
Zahra tersadar dari mimpinya karena merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Dia mengerjap - ngerjapkan matanya berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Diedarkannya pandangan matanya ke seluruh penjuru ruangan yang cukup asing baginya. Ketika dia mulai sadar dengan keberadaannya dia dikejutkan dengan adanya tangan seseorang yang memeluknya. Hampir saja Zahra berteriak ketika tiba-tiba pintu diketuk dari luar.
Tok
Tok
Tok
" Di ...Ra.,.ayo bangun sudah subuh."
" Di...Ra..."
" Iya Bu ... sebentar " ucap Adi sambil mempererat pelukannya.
" Mas.. bangun..mas...itu ibu sudah ketok - ketok pintu..." ucap Zahra sambil menggerak-gerakkan tubuhnya yang dipeluk oleh Adi berharap bisa lepas dari pelukan Adi.
" Ehm...Ra ..kamu sudah haid belum " tanya Adi.
" Kenapa memangnya mas?" tanya balik Zahra waspada.
" Gara-gara kamu gerak - gerak terus aku jadi pengen..." ucap Adi sambil menahan nafsunya.
" A..aku nggak tahu mas... makanya mas minggir dulu aku mau kekamar mandi mau ngecek dulu sudah haid apa belum lagian sudah subuh tu... memangnya mas Adi nggak sholat ?" ucap Zahra yang mulai gugup.
Akhirnya Adi melepaskan pelukannya . Zahra segera bangun begitu terlepas dari pelukan Adi. Namun ketika akan beranjak dari tempat tidur Adi menarik tangan Zahra, sehingga Zahra terjatuh di atas tubuh Adi.
Zahra berusaha bangkit dari tubuh Adi, tetapi Adi malah memeluk tubuh Zahra yang ada di atas nya.
__ADS_1
" Ih ..mas Adi... ih... lepasin nggak " ucap Zahra sambil meronta.
" Ra ..diam Ra...kalau kamu nggak mau aku ngelakuin hal yang lebih dari ini." ucap Adi sambil menahan hasrat.
Zahra yang mendengar ancaman Adi seketika diam tak bergerak. Sedangkan Adi yang semula hanya berniat untuk menggoda Zahra karena senang melihat Zahra yang tampak imut dengan wajahnya yang bersemu merah ketika digoda. Kini kebingungan sendiri karena harus meredam hasratnya.
Ketika mereka masih terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba pintu kamar diketok lagi dari luar.
Tok
Tok
Tok
" Adi .. Zahra.. ayo ... sholat subuh dulu ...keburu habis waktunya nanti.."
" Mas....lepasin... Nanti terlambat sholat subuhnya " ucap Zahra memohon.
Zahra segera keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju ke arah kamar mandi. Ketika sampai di depan kamar mandi ternyata banyak saudara sepupu Adi yang sedang mengantri di depan kamar mandi. Begitu melihat kedatangan Zahra sontak mereka malah ribut menggoda Zahra.
" Cie ..cie... pengantin barunya bangunnya kesiangan dong..."
"Gimana mbak ...kuat berapa ronde mas Adi... tadi malam "
" Ngomong - ngomong siapa nih yang menang.."
" Hus .. kalian ini masih kecil pada ngomongin apa sih...ayo ... cepetan wudhu...keburu habis waktunya nanti." ucap budhe dari arah dapur membela Zahra dari olok - olokan keponakannya.
" Ini juga lagi antri budhe..."
__ADS_1
"Dari pada nunggu giliran sambil ngantuk, mending godain mbak Zahra."
" Eh.. Zidan...Amir...Umar.. ngapain kalian antri disini.. kalian kan laki-laki... pergi sana ke masjid sama pakde dan om kalian sana..." usir budhe.
Akhirnya saudara sepupu laki - laki Adi tidak jadi mengantri di kamar mandi. Mereka langsung berangkat ke masjid dari pada nanti dapat omelan dari budhe.
Zahra baru saja bisa bernafas lega karena kepergian geng resek namun kini ganti geng kepo yang mengganggunya. Mereka bertanya kepada Zahra dengan berbisik - bisik karena takut terdengar oleh budhe dan malah dimarahi.
" Mbak....ehm...sakit nggak sih malam pertama itu..."
" Iya mbak...sakit nggak...kata cerita di novel-novel itu sakit...betul nggak sih .."
" Hey...kalian itu masih kecil ya... ngapain tanya begituan...mbak kasih tahu ibu kalian nanti ya .." ucap Zahra.
" Ih apaan sih mbak Zahra itu.. nggak asik banget sih...kita itu tanya biar nggak penasaran..."
" Iya ..kalau kita sudah tahukan jadi nggak penasaran lagi ..."
"Dari pada kalian tanya yang begituan sehingga membuat kalian tambah penasaran mending kalian minta cepat - cepat dinikahkan biar kalian bisa langsung merasakan sendiri bagaimana rasanya." ujar Zahra.
" Kok gitu sih mbak...kita tanya baik-baik malah disuruh nikah.."
" Iya ..kita kan masih ingin sekolah dan menggapai cita-cita bukannya malah nikah muda."
" Kalau kalian memang ingin sekolah dan menggapai cita-cita kalian maka kalian harus belajar yang benar dan jangan tanya - tanya hal begituan lagi." ucap Zahra.
"Apa memangnya hubungannya tanya begituan sama sekolah ?"
" Kalau kamu sudah penasaran dengan hal begituan maka kamu akan selalu dibayangi oleh rasa penasaran kalian itu hingga kalian berkeinginan untuk melakukannya. Dan ketika kalian sudah melakukannya dan akhirnya membuahkan hasil dengan kehamilan. Maka tidak hanya sekolah kalian yang akan hancur tapi kehidupan kalian juga akan hancur.."
__ADS_1
" Ih .. apaan sih mbak kita nggak punya pacar kok... bagaimana mungkin kami..."
"Hey... hey... hey... kalian ini bagaimana sih disuruh antri wudhu malah ngobrol itu kamar mandinya kosong itu ..." ucap budhe yang membuat mereka langsung terdiam karena takut dimarahin