Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
kebohongan Zahra


__ADS_3

Zahra sengaja berlama-lama didalam kamar mandi. Dia masih canggung jika harus berduaan saja didalam kamar dengan Adi .


Hal itu membuat Adi khawatir dengan keadaan Zahra, karena sudah hampir satu jam Zahra pamit kekamar mandi tapi belum juga kembali. Akhirnya Adi memutuskan untuk menyusul Zahra ke kamar mandi.


Adi segera mengetuk pintu kamar mandi yang masih tertutup ketika sampai didepan pintu kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


"Ra... Zahra...kamu baik-baik saja kan?"tanya Adi dengan khawatir.


" I ..iya sebentar " jawab Zahra dengan gugup begitu mendengar suara Adi.


" Mati gue.. Bukannya tidur dia malah ikutan nyusul kesini juga aku harus bagaimana ini." batin Zahra


" Kamu nggak papa kan Ra...." tanya Adi lagi.

__ADS_1


" E... enggak apa-apa kok mas ..cuma perut aku sedikit sakit saja ." jawab Zahra.


" Oh ...kalau gitu kamu keluar dulu Ra ... jangan terlalu lama dikamar mandi nanti malah masuk angin lagi..." ucap Adi.


" Tapi perutku masih sakit mas" ucap Zahra.


" Iya ...tapi kamu jangan lama - lama didalam kamar mandi Ra...kamu keluar dulu ...aku carikan obat dulu.." ucap Adi.


Zahra akhirnya keluar juga dari kamar mandi setelah Adi memaksanya untuk keluar.


" kamu sakit perut karena apa Ra..biar aku carikan obatnya." ucap Adi begitu melihat Zahra keluar dari kamar mandi.


" Oh . nyeri haid ...sebentar aku ambilkan obatnya dulu .. sepertinya masih ada di kulkas persediaan obat nyeri haid milik Ani " ucap Adi sambil berlalu menuju ke arah dapur.


" E..e ..mas nggak usah..sudah mendingan kok .." ucap Zahra kikuk karena memang sebenarnya dia baik-baik saja.


" Nggak apa-apa kok... daripada nanti kamu sakit lagi mending diminum aja Ra..." ucap Adi.


Adi membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol obat pereda nyeri haid milik Ani dan memberikannya kepada Zahra. Zahra dengan ragu-ragu menerima obat itu. Dia hanya memandangi botol obat itu tanpa bermaksud untuk meminumnya.

__ADS_1


" Kenapa dilihat saja ...ayo minum biar nggak sakit lagi." ucap Adi.


" Ah ..iya...eh...tapi kan aku belum haid mas ..nanti saja kalau sudah keluar baru diminum ..biasanya juga begitu kok" ucap Zahra memberi alasan.


"Oh...tapi sudah tidak sakit lagi kan...?" tanya Adi.


" Enggak kok mas ." jawab Zahra.


" Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja .. Dan obatnya kamu bawa saja .. nanti kalau perutmu terasa nyeri lagi tinggal kamu minum obatnya. Oh...ya.. Kamu sudah ada pembalutnya nggak ? ...kalau nggak ada aku minta sama Ani dulu..." ucap Adi.


" Ehm ..aaku..nggak bawa..." ucap Zahra ragu .


" Ya sudah kalau begitu aku minta sama Ani dulu buat persiapan jika sewaktu-waktu kamu butuh " ucap Adi.


Adi lalu berjalan keluar menuju ke arah kamar Ani untuk meminta pembalut buat Zahra. Zahra merasa tidak enak hati dengan Adi karena telah membohonginya. Adi begitu perhatian kepadanya tetapi dia malah membohonginya.


" Ah biar saja lah kalau begini kan aman.. Adi nggak mungkin unboxing gue...secara gue kan sedang haid " pikir Zahra mencari pembenaran atas perbuatan yang dilakukannya.


Zahra yang sudah mulai tenang karena merasa aman akhirnya memilih untuk tidur terlebih dahulu tanpa menunggu kedatangan Adi. Tak berapa lama kemudian Adi masuk ke dalam kamar dengan membawa pembalut ditangannya. Ketika melihat Zahra telah tertidur pulas akhirnya dia meletakkan pembalut diatas meja tanpa bermaksud untuk membangunkan Zahra.

__ADS_1


Adi kemudian memutuskan untuk tidur disebelah Zahra . Dia menatap punggung Zahra dengan lemas karena dia harus menahan keinginannya hingga Zahra selesai menstruasi. Adi tidak tahu jika Zahra berbohong. Entah apa yang terjadi kalau Adi tahu bahwa Zahra berbohong. Akhirnya Adi pun tertidur di sebelah Zahra.


__ADS_2