Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
nasihat ayah


__ADS_3

Ketika Zahra dan ibunya sedang sibuk membuat bolu marmer, Adi turun ke lantai bawah. Dia berniat mencari Zahra didapur karena dia sudah terlalu lama didalam kamar sendirian.


Saat Adi berjalan menuju ke arah dapur ayah Zahra memanggilnya.


" Di...sini di .." panggil ayah Zahra.


Mau tak mau Adi akhirnya berjalan mendekati ayah mertuanya itu.


" Ada apa yah?" tanya Adi.


" Kamu sedang mencari Zahra ya? .." tanya balik ayah.


" Iya ...yah.." jawab Adi.


" Tadi ayah lihat dia sedang membuat bolu marmer didapur sama ibu.... daripada kamu nungguin orang masak mending kamu temani ayah main catur disini."ucap ayah.


Adi tidak bisa menolak ajakan ayah mertuanya itu dan akhirnya diapun menerima ajakan ayah mertuanya itu untuk bermain catur diruang keluarga. Sambil bermain catur ayah Zahra memberi nasihat kepada Adi.


" Yang sabar ya di... dalam menghadapi Zahra walaupun dia keras kepala tetapi sebenarnya dia itu anak yang penurut... dan perasa ..jadi kamu harus sabar dalam menghadapinya " ucap ayah Zahra.

__ADS_1


" Iya yah..." ucap Adi.


" Ayah minta maaf kalau Zahra sikapnya masih kekanak-kanakan karena memang kami terlalu memanjakannya."ucap ayah Zahra.


" Iya yah.." ucap Adi lagi.


" Oh ya ..kapan kamu mulai masuk kerja di .?" tanya ayah Zahra.


" Besok saya sudah mulai masuk kerja yah.."jawab Adi.


" Nggak kejauhan kamu jika berangkat kerja dari sini?" tanya ayah Zahra.


" Ehm...apa Zahra ...yang memintamu untuk pulang ke sini ?" tanya ayah Zahra.


" Oh tidak kok yah...kami akan tinggal disini selama seminggu lalu seminggu kemudian kami tinggal di rumah orang tua saya jadi bergantian ..biar adil." jawab Adi.


" Oh...jadi seperti itu." ucap ayah Zahra.


Tak terasa adzan dhuhur berkumandang, ayah mengajak Adi untuk menjalankan sholat dhuhur di masjid didekat rumah . Ketika ayah dan Adi pergi ke masjid, ibu dan Zahra telah selesai membuat bolu marmer. Mereka kini membantu yu Jum mempersiapkan makanan untuk makan siang.

__ADS_1


Makanan telah tersaji di meja makan, namun ayah dan Adi masih belum juga kembali dari masjid. Akhirnya daripada menunggu kedatangan ayah dan Adi ,ibu dan Zahra memutuskan untuk shalat dhuhur terlebih dahulu.


Ketika Zahra dan ibunya sedang menjalankan ibadah sholat dhuhur , ayah dan Adi pulang dari masjid. Adi yang melihat Zahra mengerjakan sholat dhuhur di musholla jadi curiga dengan Zahra.


" Kemarin katanya perutnya sakit karena mau haid tapi sampai sekarang kok masih suci ya... Apa .. jangan - jangan Zahra berbohong.. ya ." pikir Adi.


" Kenapa di ..kok malah bengong disini ?" tanya ayah Zahra yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


" Oh tidak kok yah.. cuma lagi nungguin Zahra selesai sholat saja kok" jawab Adi gelagapan.


" Oh... daripada kamu nungguin Zahra selesai sholat mending kamu ganti baju dulu lalu setelah itu kita makan siang bersama." ucap ayah Zahra.


" Iya yah .. kalau begitu Adi pamit kekamar dulu yah." ucap Adi


" Ya sudah sana cepetan... soalnya ayah sudah lapar ini ha...ha..ha ..." kelakar ayah.


Adi segera melangkahkan kakinya menuju ke tangga. Dia bergegas menuju kearah kamar Zahra untuk berganti baju.


Tidak menunggu waktu lama Adi sudah berganti baju. Dia bergegas menuju ke lantai bawah untuk makan siang. Ketika sampai diruang makan, Zahra dan kedua orang tuanya sudah menunggunya dimeja makan. Adi kemudian bergabung dengan mereka dan mereka pun makan siang bersama.

__ADS_1


"


__ADS_2