Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
menjemput jodoh part 3


__ADS_3

Setelah dari rumah Haji Abdullah , Adi tidak mengantarkan Karno pulang ke rumahnya karena memang tadi Karno mengendarai sepeda motornya sendiri ketika pergi ke rumah Adi . Dan saat ini sepeda motor Karno ada di rumah Adi karena Karno menitipkannya di sana .


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya sampailah mereka didepan rumah Adi . Ketika mereka memasuki halaman rumah Adi , mereka melihat ada beberapa sepeda motor yang terparkir berjajar di halaman rumah Adi. Adi berpikir mungkin saja ada tamu didalam rumahnya . Dan ternyata benar dugaannya itu. Ketika dia berjalan kearah teras rumahnya setelah memarkirkan sepeda motornya , dia melihat dari kaca jendela ada ayah , Haji Rojak dan juga pamannya yang sedang mengobrol diruang tamu.


Adi sedang melangkahkan kakinya ke arah ruang tamu ketika Karno yang berjalan di belakangnya berbisik di telinganya sambil cekikikan.


" Ha..ha .ha... mampus Lo bakal diinterogasi sama geng bapak - bapak kepo...ha..ha..ha .."


Adi hanya bisa nyengir saja mendengar ucapan Karno , karena memang dia juga sudah menduga hal itu. Namun dia tetap melanjutkan langkah kaki nya dan mengucapkan salam begitu sampai di depan pintu rumahnya.


"Assalamualaikum "


Sontak saja semua orang yang berada di ruang tamu itu mengarahkan pandangan matanya menuju ke arah pintu dan menjawab salam yang dilontarkan oleh Adi dan Karno.


" Wa'alaikumsalam "


" Wah..wah..wah.. akhirnya yang kita tunggu - tunggu dari tadi datang juga. Sini Di..duduk sini." ujar paman.


Adi melangkahkan kakinya menuju ke arah ayahnya dan menjulurkan tangannya kearah ayahnya untuk bersalaman . Diciumnya punggung tangan ayahnya yang telah membesarkannya itu dengan takzim. Setelah itu ia melanjutkan langkahnya menuju ke arah paman dan Haji Rojak untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukannya kepada ayahnya tadi.


Setelah Adi selesai bersalaman ia mendudukkan tubuhnya di atas kursi yang masih kosong begitu juga dengan Karno. Baru saja ia duduk , ayahnya langsung memberondongnya dengan pertanyaan.


" Bagaimana Di.. perjalanannya tadi ? Kamu tidak sampai tersesat kan ?"

__ADS_1


" Alhamdulillah yah Adi tadi tidak tersesat, karena sebelum berangkat ke rumah Haji Abdullah tadi, saya sudah menelepon Haji Abdullah terlebih dahulu untuk menanyakan dengan detail alamat lengkapnya. Dan akhirnya kami putuskan untuk janjian bertemu di depan minimarket di desanya untuk memudahkan kami agar tidak tersesat."


Ayah Adi nampak mengangguk - anggukan kepalanya lalu melanjutkan pertanyaannya.


" Terus bagaimana menurutmu dengan putri Haji Abdullah ? Apakah kamu tertarik dengannya ?"


Adi bingung untuk menjawabnya karena dia tahu ayahnya pasti akan marah dengan kebodohannya itu. Tapi dia tetap harus jujur menceritakan tentang kebodohan itu meskipun dengan hati gugup.


" Ehm ... Maaf yah, tadi Adi cuma lihat jemari tangannya saja jadi belum bisa memberikan ayah jawaban atas pertanyaan ayah ."


" Hah..yang benar saja kamu Adi , masak kamu hanya melihat jemari tangannya saja . Tujuan kamu datang ke sana kan untuk melihat seperti apa putri Haji Abdullah itu. Ah kamu itu buat apa jauh - jauh ke sana kalau hanya melihat jemari tangannya saja, bikin ayah kesal saja. " Ujar ayah Adi sengit mendengar perkataan putranya itu.


Ayah Adi merasa bahwa Adi tidak menanggapi dengan serius perjodohan itu , sehingga Adi berbuat seperti itu. Beliau sangat kesal dengan perbuatan putra nya itu.


