Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
jodoh Wasiat Ayah


__ADS_3

Zahra PoV


Sudah hampir seminggu lebih setelah ke


datang tamu Misterius itu ke rumahku ayah masih belum mengajakku bicara tentang perjodohan itu . Aku mulai beranggapan bahwa ayah tidak jadi menjodohkan ku dengan laki-laki yang bernama Adi Nugraha itu. Mungkin saja ayah membatalkan perjodohan ini karena mbak Fara sudah berbicara dengan ayah kalau aku tidak mau di jodohkan. Entahlah yang jelas aku tidak mau tahu tentang perjodohan ini.


Seperti biasanya selepas shalat subuh aku membantu ibu dan yu Jum di dapur . Bukannya sok rajin ya . Tapi kalau aku di kamar saja tidak membantu pasti ayah bakal marah - marah kepada ku . Jadi biar ayah tidak marah - marah aku harus membantu meskipun sebenarnya hanya menjadi penonton saja karena aku tidak ikut memasak hanya melihat saja apa yang mereka kerjakan.


Hari ini berbeda dari hari biasanya. Ayah yang biasanya sholat berjamaah di masjid hari ini sholat berjamaah di rumah. Hal ini membuat ku bertanya - tanya ada apa dengan ayah sehingga aku pun bertanya kepada ibu.


" Bu tumben ayah kok nggak sholat di masjid, ada apa Bu ayah kok sholat di rumah?"


" Ayah lagi nggak enak badan Ra, makanya ini ibu buatkan bubur ayam buat ayah"


" Kenapa nggak beli saja sih Bu , biar nggak repot - repot bikin ? "


" Ayah yang minta di buatin buburnya Ra, kangen katanya dengan bubur buatan ibu"


Aku menganggukkan kepalaku lalu berniat untuk pergi ke kamarku namun perkataan ibu menghentikan langkahku.


" Ra tolong kamu antar bubur ayam ini ke kamar ayah."


" Loh ayah makan dikamar nggak makan di sini bareng kita bu ?"


" Iya.. Tadi ayah yang minta soalnya kepalanya pusing katanya tadi"


" Oh... Ya udah kalau begitu , sini ..mana buburnya biar Zahra antar ke kamar ayah"


Ibu menyerahkan nampan yang di atasnya ada semangkuk bubur ayam yang masih mengepulkan uap panas dan segelas teh manis hangat kepada ku. Aku segera melangkahkan kakiku menuju ke kamar ayah dengan hati-hati agar buburnya tidak tumpah. Di depan pintu kamar ayah , aku pun mengetuk pintu itu .


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


" Yah.. ini Zahra yah"


" Iya masuk saja tidak di kunci"


Aku membuka pintu kamar ayah dengan satu tanganku membawa nampan . Aku melangkah menuju meja dan meletakkan nampan itu diatasnya.


" Yah .. Sarapan dulu yuk."


Ucapku sambil berjalan mendekati tempat tidur ayah lalu duduk di tepinya. Ku bantu ayah untuk duduk dan ku letakkan sebuah bantal di belakang punggungnya agar beliau bisa duduk dengan nyaman.


" Masih pusing yah . "tanyaku dan dijawab dengan anggukan oleh ayah.


"Mau Zahra suapin apa makan sendiri yah?"


" Suapin aja ayah pusing kepalanya."


Aku suapi ayah sedikit demi sedikit , ayah memakannya sambil menutup matanya mungkin karena kepalanya terasa pusing itu membuatnya malas membuka matanya. Tak terasa satu mangkuk bubur ayam hangat yang di buatkan oleh ibu habis tak bersisa .


" Minum dulu yah tehnya ." Ku sodorkan segelas teh hangat manis ke bibir ayah. Ayah meminumnya sedikit lalu mendorongnya pelan dengan tangannya


" Ayah di belikan obat sakit kepala di apotik apa Zahra antar ke dokter untuk periksa yah"


" Nggak usah ..ayah tidur aja sebentar biar nanti pusingnya hilang sendiri "


" Ya udah kalau begitu ayah istirahat saja , Zahra keluar dulu ya yah mau bantu ibu lagi." ucapku sambil membantu ayah membetulkan posisi tubuhnya agar bisa tidur dengan nyaman. Belum sempat aku melangkah keluar kamar panggilan ayah menghentikan langkahku.


