
Hari sudah beranjak sore namun Zahra belum juga pulang dari rumah sakit. Hal itu membuat ayah dan ibu menjadi khawatir dengan keadaan Zahra. Saking khawatirnya ibu sampai mondar mandir di ruang tamu sambil menatap keluar rumah berharap Zahra pulang ke rumah. Dan setiap mendengar suara motor atau mobil dia langsung menatap keluar rumah berharap itu adalah Zahra.
" Aduh Bu... jangan mondar mandir terus dong bu, kepala ayah jadi pusing nih melihatnya." ujar ayah
" Aduh Yah.... Zahra kok belum pulang juga sih yah ...ini sudah sore tapi Zahra kok belum pulang juga ya ... jangan - jangan dia kabur lagi yah karena nggak mau dilamar... aduh bagaimana ini yah?"ujar ibu cemas tanpa mendengarkan perkataan ayah.
" Ibu kok pikirannya seperti itu sih , bukannya berdo'a agar Zahra cepat pulang dalam keadaan sehat wal afiat mala mikir yang tidak - tidak."ujar ayah
" Daripada menunggu nggak jelas seperti ini mending mbak telfon saja si Zahra dan suruh cepat pulang." timpal Tante Ria karena nggak tega melihat kakaknya yang cemas.
" Sudah dari tadi dihubungi nggak nyambung - nyambung sampai pusing ini kepala mbak." jawab ibu sambil mencoba menghubungi lagi Zahra melalui hpnya.
"Ni lihat nggak nyambung lagi " sambung ibu sambil menunjukkan hpnya ke arah Tante Ria.
" Sudah hubungi Fara belum mbak?" tanya Tante Ria lagi.
" Sudah dari tadi malahan. Sebelum menghubungi Zahra aku lebih dulu menghubungi Fara, dia bilang Zahra sudah pulang sejak jam setengah dua belas tadi , tapi sampai sekarang belum juga sampai rumah . Gimana nggak khawatir coba." jawab ibu
Tak seberapa lama kemudian terdengar suara sepeda motor di depan rumah. Sontak seluruh orang yang ada di dalam rumah segera mengalihkan pandangannya ke arah luar rumah. Tampak Zahra turun dari ojek online dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah rumah setelah sebelumnya mengembalikan helm dan menyerahkan uang pembayaran kepada driver ojek online yang ditumpanginya. Semua orang akhirnya bisa bernafas lega melihat kedatangan Zahra.
Ibu yang semula mencemaskan keadaan Zahra seketika berubah menjadi gemas begitu melihat Zahra dan ingin mengomelinya. Ayah yang melihat ekspresi wajah istrinya itu seperti seekor singa yang akan menerkam mangsanya , dengan segera ayah menegur istrinya itu.
" Bu... jangan dimarahi dulu , Alhamdulillah dia sudah kembali pulang, kalau nanti ibu marahi dia ,takutnya anak itu mala kabur lagi nantinya. " kata ayah mewanti - wanti ibu.
" Assalamualaikum " Zahra segera mengucap salam ketika sampai di depan pintu rumah.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam " jawab semua orang yang ada di ruang tamu.
Zahra mendekati kedua orang tuanya dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Ibu ingin sekali mengomeli Zahra tapi mengingat ucapan suaminya barusan membuatnya menahan hasrat diri untuk mengomeli Zahra.
Tante Ria yang melihat wajah kakaknya memerah seperti orang yang menahan amarah, segera menggandeng tangan Zahra dan menuntunnya menuju ke arah kamar tidur Zahra .
" Ayo Ra.. kamu mandi dulu sana, soalnya periasnya sudah menunggu kamu dari tadi. Oh ya kamu sudah sholat ashar belum?" tanya Tante Ria berusaha mencairkan suasana yang sempat tegang.
" Belum te" jawab Zahra singkat.
" Kalau sudah selesai mandi dan sholat ashar kamu langsung ke bawah ya ,nanti kamu akan dirias di kamar tamu soalnya periasnya menunggu kamu di sana ." kata Tante Ria begitu sampai di depan pintu kamar Zahra.
