
" bukan aku yang menghamilinya Pap" terdengar seperti petir yang menggelegar di telingaku ucapan Edward barusan.
sungguh . . . rasanya melayang tubuh ini mendengar pernyataannya di saat pak Lee, ibu Lee & ibuku ikut berkumpul di ruang keluarga membahas kehamilanku, aku hanya tertunduk lesu sambil air mataku tak henti hentinya mengalir deras di pipiku.
" dulu ada beberap teman
temanku datang ke sini waktu papi, mami dan Juan pergi ke Korea dan ibu Gunawan dan anak lelakinya ke Surabaya, Sekar ikut ngobrol bersama kami dan dia mencoba merayu - rayu salah satu temanku, setelah itu aku tidak tahu lagi kejadiannya " sahut Edward meyakinkan semua yang ada di situ, sejenak aku kaget dan terhenyak, tidak menyangka dia akan memutar balikkan fakta selama ini, dia ingin lepas tanggung jawab atas semua perbuatannya.
aku hanya bisa terduduk lemas mendengar kata - katanya
" Sekar, kamu jawab ya siap sebenarnya yang membuatmu hamil seperti ini " ucap Pak Lee sambil berjalan dan duduk di sebelahku, suaranya terdengar lembut sambil membelai pundak ku.
aku hanya bisa terdiam seribu bahasa, ku pandangi Edward Lee dengan tatapan mataku yang tajam, Edward tersemun sendiri seakan penuh kemenangan.
entah apa arti dari senyuman itu, kulihat ibuku mulai terisak, menahan tangisnya di sana.
Ibu Lee terlihat mencibirkan bibirnya saat aku sedikit mencuri pandang padanya.
saat ini kalau aku mengaku bahwa Edward lah ayah dari anak dalam kandunganku ini, apakah mereka akan mempercayainya, akankah mereka memaksa Edward Lee menikahimu sebagai tanda pertanggung jawabannya atas semuanya ini.
__ADS_1
aku benar - benar bingung saat ini.
" Maaf ya Sekar, keluarga kami ini sangat terpandang. Jadi kamu mengaku saja siapa salah satu teman Edward yang menghamilimu, biar dia tanggung jawab menikahimu nanti, kalau kamu tidak bilang, siapa nanti yang akan menikahimu???
Masak kamu melahirkan tanpa suami??? Tidak kah kamu malu ??? " Ibu Lee mulai memojokkan aku
untuk kesekian kalinya aku hanya diam seribu bahasa.
" kami akan pergi dari rumah ini, saat ini juga bapak dan Ibu Lee, memang ini semua salah Anak saya.
tidak bisa membawa diri dengan baik dan hati - hati.
" Tunggu . . . tunggu ibu Gunawan, saya bantu menyelesaikan masalah ini, kita cari sama - sama laki - laki yang berbuat ini pada Sekar " ucap pak Lee menengahi nya
ibuku tidak memperdulikan ucapan Pak Lee, ibu menarik tanganku untuk mengajak ku dan adikku berkemas segera pergi meninggalkan rumah ini.
" kemasi barang - barang mu nduk " ucap ibu lirih hampir tidak terdengar, " ingat jangan mengambil apa yang bukan hak mu " lanjutnya sambil mengingatkanku
"iya Bu " jawabku dengan suara yang tak kalah lirihnya
__ADS_1
setelah selesai berkemas kami berpamitan dengan keluarga Lee, Pak Lee masih saja menahan kepergian kami, tapi tekat ibu sudah bulat.
malam itu juga dengan membawa perbekalan yang kami punya dulu saat datang ke rumah ini, kami pergi.
entah kemana tujuan kami nanti, yang pasti kami harus segera jauh dari rumah ini.
kulihat kebelakang, kukenang untuk terakhir kalinya rumah mewah ini tanpa sengaja aku lihat sesosok Edward tersenyum bahagia melihat kepergian ku.
Jahat kamu Edward Lee
jeritku dalam hati
kami terpaksa menginap di sebuah emperan toko yang sangat besar.
tertulis nama toko tersebut " TOKO MAKMUR "
" nduk, kita istirahat di toko ini dulu ya malam ini " perintah ibuku sambil mencari sandaran dan tempat duduk.
Kulihat wajah yang letih sekali di raut wajah ibuku yang semakin menua, sesekali ibu memijat mijat dadanya
__ADS_1
" kenapa Bu, dada ibu sakit ya??? maafkan aku ya Bu, aku sudah menyusahkan Ibu dan adik " ucapku merasa bersalah dengan memeluk adikku yang kelihatan sudah mengantuk, dia dari tadi hanya terdiam saja, tanpa bertanya sekalimat pun saat ibu mengajaknya pergi meninggalkan rumah Pak Lee tadi.