
Tak terasa hari sudah beranjak siang tapi tamu yang hadir seperti tidak berhenti berdatangan. Mungkin karena ini adalah acara pernikahan yang terakhir didalam keluarga ayah sehingga banyak tamu yang berdatangan untuk hadir di acara pernikahan Zahra.
Adi melihat jam tangannya, sudah jam setengah dua tapi tamu masih banyak yang berdatangan. Adi resah karena dia belum mengerjakan sholat dhuhur. Adi melihat Zahra yang sedang asyik mengobrol dengan teman - temannya. Akhirnya dia memutuskan untuk meminta izin kepada mas Syarif untuk mengerjakan sholat dhuhur. Dia mencari keberadaan mas Syarif dan ketika dia menemukan keberadaannya dia segera berjalan mendekatinya.
" Mas ... sudah jam setengah dua tapi saya belum sholat dhuhur...saya minta izin untuk mengerjakan sholat dhuhur dulu mas.." ucap Adi.
" Oh iya Di .. sebentar mas panggilkan Zahra dulu " ucap mas Syarif sambil berjalan mendekati Zahra.
Adi hanya berdiri diam ditempatnya melihat mas Syarif yang berlalu meninggalkannya untuk menemui Zahra.
" Ra...kamu antarkan suamimu untuk shalat dhuhur dulu...kamu juga belum sholat dhuhur kan... ayo kamu dan Adi sholat dulu sebelum waktunya habis." bisik mas Syarif ditelinga Zahra.
" Iya mas ..." jawab Zahra
" Teman-teman aku mau sholat dhuhur dulu ya .." pamit Zahra kepada teman - temannya.
__ADS_1
Riza melihat arloji yang melingkar di tangannya.
" Eh...Ra ..aku sekalian mau pamit .. nggak terasa ternyata sudah siang " ucap Riza kemudian.
" Kok buru-buru sih kalian kan bisa sholat dhuhur disini." ucap Zahra
" Enggak ah...nanti malah merepotkan." ucap Ratna.
" Ya enggaklah...aku kan juga mau sholat dhuhur juga...jadi sekalian...ayo.." ucap Zahra.
" Apain sih kamu itu yu...wong masih banyak tamu kok malah ditinggal istirahat ya nggak lah..." ucap Zahra.
" Ya .... dipending nanti malam ya.. Ra...ya.. ha..ha..ha .." ucap Ratna.
" Ngomong apaan sih kalian itu nggak jelas banget.." ucap Zahra.
__ADS_1
" Ya...sudah Ra ..kami pamit dulu ya...Oh ya.. Ra.. kalau nanti kamu sudah un boxing jangan lupa cerita ke kita - kita ya Ra..ha..ha ..ha" ucap Riza.
" Ih kalian ini...kalau penasaran kalian buruan nikah sana... biar nggak penasaran." ucap Zahra.
" Kami masih ingin bebas Ra...nanti kalau kami sudah siap ..kami pasti nikah kok ya nggak teman - teman..."ucap Ratna.
" Ya udah ...kalau begitu rasa penasarannya disimpan dulu sampai kalian siap untuk menikah... takutnya nanti kalian pingin lagi...ha .ha..ha .." ucap Zahra.
" Ih ngeselin banget nih anak...ya udah kalau gitu kita pamit dulu " ucap Ayu.
Zahra mengantarkan kepergian teman - temannya hingga didepan tenda. Setelah itu dia pergi mencari keberadaan Adi untuk mengajaknya untuk sholat dhuhur. Namun belum sempat dia menemukan keberadaan Adi , seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Zahra secara spontan membalikkan tubuhnya kebelakang. Tampak Yahya berdiri di depannya.
" Ra .. selamat ya... semoga kamu bahagia.. tapi jika dia tidak bisa membahagiakanmu kamu bisa datang kepadaku...aku tetap akan menunggumu meskipun kamu seorang janda sekalipun."ucap Yahya.
"Aku rasa kamu tidak perlu mengkhawatirkan kebahagiaan Zahra, karena aku pasti bisa membahagiakan Zahra lebih dari apa yang bisa kamu lakukan." ucap Adi yang segera berjalan mendekati Zahra begitu dia melihat Yahya mendekati Zahra.
__ADS_1
Yahya memandang sambil tersenyum sinis kearah Adi lalu dia berlalu pergi meninggalkan acara pernikahan Zahra.