Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Melampiaskan Amarah


__ADS_3

Hong Bai duduk merenung kembali semua informasi yang disampaikan ketua gan goat. Dia hampir yakin kalau perguruan pedang bayangan dan bangsawan Ong adalah ayahnya.


Chan Li yang selalu mendampingi dia, dampak terdiam memandangi nya. cham Li tahu saat ini Hong Bai dalam kondisi tidak stabil karena sedang memikirkan semua informasi yang ia dapat dari ketua pengemis baju kembang. bahkan kalau di perhatikan secara teliti. hong Bai sampai bergetar hebat karena sedang menahan amarahnya.


Beberapa saat kemudian, dia pun mengajak Chan li keluar dari penginapan itu.


" Hong Koko, kita hendak kemana malam-malam begini"


" kita samperin aliansi terang cabang kang lam sekarang juga"


mendengar perkataan Hong Bai, Chan Li langsung terdiam dan bergerak dengan kecepatan penuh mengikuti gerakan Hong Bai.


Akhirnya mereka pun tiba di markas aliansi terang cabang kang lam. keduanya berhenti sejenak tidak jauh dari pintu gerbang markas.


" moi moi tinggallah disini dan pastikan tidak ada yang dapat keluar dari markas ini"


Chan Li hanya mengangguk tanpa berkata apa apa. sementara itu Hong Bai langsung menggerakan tangannya kearah gerbang markas dan gerbang itu langsung hancur berkeping-keping. bahkan empat orang penjaga pun ikut hancur bersama gerbang.


Melihat tingkah Hong Bai, Chan Li pun berkata dalam hati" seperti peristiwa penghianatan guru membuat Hong Koko berubah total. sepertinya akan ada pembantaian"


sementara itu, mendengar bunyi ledakan digerbang para anggota aliansi terang bersama para tetua dan pimpinan langsung bergerak kearah gerbang utama.


" siapa kamu, berani sekali membuat keributan disini. komu bosan hidup" bentak sala satu tetua.


Hong Bai bergerak secepat kilat dan tiba tiba dia sudah mematahkan leher tetua tersebut. semua tetua yang ada disitu terkejut melihat sala satu teman mereka yang berada diranah dewa awal tingkat satu mati dengan muda.


" mohon maaf atas kata kata kasar teman kami tadi. perkenalkan saya ke tin, wakil ketua aliansi terang cabang kang lam" ujar seorang tetua berambut putih.


" saya Hong Bai, sayang sekali ketua mu tidak ada"


mendengar nama Hong Bai, ke tin sangat terkejut. Hong Bai adalah pendekar naga yang menggemparkan dunia persilatan dua tahun lalu. walau awalnya dia tidak percaya, namun mengingat kematian sala satu tetua tadi dia hampir yakin.

__ADS_1


" salam hormat kepada pendekar naga, suatu kehormatan bagi kami. Anda mau mengunjungi kami. kalau boleh tahu apa maksud kedatangan anda "


" hahaha kamu terlalu sopan, saya hanya mau bertanya siapa sebenarnya ketua aliansi terang"


" mohon maaf kalau saya tidak dapat memberikan informasi itu. jika pendekar naga mau mengenal ketua sebaiknya anda langsung ke maskas pusat atau beberapa cabang terdekat"


" kamu tenang saja markas pusat adalah tujuan terakhirku sedangkan markas cabang terdekat mungkin sudah tidak ada lagi" ujar Hong Bai sambil tersenyum misterius.


ke tin tidak mampu menduga maksud perkataan Hong Bai sehingga ia masih berusaha untuk bersikap lunak bahkan mengajak Hong Bai masuk untuk menikmati jamuan bersama.


" sebaiknya kita berbicara didalam sambil menikmati beberapa jamuan pendekar naga"


" hahahaha aku akan masuk setelah bermain suling sejenak" Hong Bai pun mengeluarkan suling bambu dari cincin dimensinya.


Dia menoleh ke sebuah batu disebelah kirinya yang terletak agak tinggi. ke tin kembali terkejut dengan ilmu meringankan tubuh Hong Bai. karena ketika mengikuti arah pandangan mata Hong Bai ternyata Hong Bai sudah lebih dahulu ada di atas batu.


Hong Bai duduk santai dan mulai memainkan sulingnya. alunan suling yang lembut namun mengandung nada sedih lansung termenung. awalnya semua anggota aliansi terang tampak menikmati alunan suling itu, namun lama kelamaan alunan suling itu mulai mengacaukan peredaran darah mereka dan membuat seluruh bagian tubuh mereka terasa seperti disayat pisau.


