Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Utusan perguruan cahaya


__ADS_3

Tanpa terasa sudah seminggu lamanya Chan Li dan gurunya tinggal di paviliun senjata sakti. dan selama satu Minggu mereka banyak menerima masukan dari Hong Bai dan juga Tiau shi untuk menyempurnakan kemampuan mereka. selama satu Minggu pulah tetua kesepuluh menceritakan keadaan perguruan cahaya langit pada Hong Bai, sehingga Hong Bai pun prihatin terhadap perguruan tersebut.


hari ini merupakan hari terakhir Chan Li dan gurunya di paviliun senjata sakti. seperti biasanya setiap pagi mereka selalu menikmati sarapan pagi di balkon lantai dua paviliun. dari balkon ini mereka dapat melihat gebang dan halaman paviliun. karena Masi pagi sehingga gerbang paviliun Masi dalam keadaan tertutup.


tiba tiba gerbang paviliun hancur dan muncul satu rombongan yang terdiri dari 12 orang. rombongan itu dipimpin oleh dua orang tetua.


" tetua, apakah tetua mengenal mereka?" tanya Hong Bai pada tetua kesepuluh


" mereka adalah sekutu tetua pertama, tetua ketiga dan tetua keempat bersama murid-muridnya"


" apa yang mereka inginkan tetua" tanya Tiau shi


" sepertinya mereka mau mencari peninggalan guru tuan"


" mereka harus diberi pelajaran" kata Tiau shi dengan geram sambil melangkah turun. namun tetua kesepuluh meminta ijin Hong Bai untuk mengusir mereka. Hong Bai pung mengijinkan mereka.


tetua kesepuluh langsung menggunakan topeng hantu berwarna putih untuk menyembunyikan wajahnya. dan langsung menggunakan jurus tapak cahaya yang baru saja disempurnakan bersama Hong Bai. tampak cahaya berbentuk cakram menyambar kearah rombongan tersebut. sepuluh orang murid yang tidak sempat menghindar terlempar keluar dari halaman paviliun melalui pintu yang baru dihancurkan. sedangkan kedua orang tetua tersebut tidak sempat menghindar karena cepatnya Sambaran tapak cahaya. mereka hanya bisa menggunakan tenaga dalam mereka untuk menangkis sambaran cakram cahaya tersebut. akibatnya mereka terpukul mundur sampai gerbang dan darah segar mengalir dari cela bibir Meraka.


mereka berdua sangat terkejut dan mengamati sosok yang dapat melukai mereka pada serangan pertama.

__ADS_1


tetua kesepuluh meloncat turun dari balkon diikuti Hong Bai dan Tiau shi. bahkan kakek dan semua pegawai paviliun senjata sakti juga keluar melihat keributan dihalaman paviliun.


" apakah perguruan cahaya langit tidak memiliki sopan santun sehingga bertamu dengan cara merubuhkan gerbang" kata tetua kesepuluh dengan siaran yang sudah dirubah


" siapa kamu, apakah kamu pemilik baru paviliun senjata sakti" tanya tetua keempat.


" aku dikenal dengan hantu putih, tapi aku bukan pemilik paviliun senjata sakti, pemilik paviliun senjata sakti adalah ketua Hong" kata hantu putih alias tetua kesepuluh sambil menunjuk kearah Hong Bai


" salam hormat pada kedua tetua" kata Hong Bai sambil tersenyum


" menyingkirlah, kami hanya mau berurusan dengan pemilik paviliun senjata sakti" kata tetua ketiga pada hantu putih. mereka tidak mau berurusan dengan hantu putih karena mereka tidak yakin dapat menang melawan hantu putih


" tetua ketiga dan tetua keempat apakah kalian melupakan janji kalian pada guru kalian untuk tidak menyinggung paviliun senjata sakti" kata hantu putih dengan bengis


kedua tetua terkejut mendengar perkataan hantu putih. bagaimana pun juga yang mengetahui janji itu hanya mereka bersepuluh sebagai murid dewa cahaya. bagaimana mungkin hal ini bisa diketahui Hantu putih.


" sebaiknya kalian pulang sebelum saya mewakili guru kalian untuk menghukum kalian" ancam hantu putih


" hantu putih, yang bisa menghukum pelanggaran kami hanya penguasa cahaya" kata mereka bersamaan

__ADS_1


" apa ini bisa membuat kalian yakin bahwa saya dapat menghukum kalian" kata hantu putih sambil mengibaskan tapak cahaya kearah mereka. tampak enam cakram cahaya menyambar kearah mereka dan sebelum mencapai mereka keenam cakram cahaya itu bergabung membentuk dua kelopak bungah dan menghantam tanah dibelakang mereka.


mereka berdua terkejut melihat lubang dalam yang tercipta dibelakang mereka. tampak keringat dingin menghiasi jidat kedua tetua.


" mohon maaf senior penguasa cahaya, kami hanya melaksanakan tugas saudara pertama" kata tetua keempat sambil memberi hormat pada hantu putih


" katakan pada tetua pertama dan kedua, jika mereka tidak menghentikan permusuhan gila mereka maka ketua Hong akan berkunjung memberikan hukuman cahaya" kata hantu putih dengan nada bengis.


Tetua ketiga dan keempat hanya bisa memberi hormat sambil meninggalkan paviliun senjata sakti bersama kesepuluh muridnya. mereka berjalan dengan susah paya dan saling membantu meninggalkan paviliun.


tiba tiba Hong Bai menggerakan tangannya kearah pohon beringin dihalaman kiri paviliun. sebuah cahaya membentuk tali melilit dua bayangan yang bersembunyi dirimbunan pohon itu. kedua orang tersebut terlilit tali cahaya dan dilemparkan kedepan hantu putih.


" ternyata tetua Keenam dan ketujuh juga datang, menggelindingkan dan sampaikan pesan tadi pada tetua kedua" kata hantu putih sambil mengibaskan tangannya. mereka berdua terlempar keluar dari halaman paviliun dan langsung bangkit meninggalkan tempat itu tanpa berkata apa-apa.


" saya suka ketegasan tetua" kata Hong Bai


" saya tidak mempunyai pilihan ketua"


" sekarang sudah waktunya tetua kembali ke perguruan, tapi sebelum itu obatilah mereka agar perjalanan mereka lancar"

__ADS_1


" baiklah ketua" kata tetua kesepuluh sambil melepaskan topengnya dan mengajak Chan Li mengikuti rombongan tetua perguruan cahaya langit yang dia lukai tadi.


__ADS_2