
Tak terasa hari sudah beranjak sore. Ayah yang hendak pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah ashar terkaget - kaget karena ketika melewati ruang keluarga beliau melihat Zahra tertidur di sana. Ayah pun segera membangunkan Zahra .
" Ra ...bangun Ra...sudah sore ...ayo bangun... sholat ashar dulu Ra..." ucap ayah.
Zahra perlahan membuka matanya.
" Ayo cepat bangun.. katanya mau ikut membesuk ibunya mas Arya...ayah mau kemasjid dulu..." ucap ayah sambil bergegas menuju masjid.
Zahra meregangkan tubuhnya dan bersiap untuk bangun ketika ibu keluar dari kamarnya.
" Loh Ra....kamu kok tidur di sini sih....?" tanya ibu.
" Tadi Zahra nggak sengaja ketiduran Bu waktu lihat film." jawab Zahra.
" La... suamimu mana..?" tanya ibu lagi.
" Dia lagi tidur dikamar." jawab Zahra.
" Bagaimana sih... kamu itu Ra... masak kamu biarkan suami kamu itu tidur sendiri dikamar... sebagai seorang istri yang baik... kamu itu seharusnya mengikuti kemanapun suami kamu itu berada Ra .. bukannya malah asyik sendiri ... bagaimana mungkin hubungan kalian bisa semakin dekat jika kamu selalu menghindarinya. Ibu harap kamu bisa merubah sikapmu itu. Sudah sana mandi dan sholat katanya mau ikut menjenguk ibunya mas Arya. Jangan lupa bangunkan juga suamimu " sembur ibu .
__ADS_1
Zahra hanya pasrah mendengar semburan ibunya karena dia paham kalau dia salah. Setelah ibu berlalu dari hadapannya Zahra lalu berjalan menuju kamarnya. Ketika dia masuk kedalam kamarnya dia kaget karena melihat Adi sudah rapi.
" Loh mas mau kemana kok sudah rapi ... Zahra pikir tadi mas Adi masih tidur ..." ucap Zahra.
" Katanya mau menjenguk kerumah sakit.. dari pada ditunggu lebih baik menunggu ..." ucap Adi sambil melangkah keluar dari kamar Zahra.
Zahra merasa tertampar dengan ucapan Adi, karena memang selama ini dia selalu selesai paling akhir jika sedang ada janji dengan keluarganya sehingga membuat keluarganya selalu menunggunya. Zahra kemudian bergegas untuk mandi. Setelah mandi dia lalu mengerjakan sholat ashar.
Setelah selesai sholat , Zahra segera memoles wajahnya dengan makeup dan kemudian bergegas turun kelantai bawah. Seperti biasanya dia jadi orang yang selesai paling akhir. Ayah , ibu dan Adi sudah menunggunya di ruang keluarga.
" Itu Zahra yah ..ayo kita berangkat..." ucap ibu sambil berdiri dari duduknya.
Ayah dan adipun ikut berdiri, ayah menyerahkan kunci mobil kepada Adi.
" Iya yah.." ucap Adi sambil menerima kunci mobil.
" Oh ya ..yah..nanti jangan lupa mampir ke toko buah atau nggak ke toko kue dulu..buat buah tangan..." ucap ibu.
" Nggak usah..." ucap ayah.
__ADS_1
" Kok nggak usah sih .. masak kita jenguk orang sakit tidak bawa apa-apa.." sewot ibu.
" Mereka tidak butuh makanan Bu ..yang mereka butuhkan itu uang untuk tambahan biaya rumah sakit." ucap ayah.
" Loh memangnya ibunya Arya tidak ikut KIS yah ..?" tanya ibu.
" Ya..ikut Bu ..tapi kan untuk kebutuhan lainnya juga banyak Bu .." jawab ayah.
" Ya sudah kalau begitu terserah ayah saja ... tapi ayah sudah bawa amplopnya kan?" tanya ibu.
" Sudah..." jawab ayah.
" Ya sudah kalau begitu kita berangkat " ucap ibu
Mereka akhirnya berangkat dan hanya membutuhkan waktu 30 menit saja mereka sudah sampai di tempat tujuan. Adi menurunkan istri dan mertuanya didepan lobby rumah sakit lalu dia melajukan mobil yang dikendarainya menuju parkiran mobil.
" Sambil menunggu mas Adi datang apa tidak sebaiknya kita tanyakan dulu ruangan tempat ibu mas Arya dirawat pada resepsionis yah.." ujar Zahra.
" Nggak usah... ayah kemarin sudah tanya pada Arya.. katanya ibunya dirawat di ruang melati B1." jawab ayah.
__ADS_1
" Oh ..ya sudah kalau begitu." ucap Zahra.
Tidak lama kemudian adipun datang . Mereka kemudian berjalan menuju tempat ruangan ibu Arya dirawat.