ahirnya aku pun tak sanggup lagi, melihat itu semuanya. aku pingsan saat mereka membawa mas Edward ke rumah sakit dengan mobil seadanya.

__ADS_1


Malam ini aku baru tersadar dari pingsanku.


" Bagaimna dengan mas Edward sekarang ??? " tanyaku pada ibu dan mami yang ternyata menungguiku saat aku pingsan.


Kemudian Santi dan Arum ikut masuk dalam kamarku, saat tahu aku sudah mulai tersadar.


" d


Dia masih di rumah sakit nduk, kamu tenang saja ya di sini bersama kami. " sahut ibu menghiburku.


" Aku ingin ke sana Bu, aku ingin lihat keadaannya." sahutku dengan suara masih lemah.


" Sekar, kamu di sini saja. di sana sudah ada papi mu, Juan dan yang lainnya kok " sahut mami ikut menghiburku.


Aku tidak bisa tenang sebelum melihat kondisi suamiku secara langsung.


mereka masih menahanku di rumah sampai beberapa hari ini.


" Mami, aku ingin sekali melihat mas Edward di rumah sakit. aku kangen sama dia mam, tolong izinkan aku melihatnya ya ??? " pintaku sambil merengek pada mereka


" Kamu masih lemah Sekar, beberapa hari lagi kamu boleh mengunjunginya kok " sahut ibu masih menghiburku.

__ADS_1


__ADS_2