Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Menetapkan Hati


__ADS_3

Sejak percakapannya dengan ayahnya selepas dia pergi ke rumah Haji Abdullah, Adi mulai menjalankan sholat istikharah untuk memperoleh ketetapan hati. Tidak hanya itu saja dia juga rajin mencari informasi dari Haji Rojak tentang gadis yang akan dijodohkan dengan dirinya itu. Dan yang terakhir dia mendapatkan foto gadis itu dari Haji Rojak.


Seperti biasanya selepas sholat isya berjamaah di masjid, Adi dan Karno serta teman - temannya mampir ke warung kopi untuk sekedar mengobrol. Adi dan Karno memilih duduk dipojokan warung agar bisa ngobrol dengan bebas .


" Bagaimana Di.. apa keputusanmu tentang perjodohan itu ?"


" Entahlah aku masih bimbang saat ini "


" Jangan terlalu lama kamu dalam mengambil keputusan itu, takutnya nanti ada yang menikung kamu di belokan kalau kamu terlalu lama berpikir ha....ha .ha ." ucap Karno sambil cekikikan."


" Kalau ada yang nikung berarti aku tidak berjodoh dengan dirinya, gitu aja kok repot"


Ucap Adi sambil menyesap kopinya.

__ADS_1


" Wah..para kamu...bener nih nggak nyesel kalau keduluan sama orang lain , awas saja kalau sampai nangis kejer nggak bakal gue beliin permen kamu nanti "


"Apaan sih Lo nggak sampai segitunya juga kali. " ucap Adi dengan senyum tertahan mendengar perkataan temannya itu.


" Apa lagi sih yang masih membuat kamu bimbang dengan perjodohan ini Di..? Restu dari ayah Lo , sudah pasti Lo dapatkan secara dia yang nawarin perjodohan ini. Restu dari pihak calon istri Lo apalagi, malah mereka yang ingin punya mantu kayak Lo . Terus bukannya kamu juga sudah mendapatkan info secara terperinci dari Haji Rojak tentang seluk beluk keluarga mereka, malah dikasih fotonya si do'i pula kurang apa lagi coba ?"


" Lo nggak lihat kekurangan gue apa?"


" Tapikan kemarin Haji Abdullah kan sudah bilang kalau beliau tidak akan mempersoalkan keadaan ekonomi keluarga kamu Di..?


"Ha..ha..ha.. Yaelah ..ternyata Lo punya rasa minder juga ya.. padahal selama ini gue kira Lo itu over PD jadi orang alias nggak punya malu ha ..ha ..ha.."


" Gue tampol juga tu mulut seenak jidat Lo aja bilang gue nggak punya malu"

__ADS_1


" Ha..ha..ha.. Iya.. iya. Sorry .."


Adi memutar bola matanya jengah mendengar olokan Karno.


" Eh ..Di.. Kalau menurut gue sih terima aja perjodohan itu, Lo lihat sendiri kan fotonya bening bener man . ..mantan Lo aja lewat nggak ada seujung kukunya . Terus untuk masalah tu cewek terpaksa atau tidak itu kan bukan urusan Lo tapi urusan orang tuanya."


" Ya nggak bisa gitu dong, bagaimana kami menjalani biduk pernikahan ini jika kami tidak saling mencintai. Apalagi lagi pernikahan itu merupakan ibadah terpanjang dalam hidup kita . Terus terang gue nggak mau main - main dengan yang namanya pernikahan, gue nggak mau terjadi perceraian karena harapan gue bisa menikah sekali seumur hidup gue.?"


" He..Di.. Kamu pernah dengar nggak peribahasa Jawa 'tresno iku jalaran Soko kulino' yang artinya cinta itu datang karena terbiasa. Jadi kamu itu jangan terlalu memikirkan yang buruk - buruk dulu, jalani saja insyaallah dengan berjalannya waktu rasa cinta itu akan muncul dengan sendirinya."


" Weiss.. Nggak nyangka gue Lo bisa ngomong sedalem itu ha..ha..ha..."


" Ya iyalah...Karno gitu loh.. baru tau Lo "

__ADS_1


Merekapun tertawa bersama - sama.


Pikiran Adi mulai memikirkan bahwa ucapan Karno memang ada betul nya juga, sehingga dia memantapkan hatinya untuk menerima perjodohan ini.


__ADS_2