
Setelah acara walimatul urusy yang diadakan di rumah Zahra selesai, Adi segera berkemas karena Karno sudah menjemputnya. Besok pagi adalah acara ngunduh mantu yang akan dilaksanakan dirumah Adi, sehingga Adi diminta ayahnya untuk pulang malam itu juga.
" Yah , Bu Adi pamit pulang dulu." ucap Adi sambil bersalaman dengan ayah dan ibu Zahra.
" Iya ..hati - hati dijalan ...ayah dan ibu titip salam buat ayah dan ibumu ya Di .." ucap ibu
" Insyaallah Bu.." ucap Adi.
Adi lalu berjalan mendekati Zahra. Mereka tampak salah tingkah. Zahra akhirnya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Adi. Adi membalas uluran tangan Zahra, lalu Zahra mencium punggung tangan Adi dengan takzim.
" Aku pulang dulu ya Ra ..." pamit Adi.
" Iya hati-hati dijalan.." ucap Zahra sambil mengantar kepergian Adi hingga teras rumah.
Dihalaman rumah Karno sudah menunggu Adi diatas sepeda motor. Adi segera naik motor dibelakang Karno.
" Sudah...nih.... langsung pulang...nggak cipika cipiki dulu nih ..nanti kangen lagi..." ucap Karno dengan alisnya yang dinaik turunkan.
" Apaan sih kamu...sudah ayo berangkat " ucap Adi sambil menepuk pundak Karno .
" Ah ..nggak seru kamu...aku bela - belain jemput kamu malam - malam gini biar bisa lihat pertunjukan live kamu dan Zahra lagi ciuman malah dapet zonk..." ucap Karno sambil mencibir.
Akhirnya Karno menstarter motornya dan berjalan menjauh dari rumah Zahra. Zahra masuk kedalam rumah setelah Adi sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.
" Kalau kulihat dari gelagat kalian, sepertinya kalian belum un boxing...iyakan .. ngaku aja deh Lo,." selidik Karno.
__ADS_1
" Ya .. kenapa memangnya....kepo banget kamu sama urusan pribadi gue.." ucap Adi
" Eits...gitu aja marah Lo ..kayak anak perawan lagi pms aja sih Lo ... gue itu cuman ingin memberi nasihat saja sebagai teman Lo .. tapi kalau tidak mau ya sudah.." ucap Karno .
" Memangnya kamu mau ngasih nasehat apa wong nikah aja belum..." sindir Adi.
" Memang gue belum menikah tapi pengalaman gue lebih banyak dari pada elo.." ucap Karno pongah.
" Wah gue kasih tau bokap Lo ya...kalau Lo suka jajan di luar..." ancam Adi
" Ya kasih tau aja sana..wong bokap gue juga sudah tau kok kalau gue suka jajan di luar." ucap Karno dengan enteng.
" Wah ..gila Lo ya .. emangnya bonyok Lo nggak marah waktu tahu kamu suka jajan diluar .." tanya Adi penasaran.
" Astaghfirullah hal adzim... pertanda dunia sudah mau kiamat ini.." ucap Adi sambil menggelengkan kepalanya.
" Apa hubungannya coba orang jajan sama kiamat" ucap Karno.
" La ..coba kamu pikir saja sendiri..sudah tau anaknya berbuat dosa... bonyok Lo bukannya memarahi kamu mala ikut melakukan dosa... Ini sudah pasti pertanda akhir jaman..." ucap Adi geregetan.
" Berbuat dosa apa ?..orang jajan seblak kok dosa sih...wong kita bayar kalau beli nggak ngerampok..." ucap Karno bingung.
" Astaghfirullah hal adzim Karno ..dari tadi gue ngomong apa.. Lo jawab apa ..kalau gue nggak ingat Lo teman baik gue sudah gue tendang Lo dari tadi..." ucap Adi geram.
" La memangnya kamu tadi bahas apa sih...kan bahas jajan di luar ..." ucap Karno.
__ADS_1
" Au... Ah...gelap .." ucap Adi.
" Loh .. Kok mala ngambek..." ucap Karno.
Akhirnya mereka terdiam karena Adi jengkel dengan Karno . Sedangkan Karno tidak tau apa kesalahannya hingga Adi mendiamkannya.
" Memangnya tadi kamu mau nasehatin aku apa .." tanya Adi pada akhirnya karena dia penasaran dengan ucapan Karno.
" No...." ucap Adi sambil menepuk pundaknya.
" Hem.." jawab Karno.
" Iya maaf... Habis kamu sih bikin orang jengkel saja .."ujar Adi.
" Memangnya aku ngapain kamu sih di...?" tanya Karno.
" Udah... nggak usah di bahas lagi... sekarang sebagai teman baik gue, Lo harus nasehatin gue biar pernikahan gue langgeng."ucap Adi .
" Memang gue belum menikah.. jadi gue belum pernah mempraktekkan sendiri nasehat dari pak RT ini.. . Nasehat ini diberikan pak RT kepada mas Bayu yang kebetulan menikah karena dijodohkan..kayak kamu gini..." ucap Karno.
" Terus .." ucap Adi.
" Waktu acara resepsi pernikahan mas Bayu dicuekin sama istrinya sehingga pak RT menyuruh mas Bayu untuk segera meng un boxing istrinya itu agar istrinya itu jadi nurut sama dia. Dan beneran loh...setelah mas Bayu meng un boxing istrinya... akhirnya istrinya itu jadi nempel terus sama mas Bayu." jawab Karno.
Mendengar ucapan Karno, Adi mulai merencanakan upaya untuk menaklukkan Zahra. Zahra tunggu tanggal mainnya.
__ADS_1