" Iya te makasih , Zahra masuk dulu ya te ." pamit Zahra sambil membuka pintu kamarnya.
Tante Ria kemudian meninggalkan kamar Zahra dan kembali kelantai bawah untuk membantu ibu mempersiapkan keperluan untuk acara lamaran Zahra nanti.
" Loh mbak Lia, ada apa mbak?" tanya Zahra begitu melihat mbak Lia ada di depan kamarnya.
"Ehm.. Itu... Tadi aku disuruh ibu untuk memanggil kamu untuk segera dirias." jawab mbak Lia
" Oh ..kok tidak nanti saja sih mbak , habis sholat magrib ?" tanya Zahra sambil menutup pintu kamar .
" Kata periasnya kalau dirias habis magrib jadi terburu - buru, kalau terburu - buru hasilnya jadi jelek, mending kamu ngikut aja apa kata periasnya Ra. " jawab mbak Lia.
" Bukannya aku nggak mau nurut mbak, tapi masak gara-gara dirias aku sampai nggak sholat Maghrib sih mbak" jelas Zahra.
__ADS_1
" Ya kamu ambil wudhu aja sekarang, nanti waktu magrib tinggal sholat aja ,gitu aja kok repot sih Ra ." ucap mbak Lia.
" Ya udah kalau begitu aku ambil wudhu dulu." ucap Zahra sambil mengarahkan kakinya menuju kearah kamarnya.
" Mau kemana lagi kamu Ra ?" tanya Mbak Lia sambil memegang tangan Zahra.
" Katanya tadi disuruh wudhu dulu, ini mau wudhu." jawab Zahra.
" Nggak usah kembali ke kamar kamu juga kali Ra, dikamar mandi dikamar tamu kan bisa." ucap mbak Lia sambil menggandeng tangan Zahra menuju ke kamar tamu.
Adzan Maghrib berkumandang semua bergegas untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib termasuk juga Zahra. Dia sudah selesai dirias hanya tinggal ganti baju saja yang belum. Untung saja wudhu nya belum batal sehingga dia bisa menunaikan ibadah sholat Maghrib.
Selepas sholat Maghrib semua bergegas mempersiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan Adi dan keluarganya. Zahra juga sudah berganti pakaian dengan memakai kebaya modern . Sekarang perias sedang memakaikan kerudung modern sebagai sentuhan akhirnya .
Tak lama kemudian rombongan keluarga Adi pun tiba di rumah Zahra. Ternyata perkiraan ibu memang benar , anggota keluarga Adi yang ikut serta dalam acara lamaran malam ini ternyata lumayan banyak juga. Tidak hanya laki-laki saja yang datang seperti waktu acara perkenalan dua keluarga sebulanan yang lalu. Tetapi wanita dan anak-anak juga diajak ikut serta dalam acara lamaran malam hari ini .
Setelah semua rombongan keluarga Adi masuk kedalam rumah Zahra, tak lama kemudian acara pun dimulai. Suara om Jamal yang membuka acara mulai terdengar di seluruh penjuru rumah. Dan dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan oleh ayah selaku tuan rumah.
.
Setelah ayah selesai memberikan kata sambutan, maka tibalah acara inti yaitu tukar cincin. Zahra yang masih berada didalam kamar tidur tamu dipanggil untuk segera menuju ketempat acara lamaran diselenggarakan. Zahra berjalan menuju kearah diselenggarakannya acara dengan diapit oleh mbak Lia dan Tante Mila. Begitu sampai disana, Zahra disambut oleh ibu Adi yang akan menggantikan Adi memasangkan cincin lamaran dijari manis Zahra. Sedangkan cincin Adi dipasangkan oleh adik perempuannya. Hal ini dilakukan karena mereka masih belum sah menjadi suami istri.
Tak terasa rangkaian acara demi acara telah dilalui dan terakhir tibalah pembacaan do'a yang dipimpin oleh Haji Rojak . Setelah itu rombongan keluarga besar Adi pun meminta izin untuk pulang.
.
__ADS_1
"