
Hari ini keluarga Zahra tampak sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan keluarga Adi yang akan berkunjung ke kediaman mereka. Sehari sebelumnya Adi sudah menelepon Haji Abdullah ayah Zahra terlebih dahulu untuk mengabarkan bahwa dia dan keluarganya akan berkunjung ke rumahnya sebagai pernyataan bahwa dia telah menerima perjodohannya dengan Zahra.
Ayah Zahra tampak antusias menyambut kedatangan keluarga Adi. Setelah menerima telepon dari Adi , beliau sudah sibuk menelepon anak dan juga saudaranya untuk datang ke rumahnya . Selain itu beliau juga sibuk berunding dengan ibu mengenai apa saja yang di butuhkan untuk menyambut kedatangan tamunya itu .
Karena pemberitahuan mereka yang mendadak membuat ibu kesulitan untuk mendapatkan jasa catering. Akhirnya ibu memutuskan untuk memasak sendiri hidangan yang akan disajikan. Beliau menelepon anak dan juga saudaranya untuk membantunya memasak.
Selepas shalat subuh ibu mengajak Zahra dan yu Jum untuk berbelanja ke pasar. Mereka berangkat ke pasar di antarkan oleh ayah. Karena ayah yang mengantar mau tak mau Zahra akhirnya ikut juga.
Ketika sampai di pasar Zahra dengan malas turun dari mobil. Biasanya jika Zahra ikut ibunya ke pasar, dia akan menunggu ibunya sampai selesai belanja di toko kue . Di sana dia membeli kue untuk dibawa pulang dan membeli bubur sumsum untuk dimakan di sana. Tapi karena ayahnya mengikuti mereka dari belakang, maka Zahra mau nggak mau hanya bisa mengikuti kemanapun langkah kaki ibunya itu pergi.
Setelah selesai belanja, ibu yang melihat Zahra cemberut, akhirnya melangkahkan kakinya menuju ke toko kue. Dia tahu kebiasaan putrinya itu jika di ajak ke pasar pasti mampir ke toko kue langganan mereka itu. Selain itu dia memang sudah merencanakan untuk membeli beberapa kue di sana untuk di suguhkan kepada tamunya nanti.
Zahra senang saat tahu ibunya membawanya mampir ke toko kue. Dia langsung mendekati ibunya dan berbisik di telinga ibunya.
" Bu aku beli bubur sumsum ya... dimakan di sini ...laper perut Zahra."
" Ya sudah sana pesan ke ibunya....eh Zahra tolong pesankan juga buat ayah,ibu dan yu Jum ya ..ibu mau memilih kue dulu buat acara nanti."
" Loh nggak bikin sendiri juga kuenya Bu, nanti keburu basi loh kuenya kalau dibuat acara malam hari nanti."
" Iya.. ibu tahu bawel... Waktunya nggak cukup kalau semua bikin sendiri makanya sebagian kita beli aja, ini ibu pilih kue yang tahan lama , yang nggak cepat basi buat nanti malam."
" Oh ok Bu siaapp.." Jawab Zahra penuh semangat.
__ADS_1
Setelah mereka menghabiskan bubur sumsum mereka dan ibu telah selesai membeli kue pilihannya , mereka langsung melangkahkan kaki mereka menuju ke mobil dengan barang belanjaan yang banyak ditangan mereka. Mereka lalu memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil dan kemudian masuk ke dalam mobil. Ayah langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah setelah semuanya duduk di dalam mobil.
Sesampainya di depan rumah, ternyata mbak Fara sudah menunggu di depan rumah. Dia tidak bisa masuk ke dalam rumah karena pintu rumah dikunci oleh ayah karena semua orang yang ada di dalam rumah ikut ibu ke pasar.
Begitu turun dari mobil ibu disambut dengan wajah cemberut dan Omelan mbak Fara.
" Kemarin katanya disuruh ke sini pagi - pagi, sudah datang pagi - pagi malah dikunciin rumahnya."
" Ya maaf mbak..mau gimana lagi coba... ibu kan belanja banyak jadi ngajak orang banyak juga buat bantuin ibu bawa barang belanjaannya..." ucap ibu membela diri sambil membuka kunci pintu rumah.
