
Setelah mengantar kepergian keluarga Adi mereka mulai berbenah. Para pria membersihkan ruang tamu dan menatanya seperti semula. Sedangkan para wanita ada yang membagikan makanan ke tetangga dan ada pula yang membantu yu Jum mencuci piring kotor.
Setelah mereka selesai mengerjakan tugas mereka, mereka beristirahat di ruang keluarga sambil mengobrol.
" Oh ya mas sampai lupa , tadi ada yang mendokumentasikan acara nggak?" tanya mbak Fara kepada mas Syarif.
" Tenang saja ..tadi aku sudah minta tolong sama suamimu si Arif untuk mengambil gambar dan memvideokan acara tadi." jawab mas Syarif.
" Mana mas ,aku mau lihat dong video acara tadi,ini si Zahra dari kemarin juga penasaran sama si Adi."ucap mbak Fara sambil menunjuk ke arah Zahra
" Ih siapa yang penasaran mbak Fara kali yang penasaran " timpal Zahra
" Loh memangnya Zahra belum tahu Adi itu yang mana ?" tanya Tante Mila kepo
" Ya belum Tante ,kalau sudah tahu kan nggak mungkin penasaran ". Jawab mbak Lia
Kemudian mas Syarif mengambil kamera video yang disimpan di kamarnya lalu menyambungkannya ke televisi sehingga mereka bisa melihat jalannya acara tadi bersama - sama.
" Ra calon mu yang mana Ra." tanya Tante Ria kepada Zahra
" Ya mana Zahra tau Tante , wong Zahra nggak pernah lihat mukanya kok, tu tanya saja sama ayah tu" jawab Zahra sewot
" Memangnya yang mana mas yang namanya Adi itu?" tanya Tante Ria kepada ayah.
" La itu yang pakai Koko warna coklat , yang manisnya kayak pabrik gula ."jawab ayah sambil tersenyum.
" Wah... cakep Ra cuman agak berisi dikit sih " ujar Tante Mila
" Oh iya yah, tanggal lamarannya dan tanggal pernikahan tadi sudah ditetapkan belum ? soalnya tadi nggak begitu kedengaran waktu bahas menentukan tanggal tadi" tanya ibu kepada ayah.
" Iya tadi memang sudah ditetapkan tanggalnya, untuk acara lamarannya sebulan lagi sedangkan untuk acara pernikahannya setahun lagi." jawab ayah.
" Lho kok gitu ". Selah ibu
" maksudnya ?" tanya ayah
" Itu lho yah kok ...acara lamarannya kayak terburu - buru gitu diselenggarakan sebulan lagi sedangkan untuk pernikahannya kelamaan jika diselenggarakan setahun lagi ."
__ADS_1
Ucap ibu
" Oh ..tadi katanya kebetulan ada saudara sepupunya Adi yang akan menikah tahun ini makanya pernikahannya ditunda tahun depan" jawab ayah.
" Lho ..apa salahnya jika diselenggarakan di tahun yang sama, asal tanggalnya beda kan nggak jadi masalah " tanya Tante Ria.
" Tadi ada pak lek apa pak dhe nya si Adi tadi" tanya ayah kepada om Jamal yang duduk di sampingnya.
" Pak dhe" jawab om Jamal
" Oh ya pak dhe nya si Adi itu bilang kalau dalam setahun tidak boleh ada dua pernikahan dalam satu keluarga, oleh karena itu..." jawab ayah yang langsung disangga oleh om Jamal.
" Sebenarnya bukan itu masalah nya mas, tadi kan kata Haji Kholil nggak masalah kalau tidak satu rumah. Cuma tadi yang membuat ditetapkan tahun depan itu karena pak dhe nya Adi itu masih percaya sama primbon Jawa, setelah tanya tanggal lahir Adi dan Zahra dan dihitung - hitung keluarlah tanggal itu."
" Oh begitu " jawab Tante Ria sambil mengangguk - anggukkan kepalanya.
