Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Persiapan Turnamen Langit


__ADS_3

Tanpa terasa waktu yang ditunggu-tunggu para tetua dan murid perguruan cahaya langit tiba. hanya tersisa 1 Minggu perguruan Cahaya langit akan mengadakan turnamen untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam perguruan cahaya langit dan dalam turnamen tersebut biasanya ada undangan dari luar perguruan. turnamen ini biasa dilakukan lima tahun sekali. sudah tiga kali berturut-turut tetua kesepuluh menolak mengikuti turnamen.


Dalam turnamen ini yang paling berambisi adalah tetua pertama dan kedua. mereka berdua sudah disibukan dengan persiapan persiapan untuk saling mengalahkan.


Perguruan rajawali sakti selalu mendapat tempat istimewa dalam turnamen karena memiliki hubungan erat dengan perguruan cahaya langit. bahkan sudah dua kali turnamen dilaksanakan, utusan perguruan rajawali sakti selalu menjadi juri dalam pertandingan.


sebenarnya dalam tradisi pelaksanaan turnamen ini yang menjadi juri tidak hanya perguruan rajawali sakti, Masi ada keluarga suling emas dan perkumpulan pengemis. namun sudah dua kali mereka tidak hadir dalam turnamen langit.


Pagi itu kesepuluh tetua berkumpul untuk membahas persiapan turnamen langit. Namun suasana dalam pertemuan ini agak berbeda karena beberapa tetua sudah tidak mau lagi bergabung dengan tetua pertama dan tetua kedua. ahirnya semua pembicaraan mengenai persiapan turnamen sudah selesai. tetua kesepuluh bangkit dari kursi dan mau meninggalkan ruang pertemuan namun tetua pertama menahannya dan bertanya.


" tetua kesepuluh, saya mendapat kabar tenaga dalam tetua sudah kembali"


" benar tetua pertama, tenaga dalam saya sudah kembali"

__ADS_1


" apakah kembalinya tenaga dalam tetua kesepuluh ada hubungannya dengan paviliun senjata sakti" tanya tetua pertama lagi


" benar tetua pertama, saya tenaga dalam saya kembali berkat bantuan pemilik paviliun senjata sakti"


semua tetua terkejut mendengar penjelasan tetua kesepuluh. bahkan tetua kedelapan dan tetua kesembilan juga terkejut karena tetua kesepuluh tidak pernah menceritakan hal tersebut.


" saya penasaran dengan pemilik paviliun senjata sakti, bisakah tetua kesepuluh membantu mempertemukan saya dengan dia"


" tetua sekalian akan bertemu dia cepat atau lambat" kata tetua kesepuluh sambil tersenyum


" menurut perkiraan saya dia akan hadir dalam acara turnamen langit, jadi tetua sekalian pasti akan bertemu, hanya saran saya tetua pertama dan tetua kedua harus mempersiapkan diri terlebih dahulu"


" apa maksud tetua kesepuluh " tanya tetua ketujuh sambil mengerutkan dahinya

__ADS_1


" tetua berdua sudah melanggar larangan guru untuk tidak boleh menyinggung atau mengganggu paviliun senjata sakti. jadi dia pasti akan membuat perhitungan tetua berdua"


" atas dasar apa dia berani membuat perhitungan dengan saya" kata tetua pertama


" tetua melupakan pesan terakhir guru" kaya tetua kesepuluh


" tidak mungkin tetua kesepuluh, hanya ketua perguruan saja yang mampu melaksanakan hukuman cahaya, lagian dia bukan berasal dari perguruan cahaya langit. mana mungkin dia menguasai tenaga dalam cahaya sampai tingkat tujuh" sambung tetua kedua


" walaupun dia bukan berasal dari perguruan cahaya langit tapi dia mampu untuk melakukan hukuman cahaya, bahkan sala satu bawahannya saja mampu untuk melakukan hukuman cahaya" kata tetua kesepuluh


" siapa bawahannya itu" tanya tetua


" tetua berdua tanyakan saja pada kedua tetua yang pergi ke paviliun senjata sakti" kata tetua kesepuluh

__ADS_1


" hantu putih" sambung keempat tetua serentak


tetua pertama dan kedua sangat terkejut mendengar hal ini. mereka terheran heran bagaimana orang luar dapat menguasai tenaga dalam cahaya dengan tingkat yang lebih tinggi dari mereka. mereka semakin gelisah dan juga kuatir jika kedudukan uang mereka incar jatuh ke pemilik paviliun senjata sakti. setelah mereka bubar dan kembali ke kediaman mereka masing masing. tetua pertama dan tetua kedua mulai merencanakan berbagai strategi untuk mengalahkan dan mencelakai pemilik paviliun senjata sakti.


__ADS_2