
Setelah hampir tiga puluh menit berkendara dengan menggunakan ojek online akhirnya Zahra sampai juga dirumah mbak Fara. Zahra segera membuka helm yang di pakainya dan mengembalikannya pada driver ojek online lalu membayarnya .
Zahra melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu rumah Mbak Fara. Diketuknya pintu rumah mbak Fara yang terlihat sepi itu.
Tok
Tok
Tok
" Assalamualaikum " ucap Zahra.
Tak berapa lama kemudian pintu rumah itupun terbuka dan menampakkan wajah mbak Fara.
" Wa'alaikumsalam, masuk Ra.... " ucap mbak Fara sambil membuka pintu lebih lebar lagi agar Zahra bisa masuk ke dalam.
" Naya mana mbak ?" tanya Zahra ketika dia tidak melihat keberadaan keponakannya itu saat masuk ke dalam rumah.
" Habis mandi sama sarapan langsung tidur lagi dia." ucap mbak Fara.
"Oh makanya kok sepi ." ucap Zahra .
__ADS_1
" Kamu duduk dulu Ra...mbak ngelanjutin jemur pakaian dulu mumpung Naya masih tidur." ujar mbak Fara sambil menuju kebelakang rumahnya .
" Santai saja mbak .." ucap Zahra sambil mengeluarkan hp dari tasnya.
Zahra sedang asyik membaca novel online di hpnya tiba - tiba mendengar suara anak kecil menangis dari arah kamar. Zahra segera meletakkan hpnya diatas meja lalu menuju kearah kamar. Di bukanya pintu kamar itu dan tampaklah Naya yang sedang menangis mencari mamanya.
" Mama... Mama.... " panggil Naya dalam tangisannya.
" Oh Naya sayang.... ada apa Nay... digigit nyamuk ya sayang." ucap Zahra berusaha menenangkan Naya sambil mengelus punggungnya.
" Ada apa sayang...anak gantengnya mama kok nangis sih...di gigit nyamuk ya.. " ucap mbak Fara begitu masuk ke dalam kamar.
Mbak Fara mengambil botol susu yang ada di atas nakas lalu memberikannya kepada Naya. Naya menerima botol susu itu dan mengisapnya sambil tiduran. Mbak Fara menepuk pantat Naya dengan lembut. Naya yang memang masih mengantuk mulai tertidur lagi. Setelah melihat putranya itu tertidur pulas, mbak Fara mengajak Zahra untuk keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang keluarga.
" Sudah...oh ya .. katanya mau curhat...curhat aja sekarang mumpung Naya lagi tidur " ucap mbak Fara duduk disebelah Zahra.
" Mbak ...mbak dulu waktu dijodohkan dengan mas Arif pernah nggak merasa sedih , marah kecewa secara bersamaan." tanya Zahra.
" Ya tentu saja Ra, malah lebih kompleks mbak Fara dari pada kamu. Mbak Fara juga patah hati karena harus putus dari pacar mbak." ucap mbak Fara.
" Mbak pernah nyesel nggak sih mbak, karena harus putus dari pacar mbak dan malah menikah dengan pria pilihan ayah." tanya Zahra.
__ADS_1
" Nyesel sih enggak Ra., tapi dulu waktu awal - awal sempat kesal dengan ayah yang tukang paksa". Ucap mbak Fara.
" Kalau sekarang gimana?" tanya Zahra.
" Mbak malah bersyukur banget karena bisa menikah dengan mas Arif. Mas Arif itu orangnya sabar banget sama mbak. Nggak kebayang kalau dulu mbak Fara jadi menikah dengan pacar mbak . Bisa-bisa setiap hari kita bertengkar karena kita sama - sama nggak pernah mau mengalah." ucap Mbak Fara.
" Lalu apa yang membuat kamu tidak mau dengan perjodohan ini, padahal kamu kan tidak punya pacar?" tanya Mbak Fara.
" Ya ... karena Zahra masih ingin kuliah dan menggapai cita-cita Zahra." jawab Zahra.
" Yakin kamu... karena itu.., kalau seumpama yang dijodohkan dengan kamu adalah Jimin gimana ,mau nggak kamu dijodohkan ? " tanya mbak Fara.
" Ya maulah masak enggak..ha ..ha ...ha.." ucap Zahra sambil tertawa.
" Berarti yang menjadi alasan kamu menolak perjodohan itu bukan karena ingin meraih cita - cita tapi karena kamu tidak suka dengan orang yang dijodohkan dengan kamu, iya kan ..ngaku aja deh kamu." cerca mbak Fara.
" He...he..he.. Iya juga sih mbak , habis dia gendut..." ucap Zahra membela diri.
" Jadi alasannya karena Adi gendut iya .. Itu sih gampang Ra.. Nanti kalau sudah menikah dengan Adi ,kamu suruh aja dia untuk diet. Mudah kan ." ucap mbak Fara.
" Iya juga sih ya ... Oke deh nanti setelah menikah nggak aku kasih makan aku suruh olahraga terus biar langsing." ucap Zahra.
__ADS_1
" Bukannya kurus malah mati si Adi nanti kalau begitu." sinis mbak Fara.
Pembicaraan mereka terhenti begitu mereka mendengar suara Naya menangis. Mereka berdua lalu berjalan menuju ke arah kamar dimana Naya tidur untuk menenangkannya.