
Mbak Fara mengusap wajah Zahra yang menatap tajam ke arah Tante Mila dan Tante Ria.
" Ih apaan sih mbak" ucap Zahra sambil menepis tangan mbak Fara dari wajahnya.
" Biasa aja kali lihatnya , nggak sopan banget lihat orang yang lebih tua kayak gitu itu"
" Habis mereka ngomongin aku , bikin kesel tahu nggak."
" Jangan su'udzon dulu , iya kalau memang lagi ngomongin kamu kalau enggak gimana, dosa kamu sudah fitnah orang sembarangan."
" Kalau memang mereka nggak ngomongin aku , ngapain mereka bisik-bisik sambil melirik ke arah Zahra hayo."
" Siapa tahu mereka lagi cerita sesuatu yang rahasia, terus lihat kamu yang melihat mereka terus akhirnya mereka bisik-bisik agar kamu nggak denger."
" Ih mbak Fara jangan mengada-ada deh "
" Ya udah sih Ra .. biarin aja, dari pada ngurusin mereka bikin kamu bete ,mending bantu mbak bikin pastel ini biar cepat selesai." ucap mbak Fara mengakhiri perdebatan mereka dan mulai fokus membuat kue.
...****************...
Tak terasa sudah jam dua belas siang , mereka akhirnya istirahat untuk sholat duhur dan kemudian makan siang. Hampir semua masakan dan kue sudah matang, tinggal beberapa menu yang belum selesai mereka masak. Perkiraan sebelum adzan ashar semua sudah rampung.
Karena tidak ada kejelasan berapa banyak jumlah tamu yang akan datang, maka ibu sengaja masak banyak . Menurutnya lebih baik berlebihan dari pada kekurangan saat menjamu tamu . Jika ada kelebihan makanan bisa dibagikan ke tetangga tapi kalau sampai kekurangan bisa bingung untuk mencari tambahannya.
Adzan ashar baru saja berkumandang ketika masakan ibu akhirnya rampung semua . Perkiraan ibu tidak mungkin meleset sebenarnya kalau saja Tante Mila tidak ikut-ikutan Tante Ria pulang setelah makan siang tadi. Mau bagaimana lagi, mereka juga punya keluarga yang harus mereka urus. Tapi mereka berjanji mereka akan kembali lagi setelah sholat ashar.
Selepas mereka mandi dan sholat ashar tak lama kemudian datanglah Tante Ria dan Tante Mila beserta suami mereka. Lalu disusul dengan datangnya mas Syarif dan mas Arif yang baru pulang kerja.Tak lama kemudian datang pula om Jamal beserta istrinya ,dia adalah adik ayah , istri om Jamal tidak bisa membantu ibu karena dia bekerja.
Setelah semuanya datang akhirnya para pria bahu membahu membersihkan ruang tamu. Agar ruang tamu tampak lebih luas maka kursi diruang tamu mereka pindahkan ke garasi lalu mereka gelar karpet diatas lantai ruang tamu.Sedangkan para wanita sibuk menata makanan dan kue di ruang keluarga.
Suara adzan Maghrib membuat mereka menghentikan aktivitas mereka dan segera mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat Maghrib. Setelah mereka sholat mereka segera bersiap - siap untuk menyambut kedatangan tamu.
Didalam kamar Zahra , mbak Fara sibuk merias wajah Zahra.
__ADS_1
" Ih ngapain sih mbak pakai dirias segala, wong cuma perkenalan keluarga aja nggak dirias juga nggak apa-apa kali."
" Kamu nggak tahu apa kesan pertama itu harus wah .. untuk meninggalkan kesan mendalam sehingga Adi nanti jadi teringat terus sama kamu"
" Idi jijay aku dengernya" kata Zahra sambil bergidik .
" Ih kamu ini bisa diam nggak sih.. nanti lipstiknya jadi belepotan. "
Ketika mereka lagi asyik berdebat tiba-tiba pintu kamar Zahra diketok.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara mbak Lia memanggil mereka dari arah pintu.
" Ra..ayo cepetan ke bawah, tamunya sudah datang itu ..ayo... cepetan."
Ketika sampai kebawah Zahra disambut dengan omelan ibu .
" Lama banget sih, itu tamunya sudah datang itu, kamu tunggu disini dulu , nanti kalau dipanggil langsung ke depan salaman . Sudah ibu keluar dulu menyambut tamu."
Lalu ibu , Tante Mila dan Tante Ria berjalan kearah ruang tamu. Tapi tak lama kemudian mereka kembali lagi ke dalam rumah.
