
Zahra sedang membaca novel online kesukaannya ketika tiba-tiba pintu kamarnya di ketok .
Tok
Tok
Tok
" Ra ..buka pintunya Ra... Dibawah ada Adi itu loh" ucap ibu
" Adi? Mau ngapain dia kesini" pikir Zahra
Karena penasaran Zahra segera membuka pintu kamarnya.
" Bu , beneran Adi ada dibawah ? Mau ngapain dia kesini bu?" tanya Zahra.
" Ya mana ibu tahu, mungkin saja dia mau ngapelin kamu secara kan ini malam minggu ." jawab ibu sengaja menggoda Zahra.
" Memangnya dia nyariin Zahra bukan nyari ayah ?" tanya Zahra lagi
" Kenapa memangnya kalau nyariin kamu , nggak boleh ? Kan sah-sah saja kalau dia nyariin kamu, wong kamu tunangannya ." jawab ibu sambil menahan senyum.
__ADS_1
" Bukannya begitu sih Bu.." belum sempat Zahra menyelesaikan perkataannya ibu sudah memotongnya.
" Sudah cepat turun sana anterin minuman buat Adi dan ayah. Mereka sedang ngobrol sekarang. Kata ibu sambil menarik tangan Zahra.
Zahra mengambil nampan yang diatasnya terdapat gelas minuman dan toples kue yang sudah disiapkan oleh yu Jum. Dia membawa nampan itu menuju ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu dia meletakkan gelas minuman dan toples kue diatas meja. Setelah itu dia berbalik untuk kembali menuju ke dalam rumah .
Zahra tadi sempat berpikir ayahnya akan menyuruhnya untuk duduk dan menemani Adi mengobrol. Tapi ternyata pikirannya salah , berarti ibunya tadi cuma menggodanya saja. Berarti Adi kesini memang ada perlu dengan ayahnya.
Zahra melangkahkan kakinya menuju ke dapur dimana ibunya berada dengan bibir manyun.
" Ih... Ibu itu suka banget goda Zahra , wong Adi ada perlu dengan ayah kok bukan dengan Zahra. Tu buktinya mereka asyik ngobrol di depan." ucap Zahra.
" Di bilangin nggak percaya, tu tanya yu Jum kalau tidak percaya." ucap ibu meyakinkan.
" Iya mbak Zahra tadi memang mas Adi nyariin mbak Zahra tapi mala ditemui sama bapak."ucap yu Jum
" Ah terserah deh.. Zahra mau keatas dulu, mau baca novel lagi." ucap Zahra sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar nya.
Tak seberapa lama kemudian Adi pamit pulang. Ayah mengantar kepergiannya hingga ke teras rumah . Begitu Adi mulai menjauh dari rumah , ayah pun masuk ke dalam rumah. Didalam rumah ibu sudah menanti kedatangan ayah dengan rasa penasaran.
" Ada keperluan apa Adi datang kemari yah?" tanya ibu begitu ayah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Bu ...Bu ..ayah baru juga masuk sudah diinterogasi , tunggu ayah duduk dulu baru di tanyai . Apalagi kalau nanyanya sambil dipijitin tambah semangat jawabnya." protes ayah.
" Kalau sambil dipijitin yang ada bukannya jawab pertanyaan ibu ayah mala tidur karena keenakan." sahut ibu.
Ayah tertawa sambil duduk disebelah ibu.
" Jadi ada apa Adi kesini yah." tanya ibu lagi
" Dia kesini karena mau minta izin kepada ayah untuk bisa mengajak Zahra pergi ke acara pernikahan sepupunya minggu depan." jawab ayah.
" Terus jawaban ayah apa?" tanya ibu lagi.
" Ya ayah tolak la... masak di izinkan." jawab ayah.
" Loh kok ditolak sih yah, mereka kan sudah bertunangan jadi nggak masalah kan kalau mereka pergi bersama. Harus nya tadi biarkan saja yah biar mereka bisa makin dekat. " ujar ibu.
" Bu biarpun mereka sudah bertunangan ayah tidak akan mengizinkan mereka untuk pergi bersama, kecuali kalau mereka sudah menikah baru ayah izinkan." Terang ayah.
" Alasannya apa ayah tidak mengizinkan Adi pergi dengan Zahra." ibu meminta kejelasan dari ayah.
" Alasannya karena Zahra adalah tanggung jawab ayah , ayah hanya ingin melindungi Zahra dari perbuatan dosa walaupun sekecil apapun itu. Apakah salah jika aku terlalu menyayangi anakku Bu ?" tanya ayah
__ADS_1
Ibu hanya mampu terdiam mendengar pertanyaan ayah dan tidak bisa menjawabnya.
"