Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Marhaban ya Ramadhan


__ADS_3

Akhirnya bulan yang ditunggu - tunggu oleh semua umat Islam di seluruh penjuru dunia datang juga. Semua orang bersuka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan termasuk juga Zahra dan keluarganya.


Zahra yang merasa ini adalah momen terakhir baginya untuk bisa berkumpul dengan anggota keluarganya di bulan suci Ramadhan membuat Zahra mendadak menjadi mellow. Zahra sedih saat memikirkan bahwa kemungkinan besar tahun depan dia tidak bisa menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan dengan keluarganya namun dia akan menjalaninya dengan keluarga barunya yaitu keluarga Adi.


Ketika Zahra sedang merenung tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


'" Jangan bengong saja nanti kamu kesambet nenek gayung tau rasa kamu ."


" Ih ....ibu... kebiasaan deh ...ngagetin Zahra saja " ucap Zahra kepada orang yang telah menepuk pundaknya.


" Lagi ngelamunin apa sih Ra...kamu ini..." tanya ibu.


" Nggak ngelamun sih Bu...cuma sedih aja kalau mengingat sepertinya ini adalah momen terakhir Zahra menjalankan ibadah puasa Ramadhan dirumah ini." ucap Zahra dengan wajah sendu.


" Ya nggak lah...kamu kan bisa menginap disini seperti yang di lakukan oleh mbak Fara dan mas Syarif kalau mereka lagi kangen rumah." ucap ibu sambil mengelus kepala Zahra.


" Ya beda lah Bu mereka paling menginap hanya sehari , dua hari lalu balik lagi kerumah mereka masing - masing " elak Zahra.


" Kalau kamu mau sebulan tinggal di rumah juga tidak apa-apa Ra .." ujar ibu.


" Ya nggak bisalah Bu...kalau Zahra sudah berkeluarga nanti pasti Zahra harus mendengarkan apa kata suami. Kalau diizinkan sih Alhamdulillah, kalau tidak ... masak Zahra harus guling - guling biar dikasih izin." ucap Zahra.


" Ih ...anak bontot ibu sudah besar ternyata " ucap ibu sambil memeluk Zahra sayang.


" Memang aku sudah besar ...kalau masih kecil...nggak mungkin Zahra dipaksa nikah " ucap Zahra nyinyir.

__ADS_1


" Eh ..Ra.. bagaimana kalau kita buat bulan suci Ramadan kali ini lebih bermakna buat kita." usul ibu.


" Maksudnya..?" tanya Zahra.


" Ya kita buat acara apa gitu yang berkesan , biar nanti ibu tidak terlalu sedih kalau kamu tinggal nikah." ucap ibu.


" Biar ibu nggak sedih kalau ditinggal nikah sama Zahra obatnya sih cuma satu. Batalkan saja pernikahan Zahra jadi kita nggak akan terpisahkan deh Bu .." ucap Zahra sambil tersenyum.


" Ih ..mana ada begitu itu .. Meskipun sedih ibu tetap akan mengantarkan mu menuju pernikahan yang sakinah mawadah warahmah. Mau jadi apa kamu kalau tidak menikah....?...mau jadi perawan tua...?" cerocos ibu.


" Ya nggak apa-apa Bu... yang penting aku bahagia ... karena aku bisa terus bersama dengan ibu" ucap Zahra.


" Bahagia... bahagia.... terus bagaimana kamu nanti kalau seumpama ibu dan ayah dipanggil....." ucapan ibu terhenti ketika Zahra dengan segera memotong ucapan ibu


" STOP...STOP... Ayah dan ibu itu tidak akan dipanggil oleh Allah SWT sebelum Zahra yang lebih dulu dipanggil oleh Allah SWT..."


" Habis ...ibu ngomong yang tidak - tidak... Zahra jadi ikutan ngomong yang tidak - tidak kan jadinya." sanggah Zahra.


