
Zahra celingukan mencari keberadaan keluarganya. Karena kesal dengan ucapan ayahnya dan juga perlakuan keluarganya, Zahra akhirnya memutuskan untuk pergi ke parkiran mobil lebih dulu. Sekarang sudah lebih dari seperempat jam dia berdiri di depan mobil tetapi keluarganya masih belum terlihat juga.
Ketika Zahra sedang kesal menunggu kedatangan keluarganya , tiba - tiba seseorang memanggil namanya . Zahra lalu menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
" Zahra...."
" Loh.. .. Yahya...apa kabar? " ucap Zahra yang senang bisa bertemu dengan teman sekolahnya dulu.
" Seperti yang kau lihat ...aku tidak pernah berubah selalu ganteng maksimal...ha .ha." jawab Yahya dengan penuh percaya diri.
" Dasar narsis...dari dulu tidak pernah bisa berubah malah makin menjadi aja aku lihat ha..ha.." ucap Zahra.
" Tapi kamu suka kan... dan itu juga yang kamu rindukan dari aku kan...? Ayo ngaku aja nggak usah malu.." ucap Yahya dengan gayanya yang selengehan.
" Idih dasar kepedean lu ..jadi orang.." ucap Zahra mencibir.
" Oh ya . ngapain kamu disini sendirian Ra? Tumben kamu nggak dikawal sama body guard mu?" tanya Yahya.
" Body guard... body guard...bokap gue itu.... seenaknya aja ngatain orang tua, kualat kamu nanti.." ucap Zahra garang.
" Sorry Ra...cuma bercanda... Jangan garang - garang napa..." ucap Yahya sambil nyengir.
" Loh katanya kamu kuliah di Jogja kok sudah pulang memangnya sudah liburan?" tanya Zahra.
" Sudah lah aku kan mahasiswa teladan " ucap Yahya jumawa.
" Alah... gayamu..." cibir Zahra.
__ADS_1
" Oh ya Ra..kamu jadi ngelanjutin kuliah apa kerja Ra..?" tanya Yahya.
" Pengangguran gue .. "ucap Zahra
" Loh kenapa? "Tanya Yahya.
" Body guard gue tidak ngasih izin soalnya." jawab Zahra.
" Eh katanya nggak boleh ngatain orang tua.. sendirinya malah ngatain...hayo...gue laporin ke bokap Lo ya.." ucap Yahya.
" Ya sudah.. laporin aja kalau berani." tantang Zahra.
" Tidak berani...tidak berani ." ucap Yahya sambil menggelengkan kepalanya dan menggerakkan tangannya .
Mereka lalu tertawa bersama, hingga suara seseorang menghentikan tawa mereka.
Zahra menolehkan kepalanya ke arah orang yang memanggilnya. Begitu juga dengan Yahya yang penasaran dengan orang yang memanggil Zahra.
" Mas..." ucap Zahra kikuk
" Siapa dia Ra ?" tanya Yahya penasaran
" Perkenalkan saya calon suaminya Zahra " ucap Adi memperkenalkan diri kepada Yahya sambil mengulurkan tangannya.
Yahya menerima uluran tangan Adi namun pandangan matanya menatap mata Zahra untuk mempertanyakan kebenaran dari perkataan Adi. Zahra menganggukkan kepalanya menjawab tatapan mata Yahya.
" Yahya..." belum sempat Yahya meneruskan perkataannya, terdengar suara orang berdehem yang membuat mereka semua mengarahkan pandangan mata mereka ke arah orang tersebut
__ADS_1
" Assalamualaikum om..." ucap Yahya dengan percaya diri sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra.
" Wa'alaikumsalam ... siapa ya...kamu ..?" tanya ayah dengan dahi mengernyit sambil menerima uluran tangan Yahya. Hal itu membuat Adi tersenyum sinis ke arah Yahya
" Saya Yahya om teman sekolahnya Zahra dulu... masak om lupa sama saya..." ucap Yahya sok akrab.
" Oh ... Kamu yang dulu suka main kerumah itu ya.... meskipun sudah om usir tapi tetap juga nggak kapok - kapok buat main ke rumah" ucap ayah.
" Namanya juga usaha om..." ucap Yahya sambil nyengir.
" Tapi sepertinya usaha kamu itu sia-sia saja nak Yahya..karena sebentar lagi Zahra akan menikah...lah..ini dia calon suaminya Zahra " ucap ayah sambil menunjuk ke arah Adi .
Yahya memandang Adi dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Sedangkan Adi menatap Yahya dengan wajah angkuh.
" Om yakin dia bisa membahagiakan Zahra om... Kalau saya .... pasti akan selalu membahagiakan Zahra om... karena saya sangat mencintai Zahra om .. Tolong pertimbangkan lagi om untuk memilih saya sebagai pendamping Zahra... bukannya dia om..." ucap Yahya dengan wajah mengibah .
Zahra kaget mendengar perkataan Yahya. Dia tidak menyangka kalau selama ini Yahya benar - benar menyukainya. Zahra mengira selama ini Yahya hanya menggodanya saja karena gaya Yahya yang terkesan selengehan.
" Sekali lagi..om minta maaf nak Yahya ... Karena om tidak mungkin membatalkan rencana pernikahan Zahra yang hanya tinggal menghitung hari.. Mungkin.. Zahra bukan jodohmu... Om harap kamu bisa segera bertemu dengan jodoh yang di kirim oleh Allah SWT kepadamu." ucap ayah Zahra sambil menepuk pundak Yahya.
" Ya ...om.. kalau begitu saya pamit pulang dulu....Ra... jangan lupa undang aku pada acara pernikahanmu nanti ya.. Assalamualaikum " ucap Yahya dengan wajah sendu. Dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra. Setelah itu dia pergi meninggalkan mereka menuju ke arah mobilnya terparkir.
" Ayo Ra... cepat ...semua sudah menunggu di dalam mobil...Di kami pulang dulu ya.... assalamualaikum" ucap ayah Zahra.
" Iya yah.. wa'alaikumsalam." jawab Adi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra.
Setelah berpamitan dengan Adi , Zahra dan ayah segera masuk ke dalam mobil untuk segera pulang ke rumah. Sedangkan Adi setelah mengantar kepergian Zahra dan keluarganya, dia segera menuju ke arah Ani yang sudah menunggunya dan bergegas pulang.
__ADS_1