
Adi merutuki kebodohannya yang tidak jadi melihat 'wajah gadis yang ada dihadapannya tadi. Dia terlalu banyak berpikir sehingga ketika dia memutuskan untuk melihat gadis itu ternyata sudah terlambat karena gadis itu sudah masuk ke dalam rumah.
Sudah jelas tujuannya datang bertamu adalah selain untuk menjalin tali silaturahmi juga untuk melihat keadaan keluarga dan tentunya melihat gadis yang akan dijodohkan dengannya itu , sebagai pertimbangan dirinya untuk memutuskan menerima atau menolak perjodohan ini. Namun karena kebodohannya sendiri dia jadi melewatkan kesempatan emas yang ada di depan matanya.
Kegalauan yang melanda didalam hatinya itu membuatnya tersentak kaget ketika mendengar suara Haji Abdullah.
" Mari dicicipi nak mohon maaf hanya seadanya saja "
" Iya pak Haji terima kasih ini sudah lebih dari cukup."
Adi mengambil gelas minuman dan meminumnya begitu juga dengan temannya Karno . Mereka sudah kehausan dari tadi karena perjalanan yang mereka tempuh lumayan jauh.
" Mari dicicipi juga kuenya ini bikinan sendiri loh .. Zahra yang membuatnya ." ucap Haji Abdullah dengan antusias mempromosikan keahlian putrinya.
__ADS_1
Adi mengambil satu buah kue dan memakannya , belum selesai dia mengunyah kue itu sudah diserbu pertanyaan dari Haji Abdullah.
" Bagaimana rasanya ? Enakkan ? "
Adi hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena mulutnya masih penuh dengan kue yang di makannya . Melihat Adi yang tidak mungkin menjawab pertanyaannya karena sedang makan akhirnya Haji Abdullah ikut menikmati hidangan yang ada di atas meja itu juga. Selang tak berapa lama kemudian setelah mereka menikmati sajian di atas meja , mereka kemudian memulai kembali percakapan mereka.
Mereka sedang asyik bercakap-cakap ketika tak sengaja mereka mendengar suara gaduh dari dalam rumah. Sehingga akhirnya perhatian mereka semua tertuju pada partisi yang membatasi pandangan mereka dari ruangan yang ada didalam rumah. Hingga ucapan Haji Abdullah mengalihkan perhatian mereka sehingga perhatian mereka tertuju pada nya .
" Wah .. maaf kalau begitu pak Haji gara - gara saya acara kumpul - kumpul keluarga jadi terganggu ."
" Ah enggak kok.. Sama sekali tidak menggangu."
"Kalau begitu kami mohon undur diri pak Haji, agar tidak terlalu siang sampai di rumah nanti."
__ADS_1
" Loh kok buru - buru pulang sih... padahal saya senang sekali loh dengan kedatangan kalian ke rumah kami . Oh iya sampai lupa bagaimana nak Adi?apa nak Adi tertarik dengan putri saya ?"
Adi tampak bingung untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari Haji Abdullah. Terus terang saat ini dia tertarik dengan perjodohan itu apalagi umurnya sudah cukup untuk berumah tangga. Mengingat kejadian yang pernah di alaminya dulu membuatnya malas untuk mencari seorang kekasih. Saat ini dia hanya ingin menjalin hubungan yang serius yaitu hubungan pernikahan . Bagaimanapun juga sebelum mengambil keputusan dia ingin memohon petunjuk terlebih dahulu kepada Allah SWT .
" Mohon maaf sebelumnya pak Haji, terus terang saya tertarik dengan putri bapak tapi kalau boleh saya minta waktunya terlebih dahulu karena saya juga masih memiliki orang tua yang harus saya mintai restunya . Jadi mohon maaf kalau saya belum bisa memutuskannya sekarang , apakah pak Haji tidak berkeberatan ."
" Oh.. tentu saja saya tidak berkeberatan, saya malah salut dengan nak Adi yang masih melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan, jarang - jarang ada anak yang seperti nak Adi. Karena biasanya malah mereka yang memaksakan orang tuanya agar mau menerima keputusannya."kata Haji Abdullah dengan tersenyum.
" Kalau begitu kami pamit dulu pak haji . Insyaallah saya akan segera menghubungi bapak setelah kami mendapatkan jawabannya" ucap Adi sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Haji Abdullah.
" Ya sudah kalau begitu saya tunggu kabar baiknya dari nak Adi."
Haji Abdullah mengantarkan tamunya itu hingga ke halaman rumah , dia baru masuk ke dalam rumah setelah tamunya pergi keluar dari halaman rumah nya.
__ADS_1