
Setelah pembicaraannya dengan ayahnya yang lebih seperti sebuah wasiat itu, membuat Zahra terpaksa menerima perjodohan itu. Dia lebih memilih menerima perjodohan itu dari pada harus melihat ayahnya sakit.
Sebenarnya mudah saja bagi Zahra menerima perjodohan itu karena saat ini dia tidak memiliki seseorang yang spesial di hatinya. Hanya saja bayangan tentang penampilan orang yang akan dijodohkan dengannya yang katanya gendut itu membuat Zahra merasa berat menerima perjodohan itu.
Akhirnya dia hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Dia meluapkan semua kegundahan dalam hatinya itu di setiap sujud panjangnya . Karena hanya kepada Nya lah tempatnya bersimpuh.
Zahra baru saja selesai menyisir rambutnya ketika pintu kamarnya di ketok.
Tok
Tok
Tok
" Iya sebentar"
Ucapnya sambil memakai jilbab. Setelah memakai jilbab, Zahra membuka pintu kamarnya. Dan setelah pintu kamarnya terbuka , tampaklah mbak Fara yang tersenyum sambil menggendong Naya .
" Hai Naya sayang...yuk ikut Tante yuk ..."
Ucap Zahra sambil mengulurkan kedua tangannya, mencoba membujuk keponakannya itu agar mau ikut dengannya. Namun keponakannya itu tidak mau ikut dengannya dengan menepis tangan Zahra yang terulur dengan tangan kecilnya. Lalu Zahra mencoba lagi untuk membujuknya .
" Tante punya boneka beruang besar loh .. , tu lihat ada didalam kamar tante di atas ranjang itu..yuk ikut Tante yuk. Kita main boneka beruang."
Kata Zahra sambil membuka pintu kamarnya lebih lebar agar keponakannya itu bisa melihat boneka Teddy bear yang berada di atas ranjangnya. Dan akhirnya keponakannya itu pun mau ikut dengannya.
Zahra menggendong keponakannya itu kearah ranjang dan didudukkan keponakannya itu di atas ranjang. Lalu ia dan mbak Fara ikut duduk di tepi ranjang.
Zahra sedang asyik bermain boneka dengan keponakannya ketika mbak Fara yang sedari tadi diam akhirnya mengajaknya berbicara.
" Ra.. Maafin mbak Fara ya ..mbak Fara sudah berusaha untuk membujuk ayah agar mau merubah keputusannya, namun ayah tetap kekeh dengan keputusannya itu untuk menjodohkan kamu dengan lelaki pilihannya."
Zahra mengalihkan pandangan ke arah mbak Fara. Lalu berkata dengan wajah sendu.
" Iya mbak..Nggak apa-apa kok , terimakasih mbak Fara sudah mau membantuku , mungkin ini sudah menjadi jalan takdir Zahra untuk menikah dengan lelaki pilihan ayah"
__ADS_1
" Kamu kok jadi pasrah kayak gini sih Ra... mbak Fara jadi merasa bersalah sama kamu.."
" La.. terus aku harus guling - guling gitu karena dipaksa nikah... Ah ada - ada saja mbak Fara itu" ucap Zahra sambil menggeser posisi nya ke arah keponakannya , lalu melanjutkan perkataannya lagi
" Mbak Fara nggak salah apa - apa sama Zahra, mau bagaimanapun juga kita berusaha untuk menolak perjodohan itu, kalau itu memang jodoh Zahra mau gimana lagi. Zahra hanya berusaha ikhlas menerima takdir Zahra."
" Ra .. kamu nggak marah kan sama mbak "
" Masya Allah mbak Fara , demi Allah Zahra nggak marah sama mbak Fara. Selama beberapa hari ini Zahra sudah memohon petunjuk kepada Allah . Sehingga akhirnya Zahra pasrah dengan takdir Zahra."
" Kamu sudah sholat istikharah Ra..,terus bagaimana hasilnya "
" Nggak tahu sih mbak , soalnya aku nggak pernah mimpi apa - apa seperti yang orang-orang bilang, tapi aku merasa mantap saja didalam hati ini menjalani perjodohan ini. Memangnya dulu waktu mbak Fara sholat istikharah untuk meminta petunjuk hasilnya seperti apa ?"
" Ya ...kurang lebih juga sama seperti mu Ra.., mbak juga nggak mimpi apa - apa setelah menjalankan sholat istikharah. Namun hati mbak jadi semakin yakin menerima perjodohan itu setelah menjalankan sholat istikharah. Kamu pasti ingatkan dulu, waktu ayah memberi tahu mbak kalau mbak dijodohkan dengan lelaki pilihannya, mbak sampai nangis semalaman "
" Ha....ha...ha.. iya .. iya aku ingat, waktu itu kan mbak Fara masih pacaran sama mas Ibnu, tapi ayah tidak merestui hubungan kalian malah dijodohkan sama mas Arif ha..ha.ha..."
" Iya karena itu mbak Fara sampai nangis semalaman. Hati mbak sakit karena disuruh putus dengan pemilik hati mbak dan malah dipaksa menikah dengan lelaki pilihan ayah. La.. kamu ngapain pakai nangis segala, wong kamu jomblo gitu ha ...ha..ha.."
" Ah.. Lagak Lo kayak tahu aja bagaimana rasanya patah hati itu, pakai membandingkan dengan dirimu yang hanya gagal mencapai impian mu. Orang jomblo nggak bakal tahu rasanya orang patah hati itu seperti apa, karena sakitnya tu disini. Sakit banget." ucap mbak Fara sambil menunjuk dadanya.
" Sakit ..sakit . Sakitnya tu di sini..."
Zahra mengejek mbak Fara dengan menyanyikan sebait lagu dangdut sambil menunjuk - nunjuk dadanya. Yang kemudian ditirukan oleh keponakannya sambil berjoget.
" Atit ..atit. .atit tu ini"
Mbak Fara dan Zahra tertawa melihat Naya yang menyanyi dan berjoget. Akhirnya merekapun bersama-sama menyanyikan lagu sakitnya tuh di sini yang di nyanyikan oleh Cita Citata.
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
__ADS_1
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku
Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku
Sakit sakit
Sakitnya tuh di sini
Sakit sakit
Sakitnya tuh di sini
Mereka tertawa melihat Naya yang ikut menyanyi dengan suara cadelnya dan berjoget menggoyangkan badannya. Sejenak Zahra melupakan kegalauan yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
Memang Zahra juga manusia biasa yang juga butuh refreshing untuk menjernihkan pikirannya . Tidak perlu berlibur ke tempat yang mahal dan mewah . Cukup bersama dengan keluarga terkasihnya yang memberinya semangat untuk bisa melewati hari - harinya Zahra bisa bahagia.