Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
mencoba mengulur waktu


__ADS_3

Ketika hendak menaiki anak tangga menuju kamarnya, Zahra tiba-tiba merasa haus . Zahra lalu memutar tubuhnya dan berjalan menuju ke arah dapur. Ayah dan ibu yang melihatnya tidak jadi pergi ke kamarnya lalu berjalan menghampirinya.


" Zahra haus.. mau minum....nggak boleh memangnya.." ucap Zahra sambil menuangkan air ke dalam gelas.


" Siapa juga yang ngelarang...wong ayah dan ibu kesini mau minum juga kok .." jawab ibu sambil mengambil gelas .


" Iya ... memangnya kamu saja yang haus. ..kami juga haus kok .." ucap ayah.


Setelah selesai minum Zahra lalu berjalan menuju ke arah kulkas untuk mengambil bolu marmer. Ibu yang melihat Zahra mengambil bolu marmer jadi teringat dengan bolu marmer yang dibuatnya tadi.


" Masyaallah...sampai lupa ibu kalau tadi ibu buat bolu marmer. Ayah mau?" tanya ibu.


" Mau dong Bu ...tapi makan bolu paling enak itu ditemani dengan secangkir kopi Bu.." ucap ayah.


" Teh saja ya yah ..sudah malam ini ... nanti tidak bisa tidur loh ..kalau minum kopi.." ucap ibu


" Iya deh ..terserah ibu saja..." ucap ayah.


Ibu lalu membuat dua cangkir teh untuk ayah dan dirinya sendiri. Ketika beliau berbalik arah hendak mengambil bolu marmer di dalam kulkas, beliau melihat Zahra masih asyik makan bolu dimeja makan.


" Kamu itu makan nggak ingat suami... seharusnya tadi itu kamu tawari suami kamu itu...lalu makan sama - sama..." ucap ibu.


" Zahra lupa Bu...ini juga baru ingat waktu buka kulkas...ya sudah ... Zahra panggil mas Adi untuk makan sama - sama..." ucap Zahra.

__ADS_1


" Ih.. kamu itu suka ngambekan..suami kamu kan sedang istirahat sekarang...biarkan saja dia..kasihan ..besok kan harus berangkat kerja pagi - pagi.. " ucap ibu.


" Iya Ra...sudah cepat..kamu habiskan bolumu itu lalu segera istirahat..kamu besok kan harus menggantikan mas Arya di toko.." ucap ayah.


" Iya...iya...makan kalau terburu - buru itu tidak baik.. bisa tersedak nanti." ucap Zahra.


" Iya ...sudah sana makan.." ucap ibu.


" Loh.. tumben Bu bolunya kok nggak lembut kayak biasanya ..?" tanya ayah.


" Iya ..tadi ibu nggak pakai resep biasanya soalnya telur ibu tinggal sedikit ..akhirnya kita cari resep bolu marmer dengan bahan yang telurnya sedikit di hp dan inilah hasilnya .." jawab ibu.


" Lain kali kalau mau bikin bolu pakai resep biasanya saja bu...ini rasanya kayak bolu marmer yang dijual di pasar.." ucap ayah.


" Lumayan apanya sih Ra..wong beda banget gini loh rasanya sama bolu yang biasanya dibuat sama ibu kamu..." ucap ayah nggak mau kalah.


" Ya udah kalau nggak enak biar Zahra saja yang menghabiskan.." ucap Zahra sambil mengambil piring yang berisi bolu marmer didepan ayahnya.


" Eh ..eh...eh... Mau dibawa kemana bolunya?" ucap ayah sambil berusaha merebut piring yang berisi bolu dari tangan Zahra.


" Katanya nggak mau..." ucap Zahra.


"Siapa yang bilang nggak mau sih .. ayah mau kok ..ayah tadi kan cuma bilang kalau rasanya tidak seenak biasanya saja.." ucap ayah.

__ADS_1


" Aduh ... nggak usah berebut seperti ini dong. Dikulkas kan masih ada..." ucap ibu sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil bolu marmer .


" Nggak usah Bu... Sebenarnya ayah sudah kenyang kok...lagian sebentar lagi juga mau tidur..." ucap ayah.


Ibu lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju meja makan.


" Kamu itu mau tidur Ra ..Jangan makan bolu terlalu banyak ..nanti gendut kamu .." ucap ibu.


" Ya nggak apa-apa Bu...kan mas Adi gendut jadi aku harus gendut juga biar serasi.." ucap Zahra.


" Ya nggak gitu juga Ra ...kamu itu harusnya bisa merawat tubuh kamu ...biar suami kamu makin sayang sama kamu dan tidak akan melirik wanita lain.." ucap ibu.


" Masak wanita saja sih Bu... yang disuruh untuk merawat diri... seharusnya lelaki pun juga sama harus bisa merawat tubuh nya agar istrinya makin sayang dan tidak melirik pria lain..." ucap Zahra.


" Ya..udah .. terserah kamu saja...sudah malam ini... ayo.. sana ..tidur..." ucap ibu sambil mengambil piring bolu didepan Zahra.


" Eh.. bu... jangan diambil.." ucap Zahra.


" Sudah malam ..sana tidur ...besok kan harus gantiin mas Arya ditoko..." ucap ibu.


" Masih jam sembilan ini Bu.." ucap Zahra.


" Ra...sudah sana tidur ... kasihan suamimu dari tadi tidur sendirian di kamar..." ucap ayah.

__ADS_1


Kalau ayahnya yang bicara Zahra tidak bisa lagi berkutik . Zahra akhirnya dengan langkah gontai berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2