Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Sempurna di mata mu


__ADS_3

Setelah Zahra pergi ke rumah Mbak Fara untuk curhat dan dilanjutkan dengan acara jalan - jalan ke mall, membuat hati Zahra jauh lebih baik dari sebelumnya. Zahra memang masih merasa tidak senang dengan rencana pernikahannya yang dipercepat itu tapi dia sudah tidak terlalu memikirkannya lagi sekarang.


Zahra mulai memikirkan kembali perkataan mbak Fara bahwa alasannya menolak perjodohannya dengan Adi bukan karena dia masih ingin melanjutkan pendidikannya ataupun karena ingin menggapai cita-citanya. Melainkan karena dia tidak suka dengan orang yang dijodohkan dengannya.


Zahra berusaha menyelami pikirannya kembali. Dia mulai bertanya dalam hatinya apakah benar apa yang di katakan oleh mbak Fara bahwa alasannya menolak perjodohan itu karena dia tidak suka dengan orang yang dijodohkan dengannya. Dia ingin tahu apa yang membuatnya tidak suka dengan Adi.


Zahra lalu membuka album foto lamarannya dengan Adi dan dicarinya foto Adi yang ada didalam album foto itu. Dia memandang foto Adi dengan seksama dan mulai mencari - cari apa yang membuatnya tidak suka dengan sosok Adi.


Jika dilihat dari wajahnya, wajah Adi tidak ganteng tapi juga tidak jelek , dia terlihat manis dengan kulit sawo matangnya. Hidungnya mancung, matanya tidak sipit juga tidak besar. Bibirnya tidak tipis juga tidak tebal.

__ADS_1


Setelah puas menelusuri wajah Adi kini pandangan mata Zahra mulai turun ke arah badan Adi. Zahra terlihat menghembuskan nafasnya berat. Inilah yang membuat Zahra tidak suka dengan Adi.


Kini Zahra mulai menyadari bahwa ucapan mbak Fara memang benar. Dia memang tidak mau menerima perjodohan itu karena dia tidak suka dengan orang yang dijodohkan dengannya. Jika orang yang dijodohkan dengannya sekeren Lee min ho mungkin akan lain ceritanya. Dia pasti langsung menerima perjodohan itu dan meminta agar segera dinikahkan.


Zahra menepuk dahinya sendiri dan tersenyum sendiri begitu menyadari pikirannya yang terlalu halu dengan sosok Lee min ho.


Zahra kembali memandangi sosok Adi yang ada di dalam album foto . Dia kini mulai mengerti mengapa dia tidak mau dijodohkan dengan Adi. Itu karena dia takut akan diejek oleh teman - temannya. Dan selain itu dia juga gengsi jika harus memiliki suami yang gendut.


" Kenapa aku merasa seperti orang yang paling sempurna sendiri saja, hingga meremehkan orang lain." batin Zahra.

__ADS_1


Kini pandangan Zahra beralih ke arah cermin yang ada dimeja rias. Zahra lalu berjalan mendekati meja rias dan duduk di depan cermin meja rias. Dia mulai memandangi wajahnya yang terpampang di cermin.


Zahra mulai berfikir apa kira-kira yang di pikirkan oleh Adi tentangnya.


" Adi suka dengan ku apa tidak ya ..?....eh ...ya jelas suka lah masak enggak..., kalau nggak suka ngapain Adi minta dipercepat tanggal pernikahannya .." batin Zahra sambil bersungut-sungut di depan cermin.


" Eh.... bagaimana kalau ternyata yang ingin mempercepat tanggal pernikahan ternyata adalah orang tuanya. Sedangkan dia sebenarnya tidak suka dengan perjodohan ini karena sudah memiliki kekasih...ah... tidak,..." batin Zahra sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


Zahra menghembuskan nafasnya dengan berat lalu berjalan menuju tempat tidurnya. Direbahkannya tubuhnya yang lelah itu diatas kasurnya yang empuk. Zahra menatap langit - langit kamarnya dengan pandangan kosong.

__ADS_1


" Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jangan suka menghina orang lain, belum tentu kita terlihat sempurna di mata orang lain. Jika memang Adi adalah jodoh ku mau bagaimana lagi, terima dia apa adanya. " ucap Zahra kepada dirinya sendiri.


__ADS_2