Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Tolak Saja


__ADS_3

Setelah mendapatkan penjelasan dari ayah tentang identitas dari tamu yang di bawa ayah tadi . Dan yang pastinya keputusan ayah untuk menjodohkan lelaki pilihannya dengan putri bungsunya Zahra tidak bisa diganggu gugat oleh keluarganya . Akhirnya satu persatu mereka mulai membubarkan diri dari ruang keluarga itu. Yang di awali dengan Mas Syarif dan istrinya mbak Lia serta kedua anaknya Zidan dan Zaskia yang berpamitan untuk pulang .


"Yah..Bu.. Syarif pulang dulu ya ,anak - anak dari tadi minta pulang, insyaallah Minggu depan Syarif main kesini lagi sama anak - anak."


" Ya.. Hati - hati di jalan ".


" Iya yah.. Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Setelah kepergian mas Syarif ayah masuk ke dalam kamarnya yang di ikuti oleh ibu untuk beristirahat. Sedangkan mbak Fara yang masih belum terima jika adik kesayangannya itu di jodohkan dengan lelaki pilihan ayahnya yang menurutnya enggak banget penampilannya itu nampak gusar . Berkali - kali dia mondar mandir di ruang keluarga, lalu akhirnya dilangkahkannya kakinya kearah tangga menuju ke kamar Zahra dilantai atas. Ketika sampai di depan pintu kamar Zahra mbak Fara nampak ragu , namun di ketuknya juga pintu kamar Zahra itu.


Tok


Tok


Tok


" Zahra .. Buka pintunya Ra.. Mbak mau bicara dengan kamu sebentar."


Tak lama kemudian terdengar suara kunci pintu di putar dan di susul suara kenop pintu yang di tarik sehingga pintu itu terbuka sehingga menampakkan wajah Zahra yang sembab seperti habis menangis.


" Ada apa mbak.. Ma'af Zahra tadi ketiduran jadi nggak bisa nemenin ngobrol ".


Ucap Zahra yang tidak enak hati karena ketika keluarganya berkumpul dia malah berdiam diri di dalam kamarnya.


" Iya enggak apa-apa kok Ra ..ehm mbak mau ngomong sebentar boleh?"


" Masuk aja mbak"


Zahra membuka pintu kamarnya lebih lebar agar mbak Fara bisa masuk ke dalam kamarnya dan kemudian di tutupnya pintu kamarnya itu. Zahra berjalan menuju ke tempat tidurnya dan duduk di tepi ranjangnya itu di sebelah mbak Fara yang telah lebih dulu duduk di sana.


" Ehm.... Ra kamu baik baik saja kan?"


" Iya mbak aku baik-baik saja "


" Kamu habis nangis ya.."


" Eng .. Enggak kok ..enggak kok mbak"


Zahra nampak tergagap gelagapan dan secara refleks tangannya di usapkan ke arah pipi dan sudut matanya khawatir masih ada sisa air mata yang tertinggal di pipi dan sudut matanya.


Melihat keadaan yang di alami oleh adik kesayangannya itu sekilas ingatannya terlempar ke masa lalu ketika dia juga mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh adik kesayangannya itu. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya.


" Mbak tahu apa yang kamu rasakan Ra, karena mbak juga pernah mengalaminya".


Ditariknya Zahra ke dalam pelukannya dan akhirnya tangisan Zahra yang sempat terhenti karena kedatangan mbak Fara kembali pecah di bahu mbak Fara. Mbak Fara mengusap punggung Zahra dengan lembut berharap bisa menghilangkan kesedihan di hati adik kesayangannya itu. Setelah lama dia membiarkan Zahra meluapkan kesedihannya lalu mbak Fara menarik tubuh Zahra . Di arahkannya jemari tangannya kearah pipi Zahra dan di hapusnya air mata yang masih mengalir di pipi Zahra.

__ADS_1


" Sudah ..sudah .. Jangan nangis terus nanti cantiknya hilang .


Zahra berusaha menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya . Mbak Fara juga melakukan hal yang sama yang di lakukan oleh Zahra. Mereka saling memandang dan tersenyum.


"Ah .. Gini kan jadi kelihatan lebih cantik.".


Ucap mbak Fara sambil tersenyum mengelus pipi Zahra.