" Ra.."

__ADS_1


" Iya yah .. Ada apa?"


" Duduk dulu ayah mau ngomong ."


" Iya yah .. Tapi lebih baik ayah istirahat dulu deh yah... nanti kalau ayah sudah baikan baru kita ngobrol sampai puas."


" Ckh kamu itu kalau di suruh orang tua selalu saja ngebantah . Ayah mau ngomong sebentar Ra .., ayah nggak tahu sampai kapan umur ayah.." belum selesai ayah melanjutkan ucapannya aku sudah terlebih dahulu memotong ucapannya.


" Ih.. ngomong apaan sih yah.. Dari pada ngomong ngelantur kayak gitu.. mending Zahra antar ke dokter aja deh.. untuk periksa.. biar tahu penyakitnya apa." Ucapku sambil mengerutkan keningku . Terus terang aku takut dengan perkataan ayah tadi . Aku merasa seperti di suruh untuk mendengarkan wasiat terakhir dari ayahku. Sontak saja tubuhku meremang mendengarnya. Ku dudukkan tubuhku di tepi tempat tidur ayahku lalu ku guncang dengan perlahan tangannya.


" Ayo yah kita pergi ke dokter biar Zahra yang antar." kataku memaksa ayah karena hatiku sangat gelisah saat ini.


Ayah masih tidak bergeming dari posisinya dan tetap menutup matanya rapat . Terdengar helaan nafas panjang dari ayah.


"huff... Iyaa.. nanti ayah akan pergi ke dokter kalau badan ayah sudah agak kuat .. Ayah masih pusing nggak kuat dibawa jalan ."


" Ya udah kalau gitu ayah istirahat dulu aja"


" Iya ayah akan istirahat tapi sebelum itu tolong dengarkan dulu omongan ayah jangan di potong-potong kalau orang tua ngomong itu." ucap ayah sambil melotot menatapku .


" Iya .. Iya .maaf yah .. memangnya ayah mau ngomong apa sih serius amat ?"


" Ingat .... Jangan di potong ..kalau ayah belum selesai ngomong." Ucap ayah sambil memandang ku tajam . Aku hanya menganggukkan kepalaku saja. Ayah menghela nafasnya lalu mulai memejamkan matanya lagi. Aku hanya duduk diam memandang wajah ayah yang tampak pucat itu.


" Ra.... tugas ayah sekarang ini ....hanya tinggal ..mencarikan mu seorang suami yang baik.. dan menikahkan mu . Ayah nggak tahu.. umur ayah sampai berapa lama lagi... Ayah takut.. ayah sudah di panggil yang di atas.. sebelum sempat menikahkan mu..


Ayah berbicara dengan kata yang tersendat - sendat . Aku yang mendengarkan perkataan ayah hanya bisa menahan rasa sesak yang mulai memenuhi dadaku. Tak terasa mata ku mulai berkaca - kaca dan setetes air mataku mulai jatuh di pipiku . Ayah kembali melanjutkan perkataannya setelah sempat menjeda perkataannya .


" Ra .. Ayah harap.. kamu mau.. menerima perjodohan ini .. Ayah bukannya nggak sayang sama kamu.... Justru karena ayah sayang sama kamu... Makanya ayah melakukan perjodohan ini .". Sejenak ayah kembali menjeda ucapan sebelum kembali melanjutkan perkataannya.


" Namanya Adi Nugraha ..dia bekerja sebagai seorang guru ..di sebuah SD negeri ..dia baik.. sopan ... Dan ..yang membuat ayah suka dengan nya adalah .. Karena dia adalah seorang hafidz Qur'an... Ayah dari dulu...

__ADS_1


ingin punya anak yang hafal Al Qur'an.. Ayah ingin ..nanti di akhirat kelak ..ayah dipakaikan mahkota .. di kepala ayah.. ,Ra.. . Ayah harap .. Kamu bisa memenuhi permintaan ayah ini... Kamu mau kan memenuhi permintaan ayah untuk menerima perjodohan ini... "


Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan kata penolakan yang sempat ku rangkai untuk ku katakan kepada ayah seperti tertelan didalam kerongkongan ku


__ADS_2