
Sebelum adzan ashar semua keluarga Zahra sudah mandi dan rapi. Mereka menunggu adzan ashar untuk menjalankan ibadah sholat ashar. Rencananya setelah mereka selesai sholat ashar mereka akan langsung berangkat ke mall.
Tak lama kemudian terdengarlah suara adzan ashar . Mereka lalu sholat ashar secara berjamaah. Setelah mereka selesai sholat ashar mereka pun langsung berangkat menuju ke mall dengan mengendarai mobil ayah. Meskipun mereka duduk berdesakan tapi mereka tetap senang karena bisa berkumpul bersama keluarga mereka.
Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Setelah turun dari mobil dan masuk ke dalam mall, mereka langsung menuju tempat permainan anak.
Memang tujuan mereka datang ke mall adalah untuk menyenangkan hati anak cucu mereka. Soal baju lebaran sudah mereka beli sebelum bulan puasa Ramadhan. Saat itu mereka membeli baju seragam dan keperluan lainnya untuk kepentingan acara pernikahan Zahra nanti .
" Ra ini kamu isi ulang kartu permainan keponakan kamu " ujar ayah sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Zahra.
" Loh...kok cuman segini sih yah...ya kurang lah..." ucap Zahra sambil menengadahkan tangannya.
" Segitu itu sudah lebih dari cukup Ra... buat mereka bermain sampai puas." ucap mbak Fara.
" Ye.. Ya kurang lah.. aku kan ingin main juga." ucap Zahra.
" Ih ... kamu ini... sudah besar masih saja kayak anak kecil." cibir mbak Fara.
" Biarin aja...sirik amat jadi orang.... ngiri bilang bos...." ucap Zahra.
" Sudah - sudah.. malah ribut disini... Nih ayah tambahin lagi buat kamu sama mbak mu barang kali kalian mau battle.:" ucap ayah sambil mengulurkan beberapa lembar uang lagi kepada Zahra.
" Yey... Terimakasih ayah..." ucap Zahra sambil berlalu menuju ke arah kasir.
Tidak lama kemudian Zahra datang dan memberikan kartu permainan kepada mbak Lia dan mbak Fara.
" Mbak kartunya kasihkan saja pada mas Arif. Biar Naya main sama mas Arif. Sedangkan mbak Fara aku tantang battle dance . Bagaimana mbak berani menerima tantangan ku nggak." ucap Zahra jumawa.
" Siapa takut ... kalau cuma battle dance aja kecil... Tapi males aku kalau battle dance disini dilihat orang banyak kalau dirumah ayo..ayo aja..." ucap mbak Fara
" Alah...bilang aja takut kalah sama Zahra..." cibir Zahra.
" Ih... kalian ini dari tadi ribut terus... Ayo pulang aja kalau gitu ." ancam ayah.
" Eh... Jangan yah... mubazir nanti sudah terlanjur top up kartu malah pulang..." ucap Zahra sambil berlalu menuju permainan capit boneka.
Akhirnya mereka berpencar menuju permainan yang mereka sukai. Ayah dan ibu yang bingung hendak mengikuti siapa , akhirnya memutuskan untuk menunggu mereka di tempat kursi refleksi yang ada didekat tempat permainan itu.
Ketika Zahra sedang asyik bermain capit boneka, seseorang tiba-tiba memanggil namanya.
" Mbak Zahra...."
__ADS_1
Zahra menolehkan kepalanya ke arah orang yang memanggilnya.
" Loh Ani....kamu kesini sama siapa ?" tanya Zahra sambil mengedarkan pandangannya.
" Hayo ..lagi nyari mas Adi ya .. Ha ...ha ....ha " goda Ani.
" Enggak kok..... Wong mbak lagi nyari saudara mbak Zahra kok" elak Zahra.
" Memangnya mbak Zahra kesini sama siapa ?" tanya Ani kepo
" Sama ayah, ibu dan saudara ku. Kalau kamu?" tanya balik Zahra.
" Aku tadi kesini sama mas Adi . Tu... dia.. orangnya datang ..." jawab Ani sambil menunjuk ke arah Adi.
Zahra dan Adi jadi saling salah tingkah.
" Mas Adi ..nih.. tolongin mbak Zahra buat dapetin boneka. Mbak Zahra mau boneka yang mana ?" tanya Ani.
