Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Hari Raya Idul Fitri


__ADS_3

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kini tibalah hari yang ditunggu - tunggu yaitu hari raya idul Fitri. Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru dunia untuk merayakan hari kemenangan mereka dalam melawan hawa nafsu. Seluruh umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan gegap gempita.


Begitu pula dengan Zahra dan keluarganya , mereka menyambut hari raya idul Fitri dengan gembira. Selepas menjalankan sholat subuh Zahra dan keluarganya bekerja sama untuk memasak dan membersihkan rumah karena yu Jum sudah libur lebaran sejak dua hari yang lalu. Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah Zahra dan keluarganya bersiap-siap untuk berangkat ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat idul Fitri.


Mereka berangkat ke masjid dengan berjalan kaki karena letak masjid yang tidak begitu jauh dari rumah. Setelah mereka sampai di masjid mereka segera menempati mushaf yang masih kosong.


Setelah menunaikan ibadah sholat idul Fitri, Zahra dan keluarganya bergabung dengan jamaah yang lain untuk saling bermaaf-maafan . Hal ini sudah menjadi kebiasaan di daerah tempat tinggal Zahra.


Zahra dan keluarganya segera pulang setelah acara halal bihalal di masjid selesai. Mereka takut mbak Fara dan mas Syarif beserta keluarga mereka menunggu lama didepan rumah.


Dan betul juga apa yang mereka pikirkan, begitu sampai di depan rumah mereka melihat mbak Fara dan keluarganya sudah menunggu di depan rumah. Setelah Zahra membuka pintu rumah, tak lama kemudian tampak mas Syarif dan keluarganya sampai di depan rumah.


Seluruh saudara Zahra sudah berkumpul semua. Mereka lalu saling bermaaf-maafan, setelah sebelumnya sungkem terlebih dahulu kepada ibu dan ayah.

__ADS_1


Selepas mereka saling bermaaf-maafan, mereka lalu menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh ibu . Dimeja makan sudah terhidang opor ayam, ketupat, rendang , perkedel kentang, sambal goreng kentang, dan masih banyak lagi hidangan yang sengaja ibu masak untuk menyambut kedatangan keluarganya.


Setiap idul Fitri rumah ayah Zahra selalu ramai dikunjungi oleh saudara ayah dan ibu karena mengingat mereka berdua adalah anak tertua sedangkan kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia sehingga rumah mereka menjadi tujuan saudara mereka untuk berkumpul.


Tak lama kemudian setelah mereka selesai makan akhirnya saudara ayah dan juga ibu datang satu persatu bersama dengan keluarga mereka. Rumah ayah yang semula sepi mulai ramai dengan datangnya keluarga mereka.


Mereka bercengkrama bersama diruang keluarga. Mereka bercengkrama membahas tentang acara pernikahan Zahra yang tinggal menghitung hari itu


" Bagaimana mas tentang persiapan pernikahan Zahra nanti..? Apa ada yang bisa kami bantu ? " tanya om Jamal.


" Kemarin waktu aku hubungi sih katanya insyaallah sehari sebelum acara mereka sudah mulai mendekor dan memasang tendanya mas" jawab om Jamal.


" Bagus tidak mal tenda dan dekorasi temanmu itu ?" tanya ibu Zahra.

__ADS_1


" Bagus lah mbak ...wong yang memakai jasanya biasanya kalangan atas semua. Pokoknya mbak nggak mungkin kecewa deh dengan hasil dekorasinya nanti." jawab om Jamal.


" Ya syukur lah kalau begitu...tapi awas saja ya.. kalau tidak sesuai dengan ekspektasiku tak plintir telingamu nanti..."ucap ibu dengan menggerakkan tangannya seperti sedang memelintir sesuatu.


" Ampun mbak...." ucap om Jamal sambil mengatupkan kedua tangannya didepan wajahnya dengan mimik wajah yang menyedihkan yang membuat semua orang yang ada di ruang keluarga tertawa.


" Oh ya mbak untuk cateringnya sudah dikonfirmasi lagi kan ? Takutnya waktu hari H malah lupa ...bisa berabe nanti." ucap Tante Ria.


" Oh iya... Syar bagaimana cateringnya ? Sudah kamu ingatkan kan temanmu itu ?" tanya ibu


" Sudah Bu .. ibu tenang saja untuk masalah cateringnya semua sudah beres " ucap mas Syarif.


" Far ... periasnya bagaimana ?" tanya ibu

__ADS_1


" Beres Bu... Mbak Sri sampai menunda rencana mudiknya demi untuk merias Zahra " jawab mbak Fara.


Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara salam dari depan pintu. Ternyata yang datang adalah para tetangga ayah yang tadi pagi tidak ikut halal bihalal di masjid. Akhirnya obrolan mereka pun terpotong karena kedatangan tamu yang datang.


__ADS_2