Ku Serahkan Kepada Mu

Ku Serahkan Kepada Mu
Mungkinkah Dia Jodoh ku


__ADS_3

Zahra terkejut ketika ibu bercerita kalau keluarga Adi akan datang kembali ke rumahnya untuk berembuk tentang perubahan tanggal pernikahan mereka. Dan bertambah terkejut lagi saat mendengar cerita ibu kalau tanggal pernikahan mereka diubah menjadi beberapa hari setelah idul Fitri yang berarti pernikahan mereka akan diselenggarakan tiga bulan lagi.


Sedih , marah , kecewa , resah itulah yang Zahra rasakan saat ini. Dia tidak bisa menolak pernikahan yang dipaksakan oleh ayahnya itu. Dia hanya bisa memohon kepada Allah SWT apabila jodohnya maka dekatkanlah dan jika bukan agar dijauhkan. Dan kini bukannya pernikahannya dengan Adi batal mala semakin dipercepat.


Zahra kini hanya bisa pasrah. Mungkin kah Adi memang adalah jodoh yang dikirimkan oleh Allah SWT kepadanya. Jika memang Adi adalah jodoh yang dikirimkan oleh Allah SWT kepadanya maka dia hanya bisa pasrah menerima Adi sebagai jodohnya.


Dia hanya berpikir bahwa apa yang menurutnya buruk untuknya mungkin itulah yang terbaik untuknya. Dan jika dia berusaha untuk menghindarinya sekalipun, jika memang sudah jodohnya pasti tetap akan terjadi juga.


Zahra sudah berusaha untuk pasrah dengan permasalahan yang dihadapinya. Namun masih saja ada dari sisi hatinya yang tidak terima dengan apa yang terjadi pada dirinya. Hal ini membuatnya kembali bimbang.


Hari ini seluruh keluarganya sedang berkumpul untuk membahas rencana pernikahannya yang akan di selenggarakan tiga bulan lagi. Zahra memilih tetap berada di dalam kamarnya dari pada harus berkumpul dengan keluarganya.


Saat ini ada peperangan batin di dalam hatinya. Disalah satu sisi dari hatinya menyuruhnya untuk ikhlas menerima rencana pernikahannya dengan Adi. Toh bukannya kedua orang saudaranya juga menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Buktinya sampai sekarang pernikahan mereka tetap langgeng dan bahkan mereka kini dikaruniai anak - anak yang lucu.

__ADS_1


Namun disisi yang lain dari hatinya menyuruhnya untuk menolak rencana pernikahannya dengan Adi dan jika perlu kabur dari rumah jika rencana pernikahan itu tetap dilaksanakan.


Dia mulai memikirkan kemungkinan yang terjadi jika dia kabur dari rumah. Jika dia berhasil kabur dari rumah dan kebetulan di tolong oleh orang baik mungkin saja akan berakhir dengan baik pula. Namun jika ketika dia berhasil kabur dari rumah tapi mala bertemu dengan orang jahat apa yang akan terjadi padanya. Bisa-bisa barang berharganya dirampas dan mungkin dia akan diperkosa bahkan mungkin di bunuh. Atau bagaimana jika orang tuanya jatuh sakit karena dia kabur dari rumah.


Baru saja memikirkan kemungkinan yang terburuk yang mungkin saja akan terjadi padanya jika dia kabur dari rumah sudah membuatnya merinding. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali pasrah dengan menerima rencana pernikahannya dengan Adi.


Zahra merasa dirinya terlalu pengecut, karena dia tidak berani kabur dari rumah. Tapi bayangan buruk yang mungkin akan terjadi jika dia kabur dari rumah membuatnya tidak berani untuk mengambil resiko.


Dia selama ini memang hanya lah anak rumahan. Orang tuanya terlalu membatasi pergaulannya. Teman yang dia miliki hanya sedikit. Hal ini pula yang membuatnya memiliki pemikiran yang sempit.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


" Zahra .... Ra .... mbak Fara mau pamit pulang dulu ya, sudah sore ini." ucap mbak Fara dari luar kamar Zahra.


Zahra yang mulai tersadar dari alam mimpi segera mengarahkan pandangan matanya pada jam dinding di kamarnya.


" Astaghfirullah hal adzim, sudah jam lima aku belum sholat ashar dan mandi" batin Zahra.


Zahra akan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi ketika ketukan di pintu kamarnya terdengar lagi.


" Oh iya ...mbak Fara " batinnya sambil berbalik menuju kearah pintu. Dibukanya pintu kamarnya sambil berkata.


" Maaf mbak...aku tadi ketiduran, ini belum sholat ashar sama mandi . Zahra mau mandi sama sholat dulu ya.."

__ADS_1


" Ya udah kalau begitu mbak Fara pamit pulang dulu, sudah sana cepetan kamu mandi keburu masuk waktu magrib nanti." ucap mbak Fara sambil bersalaman dengan Zahra. Dengan segera Zahra menutup pintu kamarnya untuk segera mandi dan sholat. Ternyata pertentangan batin sungguh menguras tenaganya.


__ADS_2