" Eh ..nggak terasa sudah malam ,aku pamit pulang dulu ya mbak , takut besok bangun kesiangan kalau tidurnya kemalaman , besok kan anak -anak masih sekolah "
Ucapan Tante Mila membuat semua orang mengarahkan pandangan matanya ke arah jam dinding yang ada di tembok ruang keluarga. Tampak jam menunjukkan pukul setengah sepuluh. Sontak membuat yang lain ikut pamit pulang juga.
" Bentar - bentar tunggu sebentar, ini aku bungkuskan makanan dulu buat sarapan besok" kata ibu
" Nggak usah repot-repot mbak " ujar Tante
" Nggak kok .. nggak repot sama sekali . Kalau nggak kemakan mala mubazir nanti makanannya." ujar ibu sambil berlalu ke dapur.
Mbak Fara berniat untuk pergi ke dapur untuk membantu ibu ketika suara ayah menghentikan langkahnya.
" Lho Far ..kamu juga ikutan pulang , nggak nginep di sini , kasihan itu si Naya sudah pulas tidurnya kalau kebangun nanti takutnya jadi rewel"
" Enggak kok yah.. Fara memang mau nginep di sini. Sekarang Fara mau ke dapur dulu yah mau membantu ibu membungkus makanan." jawab mbak Fara.
" Oh ya sudah kalau begitu, lah kamu Syar gimana pulang juga atau nginep disini ?"tanya ayah pada mas Syarif.
" Syarif nginep di sini kok yah, anak-anak sudah tidur semua kasihan kalau dibangunkan. Palingan besok pagi habis sholat subuh Syarif pulang . Anak - anak kan masih masuk sekolah nya dan Syarif besok juga masih kerja yah." jawab mas Syarif
Tak lama kemudian ibu datang membawa bungkusan makanan untuk Tante Mila, Tante Ria dan juga Om Jamal.
__ADS_1
" Jangan lupa nanti langsung dimasukkan ke lemari pendingin besok pagi tinggal dipanaskan aja buat sarapan " ujar ibu
" Iya mbak sudah tahu bawel banget sih" ucap Tante Mila.
" Hi...hi ...hi maklum kebiasaan kalau ngingetin anak - anak jadi lupa ini kalau yang diingetin sudah bongkotan semua, nggak perlu diingetin juga udah tau ya ha ...ha..ha.. " ucap ibu sambil tertawa.
" Enak aja ngatain kita udah bongkotan , situ kali yang udah bongkotan . Kita sih masih muda belia kali." ujar Tante Ria sambil menyibakkan rambutnya ala-ala iklan shampo.
Ibu hanya tersenyum melihat kelakuan adik bungsunya itu.
" Ya udah mbak, mas kami pamit pulang dulu ya dan terimakasih banyak makanannya." ucap Tante Mila.
" Oh ya Mil sama - sama , terimakasih juga kamu sudah bantuin aku tadi . Dan jangan lupa waktu lamarannya Zahra bulan depan kamu kesini lagi ya , bantuin aku lagi. " jawab ibu sambil bersalaman dengan Tante Mila.
" Iya mbak , insyaallah " kata Tante Mila.
" aku pulang dulu ya mbak , mas , terimakasih makanannya " ucap Om Jamal
" Iya sama-sama , jangan lupa bulan depan kesini lagi waktu acara lamarannya Zahra " ucap ayah.
" insyaallah mas" jawab om Jamal.
" Mbak , mas aku pulang dulu ya "ucap Tante Ria.
" Iya hati-hati dijalan ya , jangan lupa bulan depan kesini lagi, bantuin aku lagi" ucap ibu
" Beres" ucap Tante Ria.
Ibu , ayah dan anak menantunya mengantarkan kepulangan Tante Mila, Tante Ria dan om Jamal beserta pasangan mereka sampai depan teras . Setelah kepergian mereka ayah menyuruh mas Syarif untuk mengunci pintu rumah.
" Syarif tolong kamu kunci pintunya" kata ayah sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
" Far ibu sudah capek banget mau istirahat dulu , kalau kamu dan mbak mu mau makan tinggal dipanaskan aja makanannya." ucap ibu.
" Ya udah ibu istirahat saja , Fara juga mau istirahat kok sudah ngantuk" jawab mbak Fara sambil menguap menahan kantuk.
Mereka akhirnya masuk kedalam kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.
__ADS_1