" Nggak usah An... terimakasih." ucap Zahra jaim.
" Nggak apa-apa lagi mbak... Mas Adi itu jago banget main ginian... Mbak Zahra minggir dulu ya...biar mas Adi bisa main " ucap Ani.
" Tunggu...pakai kartuku saja " kata Zahra sambil menyerahkan kartu permainannya.
" Santai aja mbak ... kartunya mas Adi baru saja diisi ...nanti kalau habis baru pakai punya mbak Zahra." ucap Ani.
" Kamu mau boneka yang mana ?"tanya Adi.
" Terserah " jawab Zahra.
" Yang beruang coklat itu aja mas... Bagus kan mbak beruang yang berwarna coklat itu?" tanya Ani.
" Ya bagus" jawab Zahra.
Permainan pertama Adi tidak berhasil mendapatkan boneka incarannya. Permainan kedua sudah berhasil dicapit tapi lepas lagi. Dan di permainan ke tiga Adi berhasil mendapatkan boneka incarannya.
" Yey...mas Adi memang jago banget .." ucap Ani memuji Adi didepan Zahra.
Adi mengambil boneka beruang yang berhasil didapatkannya dan kemudian menyerahkannya kepada Zahra. Zahra pun menerima dengan senang hati.
" Terimakasih ya.... bonekanya." ucap Zahra sambil menerima boneka beruang dari Adi.
__ADS_1
" Ehem.."
" Eh... Ayah... Assalamualaikum yah..." ucap Adi begitu melihat orang yang berdehem didekatnya tadi ternyata adalah ayah Zahra. Adi menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra dan diikuti oleh adiknya.
" Sama siapa kamu kesini Di?" tanya ayah.
" Hanya dengan adik saya saja yah..., tadi selepas mengambil undangan yang sudah jadi di percetakan kami mampir ke sini dan tidak sengaja bertemu dengan Zahra waktu bermain capit boneka " jelas Adi.
"Ya sudah kalau begitu kami mau pamit dulu ya.. Adi...ayo Zahra kamu hubungi kakak kamu suruh mereka berkumpul di depan pintu masuk , kita tunggu mereka disana." ucap ayah.
Adi segera mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra, begitu juga dengan Ani.
" Assalamualaikum " salam ayah.
" Wa'alaikumsalam " jawab Adi dan Ani.
Zahra dan ayahnya segera menuju ke arah pintu masuk permainan disana tampak ibu yang sedang menunggu mereka.
" Loh...yang lain mana..?" tanya ibu.
" Masih main.., ini ada yang mesti diamankan dulu. Tapi tenang saja tadi Zahra sudah menghubungi yang lain untuk segera berkumpul di sini."jawab ayah.
" Di amankan..? Diamankan bagaimana maksudnya ?"tanya ibu.
" Ini ... Zahra... ketahuan lagi asyik mojok berduaan sama Adi" jawab ayah.
" Ih ... fitnah banget ayah kalau ngomong. Wong banyak orang kok di bilang berduaan" ucap Zahra dengan wajah cemberut.
" Kamu janjian ya Zahra..?" tanya ibu
" Masyaallah ibu ...bagaimana bisa janjian kalau no teleponnya aja Zahra nggak punya. Tadi itu Zahra nggak sengaja ketemu , ah su'udzon aja sama Zahra." jawab Zahra kesal
Tidak lama kemudian mbak Fara dan mas Syarif beserta keluarga mereka datang . Naya yang melihat Zahra menggendong boneka beruang akhirnya menangis karena ingin boneka beruang itu.
" Ra ... bonekanya tadi beli dimana ? nggak mungkinkan kamu dapat dari permainan capit boneka tadi? Kamu kan nggak jago main capit boneka." ujar mbak Fara.
" Dikasih Adi tadi, sudah Naya jangan minta bonekanya Tante nanti kung belikan di toko boneka " kata ayah sinis.
Semua memandang Zahra dengan pandangan yang sulit diartikan.
" Apa lihat - lihat Zahra...wong tadi Zahra nggak sengaja ketemu kok sama Adi.:" jawab Zahra sambil berjalan meninggalkan keluarganya untuk menuju ke parkiran mobil.
__ADS_1