
Hari ini tiba - tiba Adi datang ke rumah Zahra dengan mengajak adik perempuannya yang bernama Ani. Adi datang ke rumah Zahra tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Hal itu tentu saja membuat kaget seluruh penghuni rumah.
" Assalamualaikum " ucap Adi begitu berada di depan pintu rumah Zahra yang kebetulan terbuka.
" Yu Jum tolong lihat ke depan , sepertinya ada orang yang mengucapkan salam tadi." perintah ibu kepada yu Jum yang sedang membantu ibu memasak di dapur.
" Assalamualaikum " ucap Adi lagi karena tuan rumah masih juga belum nampak batang hidungnya.
" Wa'alaikumsalam " ucap yu Jum sambil berjalan dari dalam rumah.
" Oh... Mas Adi ...mari mas silahkan masuk...mari ...mari duduk dulu , saya panggilkan bapak dulu ya mas.."ucap yu Jum begitu mengetahui bahwa tamunya adalah calon menantu majikannya. Yu Jum segera masuk ke dalam rumah untuk memberi tahukan kepada majikannya tentang kedatangan Adi.
" Siapa yu..." tanya ibu ketika melihat yu Jum datang.
" Itu Bu...mas Adi sama perempuan nggak tahu siapa Bu..." ucap yu Jum.
" Ya udah yu Jum... tolong ya... lanjutin masaknya....saya mau manggil bapak dulu...oh ya sekalian tolong buatin minuman buat tamunya ya..." ucap ibu .
Ibu berjalan menuju ke arah kamarnya. Ketika hendak membuka pintu kamarnya dari arah tangga ibu melihat Zahra sedang menuruni anak tangga. ibu menghentikan niatnya untuk membuka pintu dan memanggil Zahra.
" Ra...sini Ra...."
" Ada apa Bu.." ucap Zahra sambil berjalan mendekati ibunya.
" Di depan ada Adi , nanti tolong kamu antarkan minumannya ya..." pinta ibu
" Ngapain Adi ke sini bu?" tanya Zahra.
" Ya mana ibu tahu Ra....wong dia baru saja sampai, ini juga ibu mau ngasih tau ayah kalau ada Adi di depan." kata ibu dengan suara pelan agar suaranya itu tidak terdengar sampai ke depan.
Ketika ibu sedang berbicara dengan Zahra, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu keluarlah ayah dari dalam kamar. Ayah keluar kamar karena mendengar keributan di luar kamar.
"Ada apa sih Bu, kok pada ribut di sini ?" tanya ayah.
" Itu yah.. ada Adi didepan " jawab ibu
__ADS_1
" Ada keperluan apa Adi ke sini ?" tanya ayah.
"Ya mana ibu tau yah...kata yu Jum dia kesini sama perempuan " jawab ibu.
" Perempuan ? Siapa Bu perempuan itu ?" tanya ayah lagi.
" Mana ibu tahu yah... makanya ayah cepat keluar sana temui Adi." ucap ibu
Zahra menatap punggung ayahnya yang mulai menjauh dengan pikiran yang campur aduk. Zahra penasaran siapa gerangan perempuan yang diajak Adi kerumah itu.
" Siapa ya... yang diajak Adi kesini...apa mungkin pacarnya ? Apa dia kesini untuk membatalkan rencana pernikahan kami dengan membawa serta pacarnya."batin Zahra.
" Hei .. disuruh nganterin minuman malah bengong di sini." ucap ibu sambil menepuk pundak Zahra.
Seketika Zahra tersadar dari lamunannya.
" Ih...ibu ngagetin Zahra saja." ucap Zahra dengan bibir manyun.
" Jangan kebanyakan bengong....tuh ayam tetangga mati karena kebanyakan bengong." ucap ibu sambil berlalu menuju ke dapur.
Di ruang tamu setelah Zahra meletakkan gelas minuman dan toples kue diatas meja, ayah menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya.
" Sini Ra...duduk dulu...sini" ucap ayah .
Zahra segera mendudukkan dirinya di atas sofa di sebelah ayah . Dia memandang ayah bingung karena tidak biasanya ayah menyuruhnya untuk ikut duduk jika Adi datang ke rumah. Seperti mengerti dengan kebingungan Zahra, ayah segera angkat bicara.
" Oh ya Ra... kenalkan...ini Ani adiknya Adi " kata ayah sambil menunjuk ke arah Ani.
" Perkenalkan mbak saya Ani" ucap Ani sambil menjulurkan tangannya.
" Zahra " ucap Zahra sambil menyambut uluran tangan Ani.
" Jadi begini Ra... mereka kesini untuk bertanya kepadamu, mahar apa yang kamu minta untuk pernikahanmu nanti" ucap ayah sambil memandang Zahra.
Zahra tampak berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan ayah.
__ADS_1
" Minta apa ya.... minta yang mahal aja sekalian biar tau rasa, salahnya sendiri berani - beraninya menikahi Zahra " pikir Zahra.
" Ra ..kok malah bengong, ingat jangan meminta sesuatu yang memberatkan Adi. Mintalah sesuatu yang sesuai dengan kesanggupan Adi dan kamu pun rela dengan jumlah mahar yang diberikan."ucap ayah
" Bagaimana kalau maharnya uang saja yang nominalnya sesuai dengan tanggal pernikahan?" tanya Zahra.
" Bagaimana Adi ..sanggup tidak jika maharnya seperti yang di katakan Zahra tadi ?" tanya ayah.
" Mohon maaf sebelumnya yah... Dalam keluarga saya nominal mahar yang diberikan biasanya rata - rata Lima ratus ribu, apakah Zahra mau menerima jika maharnya Lima ratus ribu?" tanya Adi.
" Bagaimana Zahra ?" tanya ayah .
" Ya .. terserah " ucap Zahra tapi didalam hatinya Zahra membatin.
" Buat apa tadi pakai tanya - tanya kalau ujung - ujungnya dia sendiri yang memutuskan besarnya mahar yang akan diberikan. Bikin orang kesel aja ." batin Zahra.
" Nggak boleh terserah gitu dong Ra.. jawab ridlo nggak dengan mahar yang diberikan Adi" ucap ayah.
" Insyaallah... Zahra ridlo yah..." ucap Zahra.
" Alhamdulillah " ucap ayah.
" Masalah mahar sudah selesai sekarang apa ada lagi yang ingin disampaikan Di..."tanya ayah.
" Insyaallah tidak ada yah...kalau begitu saya dan adik saya pamit pulang dulu ya yah .." ucap Adi .
" Oh ya ... Jangan lupa sampaikan salam ayah buat ayah dan ibumu ya Di..." ucap ayah.
" Insyaallah yah... Kalau begitu kami pamit pulang dulu " ucap Adi sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah Zahra.
Zahra dan ayahnya mengantar kepergian Adi dan adiknya hingga teras rumah.
" Saya pamit pulang dulu yah ... Assalamualaikum " ucap Adi sambil menstarter motornya.
" Wa'alaikumsalam " jawab ayah dan Zahra.
__ADS_1
Adi dan adiknya akhirnya pergi meninggalkan rumah Zahra untuk kembali pulang ke rumahnya.