" Loh ..ada apa Bu kok masuk kedalam rumah lagi ?" tanya Zahra
" Tamunya ternyata cowok semua , rugi ibu tadi dandan cantik - cantik nggak jadi terima tamu."ujar ibu sambil menyebikkan bibirnya.
" Tu apa Zahra bilang tadi.. nggak usah dandan juga .. Malah disuruh dandan ... " Ucap Zahra sewot.
" Sudah - sudah jangan rame malu itu sama tamunya kalau mereka dengar " ucap Tante Ria sambil menunjuk ke arah ruang tamu. Di sana nampak para tamu mulai masuk dan duduk di ruang tamu. Melihat itu mereka lalu diam dan kemudian duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
Tak lama kemudian mas Syarif dan mas Arif masuk keruang keluarga untuk mengambil minuman dan kue untuk mereka suguhkan kepada tamu. Kemudian ikut duduk diruang tamu karena acara akan segera di mulai.
Sedangkan di ruang keluarga ibu, Zahra dan saudara perempuannya serta Tantenya mendengar acara perkenalan dua keluarga itu dimulai .
" Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh ."
" Alhamdulillahirobbil 'alamin , wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin, ashsholatu wassalamu'ala asrofil ambiyaa iwal Mursalin wa'ala alihi washohbihi ajma'in. Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul uqdatammilisani yafqohu qouli , amma ba'du."
" Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan Rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal afiat dan tak lupa sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun kita ke jalan yang terang benderang yaitu dinul Islam."
" Sebelumnya perkenalkan nama saya Jamal bukan Jamal Mirdad ya.. tapi Jamaludin ha...ha...ha...saya disini sebagai perwakilan dari kakak saya Haji Abdullah mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran keluarga Haji Kholil berkunjung ke rumah kami dan kalau boleh saya tahu ada keperluan apakah sehingga keluarga Haji Kholil berkunjung ke rumah kami ini." ucap om Jamal sambil memberikan mik ke arah keluarga Haji Kholil.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh."
" Sebelumnya perkenalkan nama saya Andi, saya disini sebagai perwakilan dari kakak saya Haji Kholil untuk menjawab pertanyaan saudara Jamal. Tapi sebelumnya saya ingin minta maaf yang sebesar besarnya terlebih dahulu kepada keluarga Haji Abdullah , karena saya acara ini menjadi serba dadakan."
" Saya kemarin waktu berangkat kesini tidak tahu kalau bakal ada acara ini , sedangkan saya cuma izin cuti tiga hari saja dan juga saya sudah terlanjur memesan tiket pulang untuk besok. Karena itu saya minta acara perkenalan ini bisa dilakukan hari ini agar saya bisa ikut acara ini. Sekali lagi saya minta maaf karena sudah merepotkan keluarga Haji Abdullah."
" Dan adapun kedatangan kami ke sini adalah untuk bersilaturahmi dan juga untuk memperkenalkan keluarga kami dengan tujuan agar hubungan ini bisa menjadi sebuah hubungan keluarga dengan adanya perjodohan antara Keponakan saya Adi dengan putri Haji Abdullah yang bernama Zahra . Apakah kedatangan kami ini bisa diterima oleh keluarga Haji Abdullah?"
Ujar paman Andi sambil menyerahkan mik kepada om Jamal.
" Alhamdulillah saya terima dengan tangan terbuka niatan baik keluarga Haji Kholil untuk menjalin hubungan keluarga dengan adanya perjodohan antara nak Adi dengan keponakan saya Zahra. Dan bagaimana kalau mumpung kita berkumpul di sini kita bahas juga tentang penetapan tanggal lamaran dan tanggal pernikahan juga ?" tanya om Jamal sambil mengedarkan pandangan ke arah saudaranya dan juga keluarga Haji Kholil untuk meminta pendapat mereka.
Setelah ucapan om Jamal tadi kedua keluarga itu mulai berembuk untuk menentukan tanggal baik untuk dilaksanakannya acara lamaran dan pernikahan.
Beberapa waktu kemudian tercapailah kesepakatan diantara mereka tentang penetapan tanggal lamaran yang akan di laksanakan sebulan kemudian dan tanggal pernikahan yang akan dilaksanakan setahun kemudian.
Setelah selesai pembahasan itu mereka mulai makan malam bersama . Dan tak lama kemudian mereka undur diri .
" Terima kasih banyak atas jamuannya pak Haji maaf jika merepotkan karena kami datang dadakan seperti ini." ucap Haji Kholil kepada Haji Abdullah.
" Tidak merepotkan sama sekali, saya malah senang sekali pak Haji bisa berkunjung ke rumah kami. " jawab Haji Abdullah
__ADS_1
Mereka saling bersalaman dan kemudian mengantar kepergian keluarga Haji Kholil hingga teras rumah.