
Zahra PoV
Ketika ayah mengajakku berbicara yang menurutku lebih seperti memberi wasiat kepada ku, karena pembicaraan itu terjadi ketika ayah sedang sakit dan beliau berbicara sambil terbaring di atas ranjangnya. Sebenarnya aku ingin menolak dan menentang perjodohan itu. Namun melihat kondisi ayah yang tampak lemah terbaring diatas ranjang membuatku tidak tega dan mengurungkan niatku untuk menentang nya. Aku takut penyakit ayah akan semakin parah jika aku menentang keinginannya itu.
Aku menolak perjodohan itu karena aku masih berharap dapat melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi. Aku ingin menggapai cita-cita ku. Dari kecil aku sudah bercita - cita menjadi seorang dokter. Namun ayahku tidak tertarik sama sekali untuk mewujudkan cita - citaku itu.
Selain karena ingin melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi. Aku menolak perjodohan itu karena orang yang dijodohkan denganku katanya jelek. Memang terdengar jahat , karena aku belum pernah melihat wajahnya tapi sudah menganggapnya jelek gara-gara ucapan mbak Fara. Tapi mau bagaimana lagi , aku sudah terlanjur ilfil padanya .
Saat itu aku bingung harus bagaimana sehingga akhirnya aku meminta tolong kepada ibu untuk membujuk ayah agar mau membatalkan perjodohan itu. Kebetulan saat itu ayah sedang pergi keluar rumah untuk ikut kerja bakti di masjid, sehingga aku lebih leluasa berbicara dengan ibu.
Ku dekati ibu yang saat itu sedang menyiram bunga dihalaman rumah. Dan mengajaknya berbicara.
__ADS_1
" Bu bisa bicara sebentar Bu."
"Ya tentu saja Ra... memangnya mau ngomong apa sih ?"
Tanya ibu sambil menyiram bunga
" Bu tolong bantu Zahra dong bu untuk membujuk ayah agar membatalkan perjodohan Zahra dengan lelaki pilihan ayah."
" Sebentar ibu bereskan dulu selang airnya."
" Ra.... ibu minta maaf sebelumnya karena tidak bisa membujuk ayahmu agar mau membatalkan perjodohanmu dengan lelaki itu."
__ADS_1
Kata ibu sambil memelukku erat dan mengusap kepalaku lembut. Aku hanya diam mendengar perkataan ibu .
" Kami....ibu ..mbak Fara dan mas Syarif sudah berusaha keras untuk membujuk ayahmu tapi tetap tidak bisa merubah pendiriannya. Mungkin ini sudah takdirmu Ra. Mohonlah petunjuk kepada Allah SWT. Karena mungkin yang menurut kita buruk itu adalah yang terbaik buat kita."
Saat itu hatiku sangat sedih sekali karena aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membatalkan perjodohan itu. Ketika aku meminta tolong kepada ibu untuk Ibuku sudah angkat tangan karena tidak bisa mengubah keputusan ayah. Begitupun dengan mbak Fara, bahkan dia meminta maaf kepadaku karena tidak berhasil mengubah keputusan ayah. Aku merasa saat ini akubagaikan kambing kurban yang pasrah menanti waktunya untuk disembelih.
Disaat aku tidak memiliki tempat untuk merajuk hanya kepada Nya lah tempatku memohon. Di sepertiga waktu malam ku bentangkan sajadahku untuk bermunajat kepada Nya. Ku luapkan segala sesak didalam hatiku. Memohon petunjuk kepada Nya dari kegamangan hatiku.
Untaian doa penuh harapan ku ucapkan. Hanya berharap kepada Nya agar apa yang membuat hatiku sesak bisa teratasi.
" Ya Allah jika memang dia adalah jodohku maka dekatkanlah dan jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah. Engkaulah yang maha mengetahui segala sesuatu yang tidak bisa kami ketahui. Jika memang dia bukan jodohku maka lembutkanlah hati ayah agar bisa menerimanya. Namun jika dia adalah jodohku maka lapangkan hatiku untuk bisa menerima dia sebagai jodoh ku... aamiin."
__ADS_1
Tidak ku pungkiri memang setelah aku mendekatkan diri kepada Allah SWT hatiku merasa damai. Tidak ada lagi kegalauan di dalam hatiku. kujalani hari ku dengan penuh syukur.
Masalah perjodohan itu aku sudah tidak ambil pusing lagi. Semua sudah ku serahkan kepada Allah SWT . Semua sudah tercatat di Lauhul Mahfudz . Kita sebagai hamba Nya hanya mampu menjalaninya saja berharap ridlo Nya.