" Di.. Di ..kamu itu bagaimana sih Di ...di suruh melihat anak gadis orang malah yang dilihat jemari tangannya saja . Kalau dia bibirnya sumbing bagaimana, masih mau kamu sama dia?"


" Ya .. biarkan saja, salahnya sendiri tidak melihat dengan jelas. Kalau memang sudah jodohnya mau bagaimana lagi." ucap ayah Adi sinis.


Karno kasihan melihat wajah Adi yang terlihat pias karena dimarahi oleh ayahnya itu. Dia bermaksud untuk membantu Adi agar Adi tidak dimarahi oleh ayahnya lagi.


" Sebenarnya tadi Adi gugup karena melihat kecantikan dari putri Haji Abdullah pak Haji, saking gugupnya dia sampai menundukkan wajahnya sehingga dia hanya dapat melihat jemari tangannya saja . Maklum pak Haji , si Adi kan sudah kelamaan jomblo makanya lihat cewek cantik dikit langsung gugup dia ha.. ha.. ha ."


Paman dan Haji Rojak tertawa mendengar penuturan Karno. Dan olokan Karno itu membuat paman juga ikutan mengolok - olok Adi .

__ADS_1


" Ha..ha..ha... Di . . Di... Kayak anak gadis yang mau dilamar aja kamu pakai gugup segala ."olok paman yang disusul suara tawa Haji Rojak dan Karno.


Haji Kholil dan Adi hanya diam mendengar olokan paman , Haji Rojak dan Karno dengan pikiran yang berkecamuk dibenak mereka sendiri - sendiri.Jika didalam pikiran Adi berharap ayahnya percaya dengan ucapan Karno . Maka didalam pikiran Haji Kholil , beliau tidak percaya dengan penuturan Karno .


" Apa benar ucapanmu itu Karno ?" tanya Haji Kholil sambil menatap Karno tajam.


" Tentu saja pak Haji, mana mungkin saya berani berbohong pada pak Haji. Buat apa juga saya berbohong, wong tidak ada gunanya bagi saya." jawab Karno dengan mimik wajah yang dibuat semeyekinkan mungkin agar Haji Kholil percaya kepadanya.


Haji Kholil menghembuskan nafasnya kasar, kemudian dia mengalihkan pandangan ke arah putranya Adi.


" Ayah tidak pernah memaksamu untuk menerima perjodohan ini, karena nanti yang akan menjalaninya adalah kamu sendiri. Jika kamu memang menolak perjodohan ini lalu kenapa kamu setuju waktu ayah menyuruhmu untuk melihat gadis itu , ayah nggak suka kamu menganggap perjodohan ini hanyalah sebagai permain saja."


" Ayah...Adi nggak pernah sekalipun menganggap perjodohan ini sebagai permainan saja . Adi terus terang tertarik untuk menjalani perjodohan ini karena Adi sudah malas untuk pacaran . Adi tidak pernah main - main yah , masalah Adi yang hanya melihat jemari tangannya saja mungkin memang benar apa yang dibilang Karno bahwa Adi gugup . Tapi yang jelas Adi serius menjalani perjodohan ini."


" Kalau kamu memang serius menjalani perjodohan ini berarti kamu menerima perjodohan ini bukan ?"


" Maaf yah , untuk masalah itu saya masih belum bisa menjawabnya sekarang yah, karena saya ingin mencari petunjuk dari Allah SWT terlebih dahulu. Saat ini Adi masih ragu apakah putri Haji Abdullahi itu adalah jodoh yang terbaik buat saya. Bukankah tadi ayah pernah bilang bahwa ayah tidak akan memaksa Adi untuk menerima perjodohan ini?"


"Ya ..benar.. ayah tidak akan memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini, ayah cuma merasa kesal dengan kelakuan kamu yang terkesan main - main. Jika memang kamu berniat untuk meminta petunjuk Kepada Allah SWT terlebih dahulu maka ayah setuju dan ayah akan menunggu hasil keputusanmu"


" Terima kasih ayah atas pengertiannya , Adi minta maaf karena sudah membuat ayah kesal"


" Sama - sama Adi ayah juga minta maaf karena sudah salah paham dengan mu"

__ADS_1


Kedua orang tua dan anak itu akhirnya saling berpelukan.


__ADS_2