Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
setelah malam pertama


__ADS_3

Seperti biasanya di sepertiga waktu malam Adi terbangun. Dia tersenyum memandang Zahra yang masih tertidur disebelahnya. Akhirnya dia telah memiliki Zahra seutuhnya. Adi mengingat kembali apa yang telah terjadi kemarin malam. Dan seketika itu juga sesuatu dalam dirinya terbangun dan ingin dipuaskan kembali.


" Astaghfirullah hal adzim " ucap Adi sambil mengusap wajahnya kasar.


Adi segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk mandi besar dan juga mendinginkan pikirannya. Adi tahu jika semalam merupakan pertama kalinya buat Zahra begitu juga dengan dirinya untuk bercinta. Oleh karena itu dia berusaha menahan diri untuk tidak meminta terus menerus agar tidak sampai menyakiti Zahra.


Setelah mandi Adi kemudian segera mengerjakan sholat tahajud. Setelah sholat tahajud seperti biasanya dia lanjutkan dengan berdzikir dan kemudian dilanjutkan dengan membaca kitab suci Al-Quran sambil menunggu adzan subuh berkumandang.


Adi tidak pernah tidur setelah mengerjakan sholat tahajud karena dia takut kebablasan dan bangun kesiangan nantinya. Dan ketika dia sedang membaca ayat suci Alquran terdengar suara adzan berkumandang Adi segera membangunkan Zahra .


" Ra .. Zahra...bangun Ra ..sudah subuh ..." ucap Adi.


" hem" ucap Zahra sambil menggeliat.


Ketika Zahra menggeliat tak sengaja selimut yang menutupi tubuhnya tersingkap dan menampakkan pahanya yang putih dan mulus. Adi yang melihat itu seketika teringat dengan bercintaan mereka semalam.


" Astaghfirullah.." ucap Adi sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


Sedari tadi Adi ingin sekali mengulangi kembali percintaan mereka namun dia tahan karena takut menyakiti Zahra.


" Ra.... Zahra ayo bangun ..nanti waktu subuhnya habis loh kamu kan belum bersuci " ucap Adi .


" Iya ...bentar...masih ngantuk..." ucap Zahra sambil mengubah posisi tidurnya yang membuat selimutnya makin tersingkap.


Melihat istrinya yang masih belum juga mau bangun, akhirnya Adi berniat untuk menggodanya.


" Ra...buat anak lagi yuk..." ucap Adi ditelinga Zahra.


Zahra yang semula masih mengantuk, akhirnya menjadi sadar sepenuhnya setelah mendengar ucapan Adi. Dia segera duduk dan membetulkan bajunya yang tersingkap.


Zahra segera berlalu menuju kamar mandi. Adi yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Zahra.


Tak lama kemudian Zahra keluar dari kamar mandi. Adi lalu berjalan mendekatinya.


" Tunggu mas dulu ..kita sholat berjamaah..." ucap Adi.

__ADS_1


Zahra memakai mukenanya sambil menunggu Adi keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian Adi keluar dari kamar mandi dan mereka pun sholat berjamaah.


Setelah selesai sholat dan berdoa Adi membalikkan tubuhnya kebelakang sehingga mereka saling berhadapan. Adi lalu menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Zahra menerima uluran tangan Adi dan mencium punggung tangan Adi dengan takzim. Lalu Adi mencium kening Zahra dengan sayang.


" Sakit tidak kemarin ...?"tanya Adi.


" ehm...tidak..sih...cuma seperti ada yang mengganjal saja di...sini ..." ucap Zahra sambil menunjuk tubuh bagian bawahnya dengan malu-malu.


" Alhamdulillah kalau tidak sakit... insyaallah lama-kelamaan juga tidak akan terasa mengganjal lagi ..." ucap Adi.


" Oh ya ..mas nanti berangkat jam berapa ?" tanya Zahra mengalihkan pembicaraan yang menurutnya tabu untuk dibicarakan secara langsung.


" Ehm... Sekitar jam setengah enam aku sudah harus berangkat agar tidak terlambat.." ucap Adi.


" Seragamnya yang mana mas yang dipakai biar aku siapkan. " ucap Zahra.


" Nggak usah Ra...biar nanti mas sendiri yang mengambilnya." ucap Adi.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu Zahra ke dapur dulu untuk membantu ibu ." ucap Zahra.


Zahra kemudian keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya memasak didapur.


__ADS_2