
Zahra senang karena akhirnya dia bisa kembali pulang ke rumah orang tuanya. Zahra merasa aman dan nyaman berada di rumah sendiri. Dia jadi punya banyak kesempatan untuk bisa menghindar dari terkaman Adi.
Saat ini Zahra masih belum bisa menerima Adi sebagai suaminya, karena itu dia masih belum bisa menyerahkan kehormatannya kepada Adi. Memang dia tahu kalau apa yang di lakukannya itu salah namun dia bersikukuh untuk tidak memberikan kehormatannya kepada Adi sebelum dia bisa menerima Adi sebagai suaminya.
Setelah Zahra mengemasi barang bawaannya dan juga barang bawaan Adi kedalam lemari, Zahra berniat untuk keluar kamar karena ingin menghindar dari Adi.
" Mas...kalau mau tidur tidur aja...aku mau keluar sebentar..." ucap Zahra.
" Kamu mau kemana Ra...?" tanya Adi.
" Aku mau bantu ibu menyiapkan makan siang dulu mas..." jawab Zahra.
" Wah... ternyata aku memang nggak salah pilih istri ya...selain cantik ternyata kamu juga rajin membantu orang tua ya..." puji Adi.
" Apaan sih mas...gombal banget..." ucap Zahra sambil membuka pintu kamarnya. Dia segera keluar dari kamarnya untuk menyembunyikan pipinya yang bersemu merah karena ucapan Adi.
Zahra tidak menyangka kalau Adi pandai menggombal. Zahra yang memang tidak pernah punya pacar jadi salah tingkah mendengar gombalan Adi.
Zahra senyam-senyum sendiri mengingat kebohongannya malah mendapatkan pujian dari Adi. Dia berpikir apa yang akan dilakukan oleh Adi jika tahu dia berbohong.
" Loh Ra...mana Adi .?" tanya ibu ketika melihat Zahra turun dari lantai atas seorang diri.
" Tidur Bu.." jawab Zahra asal.
__ADS_1
" La.. Kamu mau kemana?" tanya ayah.
" Mau lihat TV." jawab Zahra.
" Gimana sih kamu itu Ra...suami kamu kok kamu tinggal sendirian di kamar." ujar ibu.
" Habis... masih jam segini bu...Zahra masih belum mengantuk " ucap Zahra.
" Meskipun kamu belum mengantuk Ra... seharusnya kamu itu menemani suami kamu dimana pun dia berada Ra ..selain agar hubungan kalian bisa semakin dekat juga agar kalian bisa saling mengenal satu sama lain." ucap ibu.
" Iya..betul apa yang di katakan oleh ibumu itu Ra..kamu lihat ayah dan ibumu ini.. kemanapun kami selalu bersama.. makanya bisa langgeng sampai kakek nenek begini.." ucap ayah menimpali.
" Iya...iya..." ucap Zahra jengah
" Mau ambil minum dulu Bu.. haus .. " jawab Zahra.
Setelah sampai di dapur Zahra tampak berpikir sambil mengambil air minum .
" Apa ya....yang harus aku lakukan agar tidak perlu kembali ke dalam kamar dan tidak sampai di marahi ayah dan ibu...aha ...aku buat camilan aja kali ya .." pikir Zahra.
Zahra segera mencari resep camilan dihpnya. Setelah menemukan resep yang di inginkannya, Zahra kemudian membuka lemari pendingin untuk mencari bahan yang dibutuhkannya.
Ketika Zahra sedang menyiapkan bahan yang dibutuhkannya untuk membuat camilan, ibu datang. Beliau penasaran karena Zahra belum juga keluar dari dapur.
__ADS_1
" Ngapain kamu Ra...?" tanya ibu.
" Mau buat camilan " jawab Zahra singkat karena dia sedang konsentrasi menyiapkan bahan untuk membuat camilan.
" Tumben ... biasanya paling males kalau disuruh masak." ejek ibu.
" Latihan jadi menantu idaman... biar disayang sama ibu mertua." ucap Zahra.
" Ha ..ha ...ha... Bisa saja kamu Ra...sini ibu bantu... memangnya mau buat apa..?" tanya ibu.
" Risol mayo" jawab Zahra.
" Mending kamu buat yang lain saja Ra...soalnya mayonaise dan tepung roti ibu habis." ucap ibu.
" Ya...buat apa dong kalau begitu..?" tanya Zahra bingung.
" Bagaimana kalau bikin bolu marmer saja .. sudah lama ibu nggak buat bolu marmer." ucap ibu.
" Ya... boleh... boleh..tapi ... bahannya ada semua nggak bu?" tanya Zahra.
" Ada dong..." jawab ibu .
Akhirnya ibu dan anak itu sibuk membuat bolu marmer didapur.
__ADS_1