
Semua orang yang berada di dalam mobil terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, hingga tak terasa mereka telah sampai di depan rumah. Setelah turun dari mobil, Zahra langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya. Sedangkan yang lainnya memandang Zahra dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
Setelah ibu berganti baju , beliau segera menuju ke dapur untuk membantu yu Jum menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Mbak Fara dan mbak Lia juga ikut membantu ibu setelah mereka selesai berganti baju.
Semua hidangan berbuka sudah tersaji di atas meja makan. Semua orang kecuali Zahra sudah berkumpul di ruang keluarga menunggu adzan Maghrib berkumandang.
" Far tolong kamu panggil adik kamu, sebentar lagi adzan Maghrib tapi belum turun juga dia" . Perintah ibu.
" Far duduk ...biar Zahra turun sendiri kalau dia lapar. Sudah mau nikah tapi belum berubah juga sifatnya itu." perintah ayah.
" Sudah lah yah....dia kan lagi puasa... kasihan dia... Lagian juga ayah... sudah tau anak itu mudah tersinggung... tapi tetap saja ayah goda dia." bela ibu sambil melangkah menuju kearah kamar Zahra.
Tok
Tok
Tok
" Ra ....kamu nggak buka puasa..., sebentar lagi adzan loh..." panggil ibu.
__ADS_1
" Ra ...buka pintunya Ra..." ucap ibu lagi karena Zahra belum juga keluar dari kamarnya.
" Sebentar Bu..." ucap Zahra sambil membuka pintu kamarnya.
Setelah pintu kamar terbuka tampak lah mata Zahra yang terlihat sembab seperti habis menangis.
" Kamu habis nangis Ra...? " tanya ibu.
" Enggak kok Bu, aku baru bangun tidur karena nggak sengaja tertidur tadi ." jawab Zahra.
" Ra... jangan ambil hati ya... ucapan ayah tadi. Ayah tadi hanya ingin menggodamu saja . Beliau sebenarnya saat ini sedang sedih karena sebentar lagi akan kamu tinggal pergi setelah kamu menikah nanti. Dia hanya bingung untuk mengungkapkan perasaannya sehingga terkesan menyebalkan buatmu. " jelas ibu.
" Alhamdulillah sudah adzan....ayo Ra...cepat kita turun untuk berbuka puasa bersama dengan yang lain." ucap ibu.
Zahra segera berjalan menuju ke ruang makan bersama dengan ibu . Disana seluruh anggota keluarganya sudah berkumpul untuk berbuka puasa. Zahra dan ibu lalu ikut bergabung untuk berbuka puasa bersama.
Setelah selesai membatalkan puasa dengan gorengan dan es buah , mereka lalu sholat Maghrib berjamaah. Selepas shalat Maghrib, mereka kemudian makan malam bersama. Setelah itu mereka bercengkrama di ruang keluarga sambil menunggu adzan isya.
" Far kamu nanti pulang atau menginap di sini Far..?" tanya ibu.
__ADS_1
" Insyaallah Fara akan menginap di sini Bu, besok pagi setelah sholat subuh Fara akan pulang karena mas Arif masih masuk kerja." jawab mbak Fara.
" Lah kamu Syar... kamu nanti menginap juga seperti Fara, apa langsung pulang...?" tanya ibu
" Insyaallah Syarif langsung pulang setelah sholat tarawih berjamaah Bu...." jawab mas Syarif.
" Loh ... kenapa kamu nggak menginap juga sih Syar .,. seperti adik kamu..?" tanya ayah.
" Soalnya kalau pulangnya habis sholat subuh nanti yang ada malah tergesa-gesa . Karena sebelum berangkat kerja Syarif harus mengantarkan anak - anak ke sekolah dulu ." jawab mas Syarif.
" Loh anak-anak masih belum libur sekolah, kan sebentar lagi hari raya idul Fitri?" tanya ibu.
" Belum Bu... mungkin seminggu sebelum lebaran baru libur." jawab mbak Lia.
" Ibu kira sudah libur ... makanya ibu masak banyak buat makan sahur besok.... Kalau gitu nanti kamu bungkus aja Lia buat sahur besok biar nggak perlu masak kamu " ucap ibu.
" Iya Bu " ucap mbak Lia senang karena memiliki mertua yang sangat pengertian.
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan isya. Akhirnya mereka sholat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat tarawih dan witir berjamaah.
__ADS_1