Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Dasar Play Girl


__ADS_3

Selepas shalat tarawih mas Syarif dan keluarganya akhirnya berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Seluruh keluarga melepas kepergiannya hingga halaman rumah. Setelah mas Syarif dan keluarganya pergi mereka segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.


Saat yang lain pergi ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat, Zahra pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Seluruh lampu dilantai bawah sudah dimatikan. Zahra berjalan menuju ke kamarnya dengan cahaya temaram yang dibiaskan dari lampu teras yang memang sengaja dinyalakan.


Ketika Zahra sedang berjalan di tangga tiba - tiba Zahra mendengar suara langkah kaki seseorang yang mengikutinya dari belakang. Dengan perasaan takut Zahra menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat siapa orang yang mengikutinya itu.


" Astaghfirullah hal adzim... Mbak Fara.... ngagetin Zahra saja." ucap Zahra


" He ...he..he..takut ya Lo... dasar penakut Lo .." ucap mbak Fara sambil terkekeh.


"Aku ?.. takut..? Siapa juga yang takut ... jangan mengada-ada deh mbak.. aku tadi itu cuma kaget aja ..karena kayak ada yang mengikuti aku gitu." ujar Zahra.


" La..itu sama saja kamu takut..ngaku aja deh Ra..nggak usah ngeles .." ucap mbak Fara.


" Rese banget sih mbak... Lo itu..lagian mau kemana sih mbak ke atas.. kamar mbak Fara kan dibawah." tanya Zahra.


" Mbak mau ngomong sebentar sama kamu." ucap mbak Fara.


" Mau ngomong apaan sih mbak... besok kan bisa... Zahra ngantuk nih.." ucap Zahra sambil menguap.


" Kamu ini .. kebiasaan deh..kalau mau curhat aja orang dipaksa harus mau mendengarkan curhatan mu..tapi kalau mbak yang mau ngomong pasti ada aja alasan mu untuk menolak " ucap mbak Fara


" Ya udah ...ayo... masuk..." ucap Zahra sambil membuka pintu kamarnya.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar, Zahra menutup pintu kamarnya. Zahra duduk di atas ranjangnya disebelah mbak Fara yang telah duduk di sana lebih dulu.

__ADS_1


"Apa nanti Naya nggak bakalan nangis nyariin mbak ... kalau mbak Fara tinggal kesini...?" tanya Zahra.


" Tenang aja ..kan ada mas Arif... lagian dia juga sudah capek ,tinggal elus punggungnya bentar pasti langsung tidur dia." jawab mbak Fara.


" Emangnya mbak Fara mau ngomong apaan sih mbak..? Tanya Zahra lagi.


" Eh Ra.. beneran kamu tadi nggak janjian sama si Adi .. untuk ketemuan di mall ..?" tanya Mbak Fara.


" Masyaallah mbak Fara ... astaghfirullah hal adzim... nggak percayaan banget sama aku.. Kan tadi aku sudah jelaskan kalau aku itu nggak sengaja ketemu sama Ani adiknya Adi waktu main capit boneka. Terus nggak lama kemudian Adi datang dan bantu Zahra untuk mendapatkan boneka karena melihat Zahra yang sudah berkali-kali main tapi tidak dapat boneka juga."jelas Zahra.


" La terus... yang diparkiran mobil tadi...itu.. siapa?" tanya Mbak Fara lagi.


" Dia itu teman sekolah aku mbak...dan perlu mbak Fara tau ..kami juga nggak janjian untuk bertemu...kami tadi tak sengaja bertemu di parkiran mobil waktu Zahra menunggu kalian datang. Memangnya kalian tadi mampir ke mana dulu sih ..sampai kering Zahra nunggu kalian diparkiran." jawab Zahra sengit.


" Makanya.. jadi orang itu jangan ngambekan..


" Tega banget ...punya keluarga nggak peka banget sama perasaan aku..." ucap Zahra.


" Kita itu berbuat seperti itu... untuk melatih kamu.. agar kamu tidak mudah ngambekan ..


Kan sebentar lagi kamu mau nikah.. masak masih ngambekan.. kayak anak kecil aja" ujar mbak Fara.


" Lah..siapa juga yang maksa Adi untuk nikah sama Zahra ..kan nggak ada...Kalau dia mau nikah sama Zahra ..maka dia harus mau menerima Zahra apa adanya .." ucap Zahra lugas


" Ya nggak gitu juga Ra...kalau kita mau pernikahan kita bisa langgeng...kita harus bisa saling memahami pasangan kita masing - masing . Tidak hanya dia yang harus mengerti kita tapi kita juga harus mengerti apa yang dia inginkan. Begitu Ra.." jelas mbak Fara.

__ADS_1


" Oh...jadi itu rahasianya sehingga mbak Fara bisa punya pacar banyak..." ujar Zahra.


" Eh ...kata siapa mbak Fara punya pacar banyak.... jangan ngarang ya ...mbak itu termasuk pacar yang setia ya..." ucap mbak Fara.


" Iya...setia... setiap tikungan ada maksudnya alias play girl...ha ...ha..."


Ucap Zahra sambil tertawa.


" Hey.... jangan suka fitnah ya...yang ada juga malah kamu itu yang play girl.. bisa-bisanya tadi diparkiran jadi rebutan dua orang cowok hayo loh..." ucap mbak Fara sambil mencibir.


" Eh ...jangan ngarang ya mbak...siapa yang jadi rebutan itu..wong mereka nggak lagi ribut kok diparkiran tadi..." sewot Zahra.


" Memangnya kamu nggak ngerasa apa kalau tadi diparkiran itu suasananya panas banget.." ucap mbak Fara.


" Ya jelaslah panas wong nggak ada pepohonannya makanya panas." ucap Zahra.


" Ih ..ni anak .. lama-lama gue sambit juga Lo ya... maksud aku itu bukan hawanya yang panas tapi suasana hati dua orang cowok yang lagi ngerebutin kamu itu yang panas..." ucap mbak Fara


Belum sempat Zahra membalas ucapan mbak Fara tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


" Ra...mbak Fara ada didalam nggak ini Naya nangis terus nggak mau tidur."


Mbak Fara yang mendengar suara suaminya langsung bergegas membuka pintu kamar Zahra. Setelah pintu terbuka tampaklah mas Arif yang sedang menggendong Naya yang sedang terisak. Mbak Fara langsung mengambil Naya dari gendongan suaminya dan menggendongnya menuju kamarnya yang diikuti oleh mas Arif dibelakangnya. Zahra yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menutup pintu kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2