Ke tin dan para tetua berusaha melawan suara suling Hong Bai dengan menggunakan kekuatan tenaga dalam mereka. namun usaha mereka sia sia, semakin dilawan dampak suara suling itu semakin besar.


Hong Bai pun menghentikan permainan sulingnya dan melihat hampir lima ratus anggota aliansi terang cabang kang lam terkapar diranah tanpa nyawa.


Chan Li yang merasa terlalu sunyi berusaha mencarinya Hong Bai dan ketika menemukan Hong Bai duduk diatas batu sambil memandangi jenasa anggota aliansi terang cabang kang lam, Chan Li langsung bergidik dan merasa ngeri melihat kondisi jenasa anggota aliansi terang cabang kang lam.


" Hong Koko, kamu sudah banyak berubah, aku hampir tidak mengenalmu lagi" ujar Chan Li lembut sambil memeluk Hong Bai.


" moi moi, manusia pasti akan berubah demikian pulah dengan aku. kamu saja sudah berubah. dulu kamu sangat bergantung pada aku dan juga manja. sekarang kamu sudah sangat dewasa bahkan tanpa aku, kamu dapat membentuk organisasi yang sangat kuat. ujar Hong Bai sambil mencium jidat Chan Li.


" apakah perasaan Hong Koko padaku juga akan berubah" tanya Chan Li lagi.


" hidup dan semua yang ada salah diri ku mungkin akan berubah, namun aku memastikan cinta ku hanya untuk kamu"

__ADS_1


mendengar pernyataan Hong Bai, Chan Li pun mpererat pelukannya.


" moi moi, mari kita lihat isi ruang harta mereka"


Chan Li hanya menganggukan kepalanya sambil bergerak mengikuti Hong Bai. mereka berdua mulai mencari ruangan penyimpanan harta aliansi terang cabang kang lam.


setelah mencari beberapa saat mereka pun menemukan ruang harta itu. mereka pun langsung mengosongkan semua isi ruang harta itu. bahkan dalam ruang Hata itu Hong Bai menemukan satu pasang pedang berwarna hitam. pedang itu menarik perhatian Hong Bai karena ada ukiran kepala naga di gagang pedang dan juga bilah pedang.


setelah membakar markas aliansi terang cabang kang lam. Hong Bai dan Chan Li meninggalkan tempat itu bahkan mereka membiarkan jenasa anggota aliansi tercerai berai.


Mereka berdua tetap berjalan santai kearah perguruan cahaya langit. tanpa terasa matahari sudah mulai muncul diufuk timur. mereka pun membersihkan diri di sebua sungai yang mereka temui. Chan Li yang lebih dahulu mandi sedangkan Hong Bai membuat api unggun dan menangkap dua ekor ayam hutan lalu memanggangnya. sambil menunggu ayam hutan matang Hong Bai mengeluarkan sepasang pedang hitam yang ia temukan.


setelah memeriksa beberapa saat Hong Bao tidak menemukan ada keistimewaan dalam pedang itu. satu satunya yang istimewa hanya ukuran naga yang kelihatan nyata pada bilah dan juga gagang pedang itu.


Karena penasaran dengan pedang itu, Hong Bai pun bertanya pada Shireen dengan telepati.


" Shireen, apa kamu mengetahui keistimewaan pedang ini?


" pedang itu bernama pedang naga hitam. pedang itu sangat istimewa. tuan akan mengetahui keistimewaan pedang naga hitam jika tuan membuka segel pelindung pedang dengan darah tuan sendiri "


" bagai mana caranya "


" teteskan darah tuan pada empat mata naga di gagang pedang masing masing. kemudian hancurkanlah formasi segel pelindungnya"


setelah mendengar penjelasan Shireen, Hong Bai hendak mencoba menghancurkan segel pedang. namun ayam yang dipanggang keburu matang dan juga Chan Li sudah selesai mandi sehingga ia memutuskan menyimpan kembali pedang tersebut kedalam cuncin dimensinya.


" wah ayamnya harum sekali. bisakah kita menikmatinya sekarang?"


" silakan makan tuan putri " ujar Hong Bai sambil mempersilakan Chan Li.


karena gemar terhadap Hong Bai yang sekarang, Chan li bukanya makan tapi Mala mencubit kedua pipi Hong Bai dengan gemas. Hong Bai tidak mengelak malah merangkul pinggang Chan Li dan menariknya kedalam dekapannya.

__ADS_1


Tidak tahu siapa yang mendahului, mereka sudah berpagutan sambil berpelukan.


bersambung......


__ADS_2