
Hari ini acara lamaran Zahra dan Adi akan diselenggarakan, namun Naya belum juga kunjung sembuh dan masih dirawat di rumah sakit. Karena itu mbak Fara tidak bisa membantu ibu mengurus acara lamaran Zahra hari ini .
Biasanya setelah memasak ibu akan mengajak Zahra untuk menjenguk Naya ke rumah sakit . Namun karena akan ada acara dirumahnya ibu tidak pergi ke rumah sakit. Tapi beliau tetap menyuruh Zahra untuk pergi ke rumah sakit untuk membawakan makanan dan menggantikan mbak Fara untuk menjaga Naya.
Zahra pergi ke rumah sakit naik ojek online karena ayah tidak bisa mengantarnya ke rumah sakit. Beliau juga sibuk mempersiapkan acara lamaran Zahra nanti malam.
Setelah tiba di rumah sakit Zahra langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Naya di rawat. Ketika memasuki ruangan itu terasa lebih lengang karena sekarang hanya tinggal Naya seorang yang menghuni ruangan itu. Pasien yang satu ruangan dengan Naya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Dan belum ada pasien lain yang menempati bed pasien disebelah Naya .
Zahra mendekati bed pasien Naya. Di sana nampak Naya yang sedang tidur sedangkan mbak Fara tidak nampak batang hidungnya sama sekali. Zahra mengedarkan pandangan matanya mencari keberadaan mbak Fara ketika terdengar suara guyuran air dari kamar mandi.
Setelah mengetahui keberadaan kakaknya yang berada di dalam kamar mandi, Zahra memutuskan untuk duduk di kursi dan bermain game di hp nya. Tak lama kemudian mbak Fara keluar dari kamar mandi dan melihat sudah ada Zahra yang duduk di kursi disamping bed pasien Naya.
" Sudah lama Ra. ?" tanya Mbak Fara dengan suara pelan agar Naya tidak terbangun.
__ADS_1
" Nggak.. barusan kok.." jawab Zahra tanpa mengalihkan pandangannya dari layar hp.
" Tadi sebelum kamu berangkat ke sini apa mbak Lia, Tante Mila dan Tante Ria sudah datang kerumah untuk membantu ibu Ra ?"tanya Mbak Fara.
" Kalau mbak Lia sih dari kemarin malam sudah menginap dirumah tapi kalau Tante Mila sama Tante Ria sih belum datang . Kata ibu sih mereka bakal datang sore hari karena tidak perlu bantuin masak ."jawab Zahra.
" Oh ya...ya.. Lupa aku kalau makanannya pesan semua, jadi bisa santai nggak perlu repot-repot masak." ujar mbak Fara
Sejenak hening karena Zahra sedang konsentrasi bermain game di hpnya sedangkan mbak Fara yang memang sedari tadi sudah lapar mulai melahap makanan yang dibawa oleh Zahra dari rumah.
" Hah.. Yang bener aja mbak...masak aku sudah dirias dari siang hari sih mbak, bisa-bisa waktu acara riasanku sudah luntur semua nanti." sewot Zahra.
" Siapa juga sih Ra yang mau merias kamu dari siang itu. Mbak Sri itu datang dari siang karena dia mau nemenin suaminya dekor foto booth untuk acara lamaran kamu nanti. Lupa apa kamu ?" jelas mbak Fara..
__ADS_1
" Ha...ha...ha...sorry mbak nggak konsen soalnya aku lagi asyik main " ucap Zahra.
Lagi asyik mengobrol tiba-tiba Naya terbangun. Zahra lalu mengajak Naya bermain agar mbak Fara bisa beristirahat. Karena asyik bermain tak terasa hari sudah siang , mbak Fara lalu menyuruh Zahra untuk pulang.
" Sudah hampir jam setengah dua belas Ra , kamu pulang dulu sana biar nanti ketika mbak Sri sampai dirumah kamu sudah ada di rumah. Nanti kamu bisa ikut mengarahkan kalau nggak sesuai dengan keinginan mu."ujar mbak Fara.
" Ehm... Zahra pulang dulu mbak." ucap Zahra sambil mengambil tasnya kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan mbak Fara.
" Iya ... hati - hati dijalan, langsung pulang nggak usah mampir - mampir " ucap mbak Fara sambil bersalaman dengan adik kesayangannya itu.
Zahra melangkahkan kakinya menuju lobby rumah sakit dengan gontai. Dia malas untuk pulang ke rumah. Apalagi mengingat bila nanti malam acara lamarannya akan diselenggarakan dia semakin galau.
Sesampainya di lobby Zahra mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang ada di lobby. Zahra lalu membuka aplikasi ojek online. Ketika mengetik alamat tujuannya bukannya mengetik alamat rumahnya tapi dia mala mengetik nama mall sebagai tempat tujuannya.Selang beberapa menit kemudian ojek online pesanannya pun datang dan mengantarnya menuju ke tempat tujuannya.
__ADS_1
Setelah sampai di mall , Zahra berjalan tak tau arah . Dia menatap kosong jajaran outlet yang ada di mall itu tanpa minat. Hingga matanya menangkap nama outlet minuman yang lagi viral di media sosial, perhatian seketika teralihkan pada outlet itu. Dia memutuskan untuk mampir ke outlet minuman itu, selain penasaran dengan minuman yang ada di outlet itu dia juga berharap minuman itu bisa mendinginkan pikiran yang tengah kalut.
Zahra nampak duduk termenung dengan segelas minuman di tangannya. Entah kenapa dia yang semula sudah mantap menerima perjodohannya dengan Adi tiba-tiba menjadi ragu. Dia mulai memikirkan kembali apa yang menjadi alasannya menerima perjodohannya itu. Dia renungkan lagi dan lagi hingga hatinya tenang kembali. Dan kemudian diapun memutuskan untuk segera pulang.