" Pada ngomongin apa sih... kok kayaknya seru banget." ucap ayah ikut nimbrung begitu sampai di rumah dia melihat istri dan anaknya sedang asyik ngobrol di ruang keluarga, hingga tidak menyadari kedatangannya.


" Ih ayah ini datang - datang bukannya mengucapkan salam malah langsung ikutan nimbrung... bikin ibu kaget aja " ucap ibu sambil menepuk lengan ayah.


" Enak saja ibu kalau ngomong...Ayah sudah mengucapkan salam ya .... kalian saja yang tidak mendengarkannya karena terlalu asyik mengobrol." sanggah ayah.


" Memangnya kalian lagi ngomongin apa sih sampai kalian nggak sadar kalau ayah sudah pulang?" tanya ayah.

__ADS_1


" Ini loh yah ... Zahra..dia itu sedih karena ini adalah Ramadhan terakhirnya bisa berkumpul bersama dengan kita. " jelas ibu.


" Ramadhan terakhir apa? Kalau kamu kangen kan bisa langsung kesini , wong jarak antara rumah kita dan rumah Adi kan tidak terlalu jauh. Pakai bilang Ramadhan terakhir segala, kayak mau pergi jauh dan tidak akan bisa kembali saja." sungut ayah.


" Bukannya begitu yah.. Kan kalau sudah berkeluarga kita tidak bisa bebas berbuat semua kita lagi. Sebelum pergi ke sini harus izin dulu. Kalau diizinkan ya Alhamdulillah , tapi kalau nggak boleh kesini walaupun dekat juga percuma karena kita tidak bisa berbuat apa - apa." ucap Zahra.


" Kalau sampai Adi berani tidak mengizinkan kamu pergi ke sini, ayah yang akan pergi ke sana lalu ayah uyek - uyek dia.." ucap ayah.


" Ih.... ayah so sweet , Zahra sayang.. sama ayah." ucap Zahra sambil memeluk ayahnya.


" Yah ..yok besok kita jalan - jalan ke mall yuk pulangnya kita mampir ke restoran langganan kita untuk buka puasa disana. Dan biar tambah seru kita ajak juga Fara dan Syarif untuk ikut, mumpung besok kan hari Minggu anak - anak pada libur semua." Ucap ibu.


" Mending kita buat acara buka puasa dirumah aja Bu dari pada di restoran, lebih nyaman dan nggak usah bingung cari masjid untuk shalat magrib." ucap ayah .


" Tapi ibukan pingin jalan - jalan yah... malah disuruh masak. nggak suka banget sih lihat istri senang dikit." ucap ibu dengan wajah cemberut.


" Jalan - jalan ya... jalan - jalan aja bu...siapa juga yang nyuruh ibu masak.. Kalau nggak mau masak kita bisa pesan makanan buat buka puasa di rumah...gitu aja kok repot sih Bu.."ucap ayah.


" Ih... Pengertian banget sih suami aku." ucap ibu sambil memeluk ayah.


Zahra memutar bola matanya jengah melihat kelakuan kedua orang tuanya itu yang tidak tahu tempat.


" Apa lihat - lihat ngiri... makanya cepat sana nikah." ucap ibu mencibir Zahra.


" Idih...siapa juga yang ngiri yang ada juga geli Zahra lihatnya." nyinyir Zahra.

__ADS_1


" Sudah - sudah kok malah ribut sih... Katanya tadi ibu mau ngajak Fara dan Syarif untuk ikut serta dalam acara besok, ya cepat dihubungi sana , takutnya kalau mendadak memberi tahunya mereka malah sudah buat rencana sendiri nantinya." ucap ayah.


Akhirnya ibu menyuruh Zahra untuk menghubungi ke dua kakaknya dan memberitahukan tentang rencana mereka besok. Sedangkan ibu pergi ke dapur untuk membantu yu Jum menyiapkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Kini tinggal ayah sendiri di ruang keluarga, akhirnya beliau pergi ke kamar mandi untuk mandi.


__ADS_2