Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Menuju Lamaran


__ADS_3

Dihari Minggu ini seperti biasa keluarga Zahra berkumpul di rumah ayah. Jika biasanya mereka gunakan untuk jalan-jalan atau bercengkrama dengan anggota keluarganya, maka hari Minggu ini mereka gunakan untuk rapat keluarga.


Rapat keluarga ini mereka adakan untuk membahas acara lamaran Zahra dan Adi yang akan diadakan beberapa Minggu lagi. Mereka berembuk di ruang keluarga dengan suasana santai sambil menemani anak - anak bermain.


" Yah mending kita pesan aja makanannya biar ibu nggak terlalu capek waktu terima tamu . Nanti kita pesan aja di catering nya Bu Sofyan , sudah murah enak lagi masakannya." ucap ibu.


" Ya .. terserah ibu kalau masalah konsumsi, ayah ikut saja apa kata ibu." jawab ayah


" Ih jangan di catering nya Bu Sofyan Bu , murah dari mananya yang ada mahal mala . Kalau menurutku mending pesan ke catering yang dulu aku pesan untuk acara aqiqah nya Naya saja , beneran murah banget itu."ujar mbak Fara.


" Ah.. enggak ah.. memang benar murah tapi rasanya nggak karuan nggak..nggak..bisa jadi omongan orang kalau nggak enak , mending mahal dikit tapi enak ." ujar ibu membantah


" Aduh ribet banget sih , kalau kepingin enak dan murah ya masak sendiri aja kayak kemarin , gitu aja kok repot." ucap Zahra santai.


" Betul itu " jawab ayah sambil mengacungkan ibu jarinya.


" Enggak.. enggak .. bisa - bisa sebelum acara dimulai kita udah pingsan duluan karena kecapekan ." ucap ibu sengit.


" Memangnya berapa banyak sih Bu jumlah undangannya , nggak usah banyak - banyaklah cukup keluarga dekat aja , wong cuma lamaran aja bukan nikahan " tanya Zahra


" Kamu nggak lihat kemarin itu, padahal yang datang laki-laki saja tapi sebanyak itu bagaimana kalau yang datang beserta istri dan anaknya belum lagi saudara kita " jawab ibu.


" Oh iya ya Bu berarti kita harus sewa tenda kalau begini." sahut ayah


" Jangan berlebihan deh Bu mending kita telpon dulu Haji Kholil , kita tanyakan kepada beliau berapa banyak keluarganya yang akan di ajak kesini , begitu kan lebih enak ." kata mbak Fara.


" Ah kamu ini ya nggak enaklah ngomongnya, kesannya itu kalau kita tanya itu kita seperti membatasi mereka untuk membawa anggota keluarganya .La kita sebagai tuan rumah yang baik harus siap menerima berapapun jumlah tamunya dan juga siap menjamunya." ucap ibu

__ADS_1


" Terus kalau terlanjur pesan banyak tapi tamunya sedikit gimana hayo? Kan jadi mubazir makanannya."ucap Zahra.


" Kalau memang seperti itu sisanya bisa kita kirimkan ke panti asuhan sama minta dido'akan sekalian , semoga semuanya lancar sampai acara pernikahan diselenggarakan."


Jawab ibu dongkol karena sedari tadi seperti tidak mendapatkan dukungan dari anak-anaknya untuk memesan makanan di catering. Mbak Fara dan Zahra hanya bisa saling pandang saat melihat ibunya kesal.


" Ih kalian ini kebanyakan protes aja , nggak kasihan apa kalian lihat ibu kalian kecapekan karena masak banyak ." ucap ayah berusaha menenangkan hati ibu.


" Untuk catering nya biar Syarif aja Bu yang ngurus. Nanti Syarif pesankan di catering langganan Syarif. Kalau masalah rasa sih insyaallah enak." ujar mas Syarif.


" Mahal Syar ?.." tanya ibu


" Insyaallah nggak mahal Bu, soalnya yang punya teman Syarif jadi harga teman lah" jawab mas Syarif.


" Terus untuk tenda nya jadi nggak yah" tanya mas Arif .


" Gimana Syar ,menurut mu kita sewa tenda apa tidak?" tanya ayah pada mas Syarif.


" Bagaimana Bu menurut ibu ?" tanya bapak


" Ibu sih apa kata bapak aja , yang penting tamunya bisa tertampung semua " jawab ibu


" Ya sudah nanti partisinya kita taruh di depan ruang makan , jadi ruang tamu dan ruang keluarga bisa memuat tamu baru kalau tidak cukup kita taruh di teras." ucap ayah


" Iya lebih baik seperti itu yah , dari pada kita menyewa tenda nanti tetangga pada nanya kalau nggak di undang." ujar mbak Fara.


" Ya diundang lah Far, masak tetangganya nggak ada yang di undang sama sekali. Cukup tetangga kanan kiri saja sebagai perwakilan." ucap ibu

__ADS_1


" Terus untuk keluarga siapa saja yang di undang yah?" tanya mas Syarif


" Saudara ibu dan ayah sudah pasti, ditambah sama saudara kakek dan nenek yang masih hidup kita undang juga sebagai pengganti Kakek dan nenek yang sudah meninggal dunia." jawab ayah


" Lho bukannya saudaranya kakek sakit stroke ya, terus bagaimana mungkin bisa datang yah?" tanya ibu


" Pokoknya kita sudah punya itikad baik untuk mengundang mereka , masalah mereka datang atau tidak itu urusan mereka. Dan jika diwakili dengan anak mereka juga nggak masalah yang penting tali silaturahmi jangan sampai terputus." jawab ayah


" Yah sudah selesaikan rapatnya ?" tanya Zahra


" Kenapa memangnya ?" tanya balik ayah


" Zahra lapar tadi belum sarapan " jawab Zahra


" Masyaallah Zahra ..tinggal ambil nasi terus dimakan disini kan bisa sih Ra." ucap mbak Fara.


Zahra hanya nyengir sambil melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


" Apalagi yang belum ya bu?" tanya ayah


" apa ya... Eh ..Far pakai panggil tukang rias apa kamu aja yang nanti merias adikmu Far ?"tanya ibu pada mbak Fara


" Wong cuma lamaran aja lho Bu, biar Fara saja nanti yang merias Zahra." jawab mbak Fara.


" Oh ya nggak perlu nyewa tukang foto apa untuk dokumentasi acara" tanya mbak Lia


" Halah pakai nyewa tukang foto segala , biar nanti mas Arif saja yang jadi juru kameranya, ya mas ya" ucap mbak Fara sambil mengerlingkan matanya kearah suaminya

__ADS_1


Mas Arif hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.


Tak lama kemudian Zahra datang membawa semangkuk mie kuah. Bau sedap yang tercium dari uap mie , membuat mereka jadi lapar . Akhirnya rapat pun di hentikan karena godaan semangkuk mie instan buatan Zahra .


__ADS_2