Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Curhat I'am coming


__ADS_3

Zahra merasa dia tidak bisa terus menerus galau seperti ini. Dia butuh refreshing untuk menyegarkan kembali pikirannya yang kalut. Dia juga butuh curhat dengan seseorang yang senasib dengan dirinya yaitu sama-sama dinikahkan secara paksa. Akhirnya jatuhlah pilihannya pada mbak Fara yang sama-sama dinikahkan secara paksa oleh ayahnya. Dan selain itu mereka adalah saudara sekandung jadi di jamin tidak akan bocor ke orang lain rahasianya.


Pagi ini Zahra berencana untuk pergi kerumah mbak Fara. Dia mau mengecek dulu kakaknya itu ada di rumah atau tidak. Takutnya nanti ketika dia sampai di rumah kakaknya, ternyata orangnya tidak ada di rumah . Diapun menelpon mbak Fara.


" Assalamualaikum Ra, ada apa ?" tanya Mbak Fara begitu telponnya terhubung.


" Wa'alaikumsalam mbak, mbak Fara ada dirumah nggak ?" tanya Zahra balik.


" Ya adalah Ra, kayak nggak tau mbak aja, memangnya mbak mau kemana kalau mas Arif lagi kerja, ya dirumah lah..ada apa memangnya?" tanya mbak Fara balik.


" Aku mau curhat nih mbak , aku main ke rumah Mbak Fara ya..." ucap Zahra.


" Mau curhat apa sih Ra? Sekarang kan bisa kamu curhat lewat telepon ."


" Nggak enak mbak kalau lewat telepon. Takutnya ada yang denger curhatan aku sama sayang pulsa juga ha..ha..ha.."


"Alah gayamu pakai sayang pulsa segala wong dirumah ada WiFi aja kok " ucap Mbak Fara mencibir.


" Mbak sekarang aku ke rumah Mbak Fara ya..ya...ya ..."ucap Zahra memaksa.


" Iya... Iya ..bawel banget sih Lo, ya sudah cepetan kesini "


" Oke mbak, makasih.. Assalamualaikum " ucap Zahra dengan gembira.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam " jawab mbak Fara.


Zahra segera menuju ke kamarnya untuk berganti baju dan mengambil tasnya. Setelah itu dia kebawah untuk mencari keberadaan orang tuanya untuk berpamitan.


" La itu ibu ..pamit dulu ah.. , eh tapi kalau nanti aku pamit mau ke rumah Mbak Fara bisa - bisa ibu minta ikut lagi. Kalau ibu ikut aku jadi nggak bisa curhat dong. Ah bagaimana ini" batin Zahra.


" Loh Ra, mau kemana pagi-pagi sudah rapi begini ?" tanya ibu ketika melihat putri bungsunya sudah berdandan rapi seperti hendak pergi.


" Ehm.. itu .. Zahra..mau kerumah teman...iya Zahra mau kerumah teman Zahra boleh Bu..?" ucap Zahra yang sempat bingung mencari alasan kepergian.


" Kerumah siapa..? Riza..? Bukannya dia sekarang kuliah di Bandung?" tanya ibu curiga.


" I..iya Bu kebetulan dia lagi pulang jadi Zahra mau main ke rumahnya." ucap Zahra gugup.


" Eh. .. nggak usah Bu , biar Zahra naik ojek saja. Soalnya Zahra janjiannya dicafe. Kalau diantarin sama ayah nanti nggak boleh pergi lagi sama ayah." ucap Zahra.


" Beneran..? " tanya ibu dengan tatapan tajam.


" Beneran Bu... Masyaallah nggak percayaan banget sih sama aku..." ucap Zahra sambil cemberut.


" Ya sudah sana izin dulu sama ayah, awas saja kalau bohong sama ibu, ibu kutuk jadi boneka Mampang kamu nanti." ancam ibu.


" Ih serem banget sih Bu kutukannya, kalau ngutuk itu yang bagus dikit napa, kayak... ku kutuk kamu jadi princess gitu loh Bu." ucap Zahra sambil berlalu mencari keberadaan ayahnya.

__ADS_1


Setelah sampai di teras rumah Zahra melihat ayahnya sedang minum kopi sambil membaca koran . Didekatinya ayahnya itu untuk berpamitan.


" Yah ... Zahra minta izin mau ke rumah teman ya yah.." ucap Zahra sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Ayah melipat koran yang di bacanya dan kemudian meminum kopinya sampai habis tanpa menanggapi uluran tangan Zahra. Kemudian belia berdiri dan berjalan menuju ke dalam rumah. Zahra yang kebingungan mengekori ayah dibelakangnya.


" Yah.. Zahra mau minta izin main ke rumah teman Zahra , boleh tidak ?" tanya Zahra.


" Iya Ra...La ini ayah mau ambil kunci motor, biar ayah yang antar kamu." ucap ayah sambil mengambil kunci motor.


" Ehm .. nggak usah yah , biar Zahra naik ojek saja . Soalnya Zahra mampir dulu kerumah Riza . Setelah itu kita pergi sama - sama kerumah Dina." ucap Zahra


" Iya.. .Ra ...ayah antar kamu kerumah Riza lalu baru ayah pulang . " Ucap ayah .


" Ah enggak ah , Zahra malu udah gede masih diantarin sama ayah,.. enggak.. enggak..malu Zahra." ujar Zahra sambil menghentakkan kakinya.


" Itu tandanya ayah sayang sama kamu Ra ..." sanggah ayah.


" Please yah ..kali ini ..aja..." ucap Zahra


" Ya sudah..tapi hati-hati dijalan." ucap ayah


Zahra mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayahnya dan mencium punggung tangan ayahnya dengan takzim. Lalu berjalan ke teras rumah sambil memesan ojek online di hpnya. Akhirnya diizinkan juga. Curhat ....I'am coming...

__ADS_1


__ADS_2