
Zahra sudah berganti baju untuk acara resepsi yang berupa baju gamis berwarna pastel. Karena memang resepsi pernikahannya yang sekaligus sebagai ajang silaturahmi keluarga jadi Zahra bisa dengan bebas berbaur dengan tamu tanpa harus duduk diatas pelaminan.
Zahra sejak awal berusaha menjauh dari Adi dan tidak sekalipun berusaha mengajaknya berbicara dan memperkenalkannya pada keluarganya. Dia mala asyik bergabung dengan saudara sepupunya yang berkumpul di sudut ruangan.
Mas Syarif yang melihat Adi kebingungan sendiri akhirnya mendekatinya dan mengajaknya bergabung dengan saudara sepupunya dan memperkenalkannya pada mereka. Mas Syarif mendekati Zahra yang diam saja ketika mas Syarif dan Adi ikut bergabung dengan saudara sepupunya. Mas Syarif lalu berbisik di telinga Zahra.
" Ra... suamimu jangan ditinggal sendirian, ajak juga dia untuk berkenalan dengan saudara kita yang lain diakan belum kenal dengan saudara kita."
Zahra hanya cemberut mendengar perkataan kakaknya itu.
" Mas tinggal dulu untuk menemui tamu yang lain, awas... jangan ditinggal sendirian lagi Adi dia sekarang adalah suamimu " ucap mas Syarif lalu berjalan ke depan untuk menemui tamu yang baru datang.
Zahra dengan berat hati akhirnya mendekati Adi dan memperkenalkannya pada saudara sepupunya. Ketika mereka sedang asyik mengobrol, mbak Fara memanggil Zahra.
" Ra.. teman - temanmu datang tu..." kata mbak Fara sambil menunjuk kearah teman - teman Zahra yang baru saja datang.
Zahra segera berdiri dan berjalan menuju teman-temannya berada. Zahra meninggalkan Adi begitu saja dengan saudara sepupunya tanpa mengajak Adi untuk ikut dengannya menemui teman-temannya. Adi melihat sekilas kearah teman - teman Zahra yang semuanya perempuan. Dia membiarkan Zahra pergi menemui teman - temannya tanpa bermaksud untuk mengikutinya. Lalu dia kembali mengobrol bersama saudara sepupu Zahra.
Zahra tampak antusias menyambut kedatangan teman - temannya. Dia sangat rindu dengan teman - temannya yang sudah lama tidak pernah bertemu karena kesibukan mereka masing - masing.
" Terimakasih ya.. sudah menyempatkan waktu untuk datang ke acara pernikahanku..." ucap Zahra dengan wajah sumringah.
" Wah...wah..wah.. ternyata kamu itu diam - diam menghanyutkan ya Ra .." ucap Ayu temannya.
" Maksudmu...?" tanya Zahra dengan dahi berkerut.
__ADS_1
" Ya .. diantara kita kan yang tidak pernah pacaran cuma kamu, tapi yang duluan nikah mala kamu ... sampai kaget aku ketika menerima undangan pernikahan mu" jawab Ayu.
" Ya mau bagaimana lagi yu...wong aku dijodohkan sama ayahku...ya mau nggak mau harus mau.." jawab Zahra.
" Ah nasibmu Ra ... jaman sekarang masih dijodoh - jodohkan kayak jaman Siti Nurbaya saja..speak up dong jangan diam saja.." ucap Riza teman Zahra.
" Kamu itu Riz..Riz .. kayak nggak tau bokapnya Zahra saja ...mana berani Zahra menolak perintah bokapnya...wong bokapnya Zahra galak banget.." jawab Ayu
" Oh iya ..ya ..dulu nggak ada cowok yang berani ndeketin Zahra kan karena pada takut sama bokapnya Zahra semua." ucap Ratna.
" Iya ... bokapnya Zahra baru memelintir kumisnya saja... mereka sudah pada lari kocar-kacir...ha ..ha..ha..." ucap Riza.
" Ye.... siapa juga yang pada lari kocar-kacir itu...kalau aku sih nggak pernah ya...aku nggak takut sama bokapnya Zahra cuman hormat kepada beliau."
" Ah ...kamu Yahya... bukannya kamu ya... orang yang pertama kali kabur begitu melihat bokapnya Zahra." cibir Ratna.
" Iya ... bener itu..." ucap Riza dan yang lainnya juga.
" Eh...eh...eh...kalian itu dasar lambe turah .. seenaknya saja kalau bicara..." ucap Yahya.
Kehebohan yang terjadi setelah kedatangan Yahya dan teman lelakinya membuat perhatian semua orang beralih ke arah Zahra dan teman - temannya itu termasuk juga dengan Adi. Adi memicingkan matanya begitu melihat Yahya. Dia ingat bahwa lelaki itu adalah teman Zahra yang pernah di temuinya di mall. Adi seketika menjadi waspada, dia segera berdiri dan berjalan menuju ke arah Zahra dan teman - temannya.
" Ehm ... sepertinya seru banget... boleh saya bergabung di sini..."
Semua teman-teman Zahra secara otomatis mengalihkan pandangannya ke arah orang yang berbicara barusan.
__ADS_1
" Perkenalkan saya Adi suaminya Zahra " ucap Adi lagi.
" Oh ya mas..mari sini gabung dengan kami, perkenalkan saya Ayu temannya Zahra " ucap Ayu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Adi tidak membalas uluran tangan Ayu,tetapi dia mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya dan memperkenalkan dirinya.
" Adi" ucap Adi.
Akhirnya semua teman-teman Zahra mulai memperkenalkan dirinya kepada Adi, termasuk juga Yahya. Yahya meremas tangan Adi agak keras ketika bersalaman dengan Adi dan dibalas balik oleh Adi. Yahya meringis kesakitan ketika Adi membalas remasan tangannya.
" Adi suaminya Zahra " ucap Adi penuh penekanan ketika bersalaman dengan Yahya.
" Nggak nanya..." ucap Yahya sambil menghempaskan tangan Adi . Yahya memegangi tangannya yang sakit dan berlalu menuju ke arah meja makanan disajikan.
Semua teman-teman Zahra hanya menatap bingung dengan perilaku Adi dan Yahya. Zahra hanya diam tak menghiraukan perilaku mereka dan berusaha mengalihkan perhatian teman - temannya yang lain.
" Oh ya teman - teman... kalau mau makan atau minum jangan sungkan - sungkan ya ., ambil saja sepuas kalian..." ucap Zahra.
" Tenang aja Ra ..nanti kamu jangan kaget ya.. kalau makanannya habis..." kata Reno teman Zahra yang bertubuh tambun.
"Ra ..Ra ..kalau ada Reno kamu jangan suruh makan sepuasnya... bisa-bisa semua makanan habis dimakan sama dia .." ucap Riza.
Mereka lalu berjalan menuju ke arah meja makanan dihidangkan untuk menikmati hidangan yang disajikan.
.
__ADS_1