Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
menjemput jodoh part 1


__ADS_3

Sudah seminggu ini setelah kepergian Adi bertamu ke rumah Haji Abdullah ayah dari Zahra , dia belum mengatakan kepada ayahnya tentang kesediaannya dijodohkan dengan Zahra. Beberapa hari ini dia berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk dari kegamangan yang ada didalam hatinya . Selepas sholat istikharah dia tidak bisa tidur, pikirannya kembali teringat ketika dia bertamu ke rumah Haji Abdullah.


Flashback


Minggu pagi itu Adi berangkat menuju ke rumah Haji Abdullah teman Haji Rojak yang katanya sedang mencari calon menantu yang hapal Al Qur'an untuk anaknya itu untuk sekedar berkenalan. Dia ingin mengenal terlebih dahulu seperti apa gadis itu dan juga keluarganya sebelum menerima perjodohan itu. Dia mengajak Karno teman baik nya untuk menemaninya bertamu ke rumah Haji Abdullah.


Adi sudah mengantongi alamat rumah dan juga nomor telepon Haji Abdullah dari Haji Rojak. Dia tidak terlalu hafal dengan jalan yang akan didatanginya itu sehingga dia menelepon Haji Abdullah untuk membantunya . Mereka akhirnya janjian untuk bertemu di depan minimarket yang ada di dekat rumah Haji Abdullah.


Setelah sampai di tempat yang sudah di sepakati , Adi dengan segera menelpon Haji Abdullah untuk mengabari bahwa dia sudah sampai di tempat yang telah mereka sepakati. Tak seberapa lama kemudian tampak pria paruh baya yang memakai peci putih datang dengan mengendarai sepeda motor. Pria itu tampak celingukan seperti sedang mencari seseorang . Adi yang melihat itu lantas berjalan mendekati pria paruh baya itu untuk mengkonfirmasi apakah benar pria itu yang sedang ditunggunya .


" Assalamualaikum pak... apakah bapak Haji Abdullah"


Seketika pria paruh baya itu mengalihkan pandangannya ke arah Adi dan menjawab salamnya .


" Wa'alaikumsalam "Pria itu mengamati Adi dari atas sampai bawah lalu dia tersenyum.


" Nak Adi ya.."


" Iya pak saya Adi " jawab Adi sambil menjulurkan tangannya kearah Haji Abdullah untuk bersalaman.


" Ayo ...ayo kita pergi ke rumah bapak "

__ADS_1


Adi lalu naik keatas sepeda motor yang dikendarai oleh Karno dan mengikuti Haji Abdullah dari belakang menuju ke rumah beliau.


Sekitar 10 menitan mereka berkendara hingga mereka sampai di sebuah rumah besar dengan gaya arsitektur kuno yang tampak asri dengan banyaknya tanaman di halaman rumahnya.


" Alhamdulillah kita sudah sampai , lah ini dia gubuk saya nak Adi... mari ..mari. mari masuk nak Adi... Jangan sungkan - sungkan anggap saja rumah sendiri." ucap Haji Abdullah sambil tersenyum mempersilahkan Adi dan temannya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Adi melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengucap salam.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam " jawab Haji Abdullah dan kemudian dia mempersilahkan tamunya itu untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu.


"Mari... Mari silahkan duduk "


" kenapa.. penasaran ya dengan putri bapak..ha .ha .ha ."


Adi hanya tersenyum canggung dan terlihat salah tingkah mendengar pertanyaan pak Haji Abdullah. Melihat tamunya yang salah tingkah membuat Haji Abdullah berusaha untuk mengurai kecanggungan itu.


" Bagaimana tadi perjalanannya, sempat tersesat nggak ?"


" Alhamdulillah tidak pak Haji."

__ADS_1


" Alhamdulillah "


" Oh iya pak haji saya sebelumnya mohon maaf jika kedatangan saya bertamu ke rumah pak Haji mengganggu aktivitas pak Haji."


"Oh tidak ..sama sekali tidak menggangu.. saya malah sangat senang dengan kedatangan nak Adi ke rumah saya ."


" Mohon maaf sebelumnya pak Haji , apakah pak Haji Rojak telah menceritakan kepada pak Haji tentang saya dan keluarga saya sebelumnya ?"


"Oh iya beliau sudah bercerita kepada saya tentang seluk - beluk keluargamu dan juga tentang diri mu kepada saya. Dan apakah Haji Rojak juga sudah bercerita tentang putri saya dan juga seluk - beluk keluarga saya ?"


" Alhamdulillah sudah pak Haji... Ehmm.. sebelumnya saya mohon maaf apakah pak Haji tidak keberatan dengan keadaan ekonomi keluarga saya yang pas pasan dan apakah pak haji tidak berkeberatan juga dengan pekerjaan saya yang hanya seorang guru ?"


"Ah Ngomong apa sih kamu itu, kita dimata Allah itu sama yang membedakan hanyalah kadar keimanan kita kepada Allah jadi tentu saja saya tidak keberatan sama sekali dengan keadaan keluarga kamu maupun pekerjaan kamu.." Ucap Haji Abdullah sambil tersenyum.


Muncul senyum kelegaan di wajah Adi setelah mendengar jawaban dari Haji Abdullah . Satu benang kusut yang selalu menghantui pikirannya setiap kali dirinya akan menjalin hubungan dengan seorang gadis sudah terurai . Dan kini hanya tinggal satu yang menjadi permasalahan baginya, apakah gadis itu mau menerima penampilannya yang jauh dari kata sempurna itu.


" Dari tadi kamu terus yang bertanya sekarang gantian bapak yang mau tanya, kalau kamu bagaimana , apakah kamu mau menerima putri saya yang hanya lulusan SMU saja karena jujur saya tidak menyekolahkannya hingga perguruan tinggi karena saya tidak ingin putri saya bekerja saya ingin putri saya hanya sebagai ibu rumah tangga saja apa kamu tidak keberatan?"


" Insyaallah saya tidak berkeberatan karena terus terang saya juga setuju dengan pemikiran pak haji bahwa lebih baik seorang istri itu di rumah saja menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik dan urusan mencari nafkah adalah merupakan tanggung jawab seorang suami ."


Haji Abdullah mengangguk - angguk sambil tersenyum senang mendengar penuturan Adi . Dan bertepatan dengan itu dari arah dalam rumah keluarlah seseorang yang membawa nampan yang diatasnya terdapat gelas minuman dan toples kue . Adi penasaran ingin melihat wajah orang yang membawa nampan itu , tapi di urungkannya niatnya itu. Dia masih ingat tadi ketika pandangan mata nya tak sengaja bertemu dengan pandangan mata pak Haji , seketika dia jadi canggung. Dan akhirnya dia hanya duduk diam menatap meja di depannya

__ADS_1


Ketika orang itu meletakkan gelas minuman dan toples kue di atas meja, Adi melayangkan pandangan pada jemari lentik dan putih dari orang tersebut . Ingin Adi menatap wajah orang itu tapi ia tahan karena merasa tidak sopan . Terjadi perang batin di hatinya . Hingga akhirnya orang itu masuk kembali kedalam rumah dia baru menyesal kenapa tidak melihat wajahnya.


__ADS_2