
Hari ini Zahra dan keluarganya berencana untuk pergi ke mall. Agar mereka bisa berangkat ke mall bersama - sama akhirnya kedua orang kakak Zahra beserta keluarga mereka datang ke rumah ayah pada pagi hari.
Melihat anak cucunya yang sudah datang ibu yang semula berencana untuk tidak memasak akhirnya memutuskan untuk memasak. Ibu segera mengajak mbak Fara untuk menemaninya pergi ke pasar.
Sepulangnya ibu dari pasar beliau lalu mengajak mbak Lia, mbak Fara dan Zahra untuk membantunya memasak di dapur. Sepertinya ibu memilih memasak karena aji mumpung melihat banyak orang yang akan membantunya memasak. Selain itu dia bisa menghemat pengeluarannya.
Karena dimasak bersama - sama maka masak banyak pun tidak terasa . Mereka memasak sambil membahas pernikahan Zahra yang tinggal menghitung hari.
" Bagaimana Bu ...jadi diadakan di mana acara pernikahan Zahra ?" tanya Mbak Fara.
" Ayah keke minta diadakan di rumah saja karena selain tidak bingung cari tempat juga lebih terasa kekeluargaannya. " jawab ibu dengan wajah kesal.
" Ya tidak apa-apa sih Bu...wong halaman rumah kita juga lumayan luas jadi tidak masalah jika diadakan di rumah. Nanti tinggal sewa tenda yang bagus pasti tidak kalah sama di gedung ." ucap mbak Fara berusaha menghibur hati ibunya.
__ADS_1
" Ya mana ibu tahu Far..tendanya bagus apa tidak ..wong tendanya disumbang sama om kamu ." ucap ibu sinis.
Mbak Fara hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar ucapan ibunya. Ya..mana mungkin kita bisa memilih kalau itu adalah sumbangan dari seseorang. Kalau seperti itu kita hanya bisa berdoa semoga saja apa yang diberikan seseorang itu sesuai dengan keinginan kita.
" Nggak masalah Bu pernikahannya nanti diadakan di mana yang paling penting adalah doa dari para tamu undangan yang hadir di acara pernikahan Zahra nanti." ucap mbak Lia berusaha mencairkan suasana. Tapi berakhir dengan mendapatkan tatapan tajam dari ibu mertuanya.
" Bukan masalah bagaimana Lia ..ya masalah lah kalau tempatnya tidak nyaman yang ada kita nanti jadi bahan gunjingan orang. Orang - orang juga pasti pada ngomongin kita kok beda- bedain anak ya .. Dulu Fara dan Syarif pernikahannya diadakan di gedung.. lah.. Si Zahra pernikahan hanya diadakan di rumah saja." ucap ibu kesal.
" Ngomong gitu lagi langsung ibu nikahin kamu hari ini juga tanpa pesta - pestaan . Katanya kamu nggak mau ribet .." kata ibu.
" Ye ...kalau gitu sih ogah...lah .. Mesti megah..mewah...kalau cuman nikahan doang Zahra malah bakalan kabur nanti." ucap Zahra enteng.
" Siapa yang mau kabur?" tanya ayah yang kebetulan melintas di depan dapur.
__ADS_1
" Ini yah... Zahra mau kabur katanya kalau pesta pernikahan tidak mewah." adu mbak Fara.
" Lah iyalah yah... masak pesta pernikahannya mbak Fara sama mas Syarif diadakan di gedung tapi aku malah diadakan dirumah .. kelihatan banget kalau ayah pilih kasih sama anaknya." ucap Zahra membela diri.
" Pilih kasih... Pilih kasih..siapa yang pilih kasih itu...ayah mengadakan dirumah itu karena sekalian ajang silaturahmi keluarga jadi kesannya lebih akrab gitu kalau diadakan di rumah. Selain itu tenang saja , nanti rumah ini akan dihias seperti di gedung jadi kamu jangan khawatir dekorasinya tidak kalah mewah dengan yang ada di gedung." ucap ayah menjelaskan.
" Beneran yah....?" tanya ibu dengan mata berbinar.
" Ya benar lah mana pernah ayah berbohong itu." kata ayah dengan angkuh sambil berjalan menuju ke depan.
" Tuh dengar sendiri kan.. apa kata ayah tadi jadi nggak usah kabur - kaburan lagi karena pernikahan mu pasti terjadi." ucap ibu.
Tidak lama kemudian mereka sudah selesai memasak. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengobrol di ruang keluarga sambil menunggu adzan dhuhur. Setelah terdengar adzan dhuhur mereka sholat berjamaah. Setelah selesai sholat mereka memutuskan untuk tidur siang.
__ADS_1