Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Rencana Ngedate


__ADS_3

Adi sedang menonton televisi diruang keluarga saat tiba - tiba adiknya duduk disebelah dan berniat untuk mengambil remot televisi dari tangannya. Refleks Adi langsung menjauhkan remot televisi dari jangkauan tangan adiknya.


" Apaan sih kamu itu datang - datang gangguin orang aja."gumam Adi.


" Gantian dong mas, kan mas Adi sudah dari tadi nonton televisinya." sembur Ani adik Adi


" Nggak-nggak ini lagi seru- serunya mala mau kamu ganti." sambar Adi


" Tumben sih.. di rumah aja... biasanya malam mingguan gini sudah kumpul sama temen - teman mas di warung kopi.' ucap Ani


' Temen mas lagi ada acara semua makanya mas nonton televisi daripada gabut dalam kamar sendirian."jawab Adi.


" Ha...ha...ha....bilang aja mas gabut gara-gara teman mas Adi pada pergi ngedate semua, mas jadi nggak punya temen ha...ha...ha.. dasar jomblo." cela Ani.


" Eh...enak saja ngatain mas jomblo , wong mas sudah punya tunangan kok." ucap Adi


" Ya sudah sana pergi ngedate sana dari pada gabut dirumah, kalau memang sudah punya tunangan" ucap Ani mempengaruhi Adi agar segera pergi dari rumah supaya dia bisa melihat acara televisi kesukaannya.


Adi pun mulai terpengaruh dengan ucapan adiknya itu.

__ADS_1


" Nanti kalau ditanya ada keperluan apa kesana mas mesti bilang apa dong?" tanya Adi.


" Ya bilang aja kalau mas kangen sama mbak Zahra, gitu aja repot." jawab Ani.


" Kamu itu kalau mau bantu mas buat alasan itu mbok ya yang masuk akal dikit gitu dik , jangan asal ngomong aja." hardik Adi.


" Memangnya kalau aku bisa buat alasan yang bagus buat mas Adi nanti aku dikasih apa ?" tantang Ani.


" Nanti kalau bagus aku belikan coklat 2 batang , gimana mau nggak ?" tawar Adi.


" Malas ah ...kalau cuma coklat aja , membuat alasan yang bagus itu kan aku harus memeras otak jadi harus sebanding la bayarannya." ucap Ani


" Bukannya perhitungan tapi berpikir logis . Aku sudah memeras otakku untuk membantu mas Adi maka sebagai gantinya aku harus mendapatkan reward dari mas Adi atas kerja kerasku." sanggah Ani.


" Iya...iya.. bawel , katakan saja kamu minta apa nggak perlu banyak alasan." ucap Adi.


" Hari minggu besok kita nonton ya mas. Mas Adi yang bayarin tiket bioskopnya sama traktir makan juga sekalian." jawab Ani sambil nyengir.


" Itu sama saja kamu ngerampok mas namanya , ya salah satu saja dong dik." tawar Adi

__ADS_1


Tiba-tiba saja ibu yang datang dari arah dapur ikutan nimbrung setelah mendengar perdebatan anak-anaknya itu.


" Ada apa sih ini , ribut aja dari tadi ibu dengar ?" tanya ibu


" Ini loh Bu...mas Adi..masak mau kerumah tunangannya sendiri mas Adi mala bingung cari alasan tujuannya kesana , aneh banget kan" Adu Ani


" Oh...jadi kamu mau ngapelin si Zahra Di... Ya udah buruan berangkat saja sana keburu malam nanti. " ucap ibu


" Nanti kalau ditanyai pak Haji Abdulloh apa tujuan Adi kesana , Adi mesti ngomong apa bu?" tanya Adi


" Ya bilang aja terus terang Di... .kalau kamu itu mau ngapelin si Zahra , gampang kan " jawab ibu.


" Iya.. habis itu yang ada Adi di gorok sama pak Haji , wong kita belum terlalu akrab sudah berani ngajak ngedate anaknya . " ucap Adi sambil membuat gerakan tangan seolah menebas lehernya yang di sambut dengan suara tawa ibu dan Ani. Selepas tertawa ibu pun menyampaikan pendapatnya.


" Minggu depan kan acara pernikahannya si Rian. Kamu bilang aja kamu datang kesana itu mau minta izin untuk mengajak Zahra ke acara lamarannya si Rian minggu depan. Bagaimana sip kan rencana ibu. Kamu tidak hanya bisa ketemu sama Zahra tapi juga bisa ngajak jalan dia juga." usul ibu.


" Weis ,ibu memang paling the best ." ucap Adi sambil memeluk ibunya.


" Iya..sudah sana... keburu malam nanti kalau tidak segera berangkat ." ucap ibu sambil mendorong Adi

__ADS_1


Adi segera bergegas menuju ke kamarnya untuk berganti baju. Setelah rapi Adi berpamitan kepada ibunya untuk berangkat ke rumah Zahra.


__ADS_2