
Hasil musyawarah antara keluarga Adi dan keluarga Zahra akhirnya memutuskan bahwa tanggal pernikahan Adi dan Zahra akan diselenggarakan tiga bulan lagi yang bertepatan pada bulan Syawal. Hal itu membuat ibu panik karena acara pernikahan antara Adi dan Zahra akan di laksanakan beberapa hari setelah idul Fitri . Ibu memarahi ayah karena mau saja menerima perubahan tanggal pernikahan Adi dan Zahra itu tanpa berunding dulu dengan dirinya.
" Yah ...yah kok nggak tanya ibu dulu sih yah .. Ujung - ujungnya ibu juga yang repot kan kalau begini. Selain harga kebutuhan pokok yang pada naik semua karena bertepatan dengan idul Fitri. Ibu juga bingung mencari catering ,gedung dan MUA yang mau menerima pada hari itu ah.. Ayah itu bikin ibu pusing aja tau nggak sih." ucap ibu ngegas.
" Ya..nanti kita cari sama-sama Bu , jangan marah-marah dulu. Daripada ibu marah - marah lebih baik sekarang kita kumpulkan anak-anak untuk kita ajak berembuk agar semua segera teratasi." ucap ayah sambil mengeluarkan hpnya dari saku celananya, berniat untuk menghubungi anak-anaknya.
...****************...
Seluruh anak dan menantu serta cucunya sudah berkumpul di rumahnya untuk membahas acara pernikahan Adi dan Zahra yang akan di laksanakan tiga bulan lagi.
" Bagaimana kalau kita serahkan kepada WO aja , jadi kita tinggal terima beres saja tidak perlu bingung - bingung mikirin perintilan acara." ucap mas Syarif.
" Iya sih mas memang enak tidak repot sama sekali, tapi biayanya bisa dua kali lipat dari biaya kalau kita mengurusnya sendiri." ujar mbak Fara .
__ADS_1
" Waktunya sudah mendesak Far , kalau kita tidak punya kenalan kita bakal susah cari catering , gedung dan MUA pada hari itu." ucap mas Syarif.
" Untuk MUA dan dekorasi gedung Fara sudah menghubungi mbak Sri yang dulu merias Zahra waktu acara lamaran Zahra kemarin , dan alhamdulilah dia bersedia. Sedangkan untuk cateringnya kan mas Syarif bisa menghubungi teman mas Syarif yang kemarin mas Syarif hubungi untuk acara lamarannya Zahra." ucap mbak Fara.
" Oh.. iya.. lupa aku , sebentar aku hubungi dulu temanku itu, bisa tidak dia menghandle catering untuk acara pernikahan Zahra." ucap mas Syarif sambil membawa hpnya menjauh dari ruang keluarga.
" Kalau seumpama temannya mas Syarif bisa menghandle cateringnya kita tinggal mengurus masalah gedungnya, ayah punya saran tidak?" tanya Mbak Fara.
" Kalau di adakan di rumah kan tidak apa-apa Far , halaman rumah kita luas lumayan juga bisa menghemat pengeluaran." ucap ayah.
" Namanya juga momen pernikahan plus silaturahmi, jadi akan lebih baik jika diadakan di rumah saja." ucap ayah tak mau kalah.
Ketika ayah dan ibu sedang berdebat , mas Syarif datang kembali setelah selesai menelepon temannya.
__ADS_1
Bagaimana mas, apa teman mas Syarif yang punya catering bisa menghandle makanan untuk acara pernikahan Zahra ?".tanya Mbak Fara begitu melihat mas Syarif datang mendekat.
" Alhamdulillah dia bisa menghandle masalah makanan untuk acara pernikahan Zahra." ucap mas Syarif.
" Alhamdulillah, berarti sekarang hanya tinggal masalah gedungnya saja." ucap mbak Fara.
" Loh la untuk undangan, dokumentasi, suvenir dan printilan yang lain tidak dipikirkan juga ?" tanya mbak Lia.
" Itu sih masalah gampang mbak, yang penting gedung, catering sama MUAnya sudah dapat dihendle terlebih dahulu." ucap mbak Fara.
" Bagaimana ini masalah gedungnya" tanya mas Arif.
" Biar ayah saja yang cari gedungnya, salah sendiri main setuju - setuju saja nggak tahu apa kalau buat acara pas idul Fitri itu sulit buat cari catering atau gedung yang buka untung saja ada yang mau bantu untuk catering dan MUA nya kalau tidak bisa pusing ini kepala ibu." ujar ibu kesal.
__ADS_1
Panik tidak itu ayah jadinya....Jelas panik lah masak enggak.....