
Pagi itu dipenginapan angrek langit tampak rombongan tetua ketiga dan keempat bersama kesepuluh murid utama mereka sedang memesan kamar untuk beristerahat memulihkan luka mereka. setelah mereka menyelesaikan administrasi merekapun masuk kekamar masing masing untuk beristerahat. hanya dalam jangka waktu satu Bakaran dupa tampak tetua kelima dan dan keenam pun datang bersama empat orang murid mereka untuk menginap. kondisi tetua kelima dan keenam hampir sama denga. tetua ketiga dan keempat. yang membedakan mereka hanya tetua ketiga dan keempat dapat berjalan sendiri sedangkan tetua kelima dan keenam harus didukung oleh keempat muri mereka. tetua kelima dan keenam pun memperoleh kamar dam langsung bersemedi mengumpulkan hawa murni untuk mengobati luka mereka.
sementara itu disalah satu kamar di lantai dua penginapan angrek langit tampak Chan Li dan gurunya sedang bercakap-cakap.
" guru, mengapa guru melukai keempat tetua"
" saya sengaja melukai mereka agar mereka jangan menyombongkan kekuatan mereka. hanya dengan cara ini mereka akan menghilangkan permusuhan dan bersatu melawan musu dari luar"
" apakah guru yakin, ketua Hong akan turun tangan"
" ya, dia akan membantu mendamaikan perguruan kita, namun guru ragu dia akan menerima jabatan ketua"
" mengapa dia menolak, bukankah semua orang mendambakan jabatan ketua perguruan cahaya langit"
" ketua Hong, adalah orang berbeda Chan Li. guru melihat dia suka bertindak bebas, dia tidak ingin dikekang oleh aturan apapun juga"
" Chan li, rahasiakan identitas hantu putih dari orang lain"
" baik lah guru "
" sudah saatnya menjalankan perintah ketua Hong" kata tetua kesepuluh sambil keluar menuju tempat makan dilantai dua.
Chan Li pun mengikuti gurunya dan langsung memesan makanan untuk media dan gurunya. mereka sengaja mengambil tempat duduk paling sudut agar dapat mengawasi tempat makan dengan baik. tidak lama kemudian rombongan tetua ketiga pun masuk dan memesan makanan. mereka menempati tempat duduk di bagian tengah sehingga tidak dapat melihat Chan Li dan gurunya.
ketika tetua ketiga dan rombongannya mulai makan. datanglah tetua kelima dan keenam bersama keempat muridnya untuk makan.
" tetua keenam, lihatlah siapa yang sedang makan" kata ketua kelima dengan nada penuh ejekan
" rupanya mereka kelaparan gara gara dihajar hantu" sambung tetua keenam dengan nada yang sama
" apa maksud kalian" hardik tetua ketiga dengan muka pucat. dia tidak menyangka kalau kekalahan mereka diketahui oleh musuh mereka
" bukankah kalian baru saja dihajar hantu putih" kata tetua kelima sambil tersenyum mengejek
" kalian sama sama terluka dan dihajar hantu putih tapi Masi saja saling mengejek" gumam tetua kesepuluh
mereka semua terkejut mendengar suara itu. mereka sama sama melihat kesumber suara dan kembali terkejut melihat yang bersuara adalah tetua kesepuluh.
" apa maksud tetua kesepulu" kata tetua keenam
" aku melihat sendiri kalian dihajar hantu putih jadi tidak usa bersandiwara dan membuat keributan disini. makanlah dan setelah itu datanglah kekamar ku agar aku membantu menyembuhkan luka dalam kalian" kata tetua kesepuluh sambil bangkit dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
mereka semua terdiam dan mulai makan. mereka sangat penasaran karena tetua kesepuluh dapat mengetahui semua kejadian yang menimpah mereka.
sementara itu diperguruan cahaya langit tetua pertama dan kedua terkejut membaca pesan dari kedua tetua utusan mereka. tetua pertama marah marah mendengar kabar Buruk tersebut. sementara itu diruang tetua kedua tampak tetua ketujuh sedang menyampaikan kabar tetua kelima dan tetua keenam kepada tetua kedua.