" Oh ya Ra menurutmu bagaimana dengan, ehm.. Tamu yang datang dengan ayah tadi "


" Nggak tau mbak , wong aku tadi tidak ngelihat mukanya . Masak aku pantengin mukanya sih mbak , nggak sopan banget kesannya ".


" Weiss.. Yang pingin memberi kesan baik di depan calon suami .. Sip sip. Bagus ha ha.".


Kelakar mbak Fara dengan mengacungkan kedua jempolnya.


" Ih apaan sih mbak Fara nggak lucu tau"


Rutuk Zahra dengan muka yang cemberut memalingkan tubuhnya memunggungi mbak Fara.


" Utuk - Utuk yang lagi ngambek..udah besar juga masih ambekan ih.. malu sama ponakan tuh."


" Biarin aja weh".


jawab Zahra sambil menjulurkan lidahnya ke arah mbak Fara . Mbak Fara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Asli ini ma ..fix .. Asli si Naya itu sudah terkena pengaruh mu ."


" Itu kelakuan keponakan mu itu sama persis kayak kelakuan mu . Pasti karena sering ngeliat kelakuanmu jadi di tiru sama dia ."


" Ih ..selalu dech.. Kalau yang buruk - buruk aja selalu dilimpahkan ke Zahra kalau yang bagus baru bilang ..anak siapa dulu dong.. Dasar emak - emak rempong."


Mbak Fara tertawa mendengar ucapan Zahra lalu menimpali ucapan Zahra.


" Eit jangan salah ucapan wanita itu selalu benar yach.."


"Idih.. Gue juga wanita kali mbak... Iya kalau ngomong sama mas Arif silahkan ngomong begitu ".


Mbak Fara kembali tertawa cekikikan. Zahra masih cemberut menanggapi ucapan mbak Fara . Hingga keheningan melingkupi mereka ketika mbak Fara menghentikan tawanya. Mbak Fara memperbaiki duduknya agar nyaman lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Zahra.


" Ra .. Mbak Fara pernah berada di posisi kamu saat ini .. jadi mbak pasti akan mendukung semua keputusan mu , mbak akan membantumu sebisa mbak ."


Zahra menolehkan kepalanya ke arah mbak Fara.


" Terimakasih mbak. .. Oh ya mbak , tadi mbak Fara sempat lihat nggak orangnya kayak gimana ?"


" Ehm .. Mending besok kalau ayah nyuruh kamu menikah dengan orang itu kamu tolak aja yach ..."

__ADS_1


Zahra mengernyitkan dahinya.


" Memangnya kenapa mbak?..jelek ya orangnya ?"


" Tampan itu relatif sich Ra ...Ehm... Gimana ya ..bilangnya ."


" Ya bilang aja mbak terus terang, apa adanya, jangan di tutup - tutupi biar aku bisa berfikir obyektif ."


Mbak Fara menepuk bahu Zahra.


" Is kamu ini orang mau ngomong dipotong aja . Dengerin dulu napa ."


" Iya..iya ma'af.. Sudah monggo lanjutkan ngomongnya."


" Males.. sudah nggak mood lagi ngomongnya."


" Tadi ngatain aku ngambekan kayak anak kecil ..la... Sekarang sendirinya juga ngambekan."


". Tau ah "


" Mbak.. mbak Fara.."


" Apa sich ah.."


" Lanjutin ceritanya.."


" Males"


" Mbak Fara..." seru Zahra sambil menggoyang - goyang tubuh mbak Fara.


" Ih kamu ini kalau ada maunya selalu begitu... Awas .. Awas. Minggir".seru mbak Fara sambil memperbaiki duduknya.


" Aku bukannya body shaming ya.. Katanya tadi di suruh ngomong apa adanya ?"


" Iya ...ya sudah mbak Fara ngomong saja apa adanya."


" Ih bawel banget sich kamu.. Jadi nggak mood lagi kan ngomongnya "


" Astaghfirullah mbak ..."


Iya .. Iya.. Orangnya.. kalau menurutku sich.. Hitam manis sih, cuman.. Agak gemuk gitu orangnya ".


" Ih...nggak mau ah kalau gitu"


" Ya sudah , nanti kamu tolak saja kalau ayah ngomong masalah ini"


"Tapi aku takut mbak sama ayah , nanti marah - marah lagi"

__ADS_1


" Ya udah, nanti mbak coba ngomong sama ayah"


"Terimakasih ya mbak". Mbak Fara hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Zahra.


__ADS_2