Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Perjalanan Jiwa Sang Ketua


__ADS_3

Hong bai membuka matanya, dan melihat sekelilingnya. Tampak pemandangan


indah terpampang didepannya, sebuah lembah dengan kolam alam yang indah dan


dalam kolam tersebut terdapat berbagai bungah. Burung burung hilir mudik dan


berkicau dengan merdu.


“ anak mudah, semua keindahan yang kamu liat adalah anugrah Tuhan yang harus kita jaga”.


Hong bai kaget mendengar suara itu, ia menoleh kearah sumber suara, seorang kakek berambut putih dengan pandangan yang sangat berwibawa sedang tersenyum kepadanya.


“ aku sudah sangat lama menanti kehadiran mu cucuku “


 “ siapa kakek dan dimana saya sekarang “ kata hong bai masi diliputi keheranan. Seingatnya ia terluka akibat benturan tenaga dalam dengan ceng lung dan langsung pingsan.


 “ aku adalah pemilik tiga pusaka yang kamu warisi, namaku suda aku lupakan. Engkau sedang berada dalam ruang jiwa mu sendiri”


 “ kakek adalah pemilik cincin, kalung dan bejana langit. Apakah kakek adalah bu beng siansu”


 “ banyak orang memanggil saya dengan sapaan itu, cucuku selama ini kamu berlatih sendiri sehingga pondasi kekuatanmu rapuh sehingga engkau dapat dilukai dengan mudah”

__ADS_1


“ mohon bimbingan kakek “


“aku ada disini untuk membimbing mu, kamu sudah mewarisi ketiga pusaka namun kamu tidak mampu menggunakannya”


 “ apa maksud kakek “


“ kamu akan mengerti sendiri cucuku, sekarang kamu sudah kehilangan semua himpunan tenaga dalammu bahkan beberapa titik meridian mu rusak. Masuklah kedalam kolam itu dan berkuvultasilah. Air kolam itu adalah air ajaib jika kamu berkufultasi disana maka bukan hanya memperbaiki meridianmu


yang rusak tetapi juga akan membentuk pondasi tenaga dan pondasi tulang yang kokoh”


“ baik kakek, terimakasih atas petunjuk kakek“


Hong bai kemudian melangkah menuju kolam dan duduk dalam kolam untuk berkuvultasi. Setelah beberapa saat berkuvultasi ia mulai merasakan pergerakan energi yang terkandung dalam air kolam tersebut. Energi itu mulai masuk melalui pori pori kulit yang tergenang air.


Hong bai Kembali berkonsentrasi mengikuti petunjuk bu beng siansu. Setelah hong bai mengendalikan aliran energi itu dan berhasil mengarahkan aliran energi itu mengikuti aliran darahnya beberapa bagian tubuhnya terasa sakit. Terutama tepat di titik meridiannya, hong bai merasakan titik meridiannya seperti ditusuk jarum, kadang kadang seperti dipanggang api. Walau sangat kesakitan hong bai tetap bertahan mengalirkan energinya. Beberapa bagian tubuhnya pun mengalami hal yang sama.


Tanpa terasa sudah hampir sebulan hong bai berkuvultasi. Meridiannya yang rusak sudah terbentuk Kembali, bahkan ukuran meridiannya semakin membesar.


Tampak air disekeliling tubuh hong bai mulai menghitam. Rupanya semuah kotoran


yang terdapat dalam tubuh dan juga aliran darahnya ikut terdesak keluar oleh

__ADS_1


energi tersebut.


“ cucu ku, meridian dan organ dalam tubuhmu berhasil kamu bentuk. Sekalian kamu berhasil menyempurnakan pondasi kuvultasimu hingga tingkat langit. Jika kamu mau melanjutkan kuvultasi maka alirkanlah energi tersebut ke semua bagian tulang mu. Dan mulailah dari bagian yang telah


terendam air”


Mendengar petunjuk ini hong bai mulai mengalirkan energi tersebut kearah tulang kakinya. Ketika  energi itu memasuki tulang kakinya, Kembali rasa sakit yang sangat luar biasa dirasakan oleh hong bai pada tulang kakinya. Dia merasabtulang kaki yang dilewati oleh energi itu seperti hancur dan menjadi lembut seperti daging. Hong bai tetap membulatkan tekatnya dan melanjutkan energi itu keseluruh tulangnya. Perlahan mulai dari kaki energi itu mulai menjalar keatas.


Setelah hamper tiga bulan hong bai berhasil mengalirkan energi itu kesemuah tulangnya selain tulang tengkoraknya. Hong bai berusaha untuk mengalirkan energi itu ketulang tengkoraknya namun selalu gagal. Seolah olah ada yang menghalangi energi tersebut. Ahirnya hong bai memutuskan untuk menyudahi kuvultasinya dalam kolam itu.


hong bai kembali menuju gua tempat bu beng siansu berada. sambil berpikir jika dia berada dalam dunia jiwanya sendiri maka mengapa bu beng siansu juga berada dalam dunia jiwanya.


" anak muda duduklah aku akan menjelaskan pertanyaan dikepalamu"


hong bai terkejut, karena berjalan sambil merenung di tidak tahu kalau dia sudah tiba didalam gua bu beng siansu.


" baiklah kakek " kata hong bai sambil duduk didekat bu beng siansu.


" cucuku, aku sudah lama tiada, namun ada sebuah ramalan tentang akan lahirnya aliansi yang akan menghancurkan tatanan dunia persilatan, sehingga aku menyegel tiga bagian pecahan jiwa ku dalam tiga benda yang kamu warisi. aku bertujuan menciptakan kekuatan untuk mencegah kehancuran itu. dan karena kamu berhasil menyatukan ketiga benda itu maka dengan sendirinya pecahan jiwaku yang berada dalam ketiga benda tersebut  menyatu utuh kembali"


hong bai tetap terdiam menyimak apa yang dijelaskan bu beng siansu.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2