" tetua kedua, saya baru mendapatkan kabar dari tetua kelima dan tetua keenam" lapor tetua ketujuh
" kabar apa yang mereka kirim tetua ketujuh"
" kabar Buruk tetua kedua"
" kabar Buruk seperti apa tetua ketujuh"
" tetua kelima dan tetua keenam bersama semua murid mereka dikalahkan oleh paviliun senjata sakti"
" apa.. .... bagaimana bisa mereka dikalahkan"
" mereka tidak hanya dikalahkan tetua, mereka bahkan terluka cukup parah"
" kita terlalu meremehkan paviliun senjata sakti"
" tidak hanya mereka yang dikalahkan tetua, bahkan utusan tetua pertama pun mengalami hal yang sama"
" apakah paviliun senjata sakti memiliki banyak orang pandai saat ini tetua ketujuh"
" hantu putih...... apakah dia pemilik paviliun senjata yang baru"
" bukan tetua, hantu putih hanya sala satu bawahan pemilik baru paviliun senjata sakti"
tetua kedua sangat terkejut mendengar penjelasan tetua ketujuh.
" ini memang kabar yang paling buruk. bagaimana rencana kita bisa berjalan kalau hanya melawan satu bawahannya saja kita sudah kala" kata tetua kedua dengan putus asa
" tetua kedua, apakah tidak sebaiknya kita meminta pertolongan adik kesepuluh"
" apakah kamu tidak mengenal tabiatnya. dia tidak akan membantu kita atau pun tetua pertama"
" bagaimana kalau kita minta pendapa tetua kesepuluh dan dua tetua yang lain"
" baiklah, tolong tetua ketujuh menghubungi mereka bertiga"
" baik, tetua" kata tetua ketujuh sambil berjalan keluar untuk mencari tetua kedelapan, Tetua kesembilan dan tetua kesepuluh.
__ADS_1
sementara itu tetua kedelapan dan tetua kesembilan baru saja menyelesaikan latihan dikamar rahasia tetua kesepuluh. Chan er yang selalu mempersiapkan semua kebutuhan mereka juga baru saja masuk ke ruang rahasia.
" salam hormat untuk paman berdua" kata Chan er
" Chan er, kami berterimakasih padamu karena kamu sudah berjeri lelah menyiapkan semua kebutuhan kami selama pelatihan ini"
" apakah paman berdua sudah menyelesaikan pelatihan ini"
" sudah Chan er, apakah ada masalah " kata tetua kesembilan
" paman berdua dan guru sedang dicari oleh tetua ketujuh"
" buat apa tetua ketujuh mencari kami"
" kata tetua ketujuh, tetua kedua sedang menanti kedatangan paman berdua bersama guru di ruang pertemuan"
" pasti tetua kedua sedang terkena masalah. apakah Chan er mengetahui maksud pertemuan itu"
" menurut berita yang saya dengar keempat tetua utusan tetua pertama dan tetua kedua dikalahkan dan terluka oleh hantu putih"
" siapa hantu putih"
" hantu putih adalah salah satu bawahan pemilik baru paviliun senjata sakti"
" jadi mereka melanggar pesan guru untuk tidak menyinggung paviliun senjata sakti" kata tetua kedelapan
"sepertinya itu karma yang harus mereka terima karena melanggar pesan guru"
" Chan er sudah waktunya kita keluar dari tempat ini" kata tetua kedelapan
" baiklah guru " kata Chan er sambil membuka pintu rahasia
mereka bertiga pun keluar dari pintu rahasia dan duduk santai dalam ruang pertemuan tetua kesepuluh.
" Chan er, apakah gurumu sudah memberi kabar"
" belum paman, tapi kata guru mereka akan kembali dalam sebulan"
" bukankah sudah hampir satu bulan" kata tetua kedelapan
" aku sangat yakin tetua kesepuluh akan segera tiba diperguruan" kata tetua kesembilan
__ADS_1
tetua kedelapan dan tetua kesembilan pun keluar dari ruangan itu menuju ketempat tinggal mereka masing masing.