" Sudah - sudah ...ayo masuk , tenaganya jangan dibuat bertengkar lebih baik dibuat kerja, pekerjaan masih banyak ni.." ujar ayah menghentikan perdebatan antara ibu dan mbak Fara.
Mereka membawa barang belanjaan mereka menuju ke dapur. Setelah itu mereka mulai mengeksekusi barang belanjaan mereka untuk segera diolah menjadi masakan yang lezat. Sedangkan mbak Fara pergi menuju kamarnya untuk menidurkan Naya yang rewel karena masih mengantuk.
Tidak berapa lama kemudian mbak Lia dan saudara ibu Tante Ria dan Tante Mila datang ke rumah mereka untuk membantu. Mereka saling berbagi tugas agar pekerjaan cepat selesai . Disela - sela memasak , mereka selingi dengan obrolan khas emak - emak ghibah.
" Lah... yang kamu lihat seperti apa ?"tanya ibu balik. Beliau tidak ingin mood putrinya yang sedang baik berubah karena mendengar gunjingan dari saudaranya.
Tante Ria yang paham dengan maksud ibu lalu menyenggol tangan Tante Mila sambil berbisik.
" Nggak usah bahas - bahas tentang perjodohan itu kalau didepan Zahra. Kalau dia dengar bisa berabe nanti."
" Hi..hi .hi maaf mbak.. lupa aku." jawab Tante Mila dengan wajah tanpa dosa.
__ADS_1
" Oh ya mbak nanti tamunya datang jam berapa ?" tanya Tante Ria mencairkan suasana yang tidak kondusif diantara mereka.
" Insyaallah tamunya datang habis sholat Maghrib, kata masmu tadi." ucap ibu sambil mengupas bawang.
" Kalau gitu nanti sesudah selesai masak aku pulang dulu ya mbak , nanti sekitar jam empat sore aku kesini lagi sama suamiku ." kata Tante Ria sambil mengupas wortel.
" Iya terserah kamu ,tapi betulan balik lagi kan , awas saja kalau nggak balik kesini lagi ku uleg nanti kamu." ujar ibu sambil mengarahkan pisau yang dipegangnya kearah Tante Ria.
" Iya..iya..mbak pasti aku kesini lagi, nggak usah di acungkan kearah ku juga kali mbak pisaunya, ngeri aku ngelihatnya" jawab Tante Ria menatap ngeri ke arah pisau yang di pegang oleh ibu.
" Loh kenapa pakai pulang segala sih, memangnya kamu tadi lupa bawa baju ganti apa ?" tanya Tante Mila
" Bukannya lupa bawa baju ganti tapi memang sudah aku niatkan untuk pulang lebih dulu. Karena kalau tidak begitu ayahnya anak - anak bisa terlambat datang ke sini. Tahu sendiri gimana leletnya suamiku itu." kata Tante Ria.
" Oh ya..ya..lupa aku.. Kalau suamimu itu suka lelet orangnya." kata Tante Mila
" Oh ya mbak berapa banyak tamunya yang datang nanti." tanya Tante Mila
" Nggak tahu aku pastinya ,tapi kata ayahnya Zahra tadi keluarga besarnya ikut juga." jawab ibu.
" Kok mendadak gitu sih ?" tanya Tante Ria
" Katanya pamannya Adi yang ada di luar pulau kebetulan berkunjung kerumahnya . Ketika mendengar rencana ayahnya Adi mau berkunjung kesini dia minta ikut. tapi pamannya itu sudah terlanjur memesan tiket pesawat untuk keberangkatan besok jadilah hari ini mereka kesini." jawab ibu.
__ADS_1
" Oalah.. Begitu to ceritanya, tadi aku pikir mereka buru - buru karena takut di tikung sama orang lain ha ..ha..ha .." ucap Tante Mila sambil tertawa.
Tante Ria menyikut tangan Tante Mila untuk menghentikan tawanya. Karena melihat Zahra menatap kearah mereka dengan tatapan tajam. Bukannya takut dengan Zahra, hanya saja mereka tidak ingin Zahra yang sifatnya moody itu, jadi jelek moodnya karena salah paham dengan mereka.