Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Pembelaan Chan Li


__ADS_3

" akhirnya kamu bangun juga ya, aku pikir kamu akan tidur sampai selamanya" ujar Ceng lung dengan sinis.


" bagaimana kabarmu nona ceng, apakah kamu puas melihat aku seperti ini" ujar Hong bai sambil tersenyum.


" tuan Hong, kamu tahu apa yang aku dan ayahku inginkan, jadi jangan mempersulit diri, berikanlah apa yang kamu inginkan"


" nona Ceng, bukankah aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan. aku sudah membantu memberikan petunjuk serta menyempurnakan kemampuanmu. lalu apalagi yang harus aku lakukan"


" anak muda, kami menginginkan ketiga pusaka itu. jadi sebaiknya kamu menunjukkan di mana letak ketiga pusaka itu" bentak sio lung.


" ketua, ketiga pusaka itu sudah menyatu dengan tubuhku. dan mustahil untuk dipisahkan"


" anak muda, apakah kamu mau aku membelah tubuhmu untuk mencari ketiga pusaka itu"

__ADS_1


" ketua, walaupun kamu membelah tubuhku, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketiga pusaka tersebut, aku bahkan sudah membagikan sebagian pusaka itu kepada nona Ceng. silakan ketua melihat Rana kemampuannya sekarang. itu merupakan bukti bahwa aku membagikan kepada nona ceng"


mendengar perkataan Hong bai, pangeran sio lung menotok beberapa bagian tubuh hong bai sehingga jalan darahnya mulai dikacaukan, dan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa di sekujur tubuh hong bai. namun pangeran sio lung terkejut melihat hong bai masi tetap tersenyum seperti tidak terpengaruh oleh rasa sakit itu. apakah tubuh anak muda ini terbuat dari batu atau besi. pikir pangeran sio lung dalam hatinya. karena penasaran dengan kemampuan Hong bai, dia mengeluarkan 2 buah jarum berwarna merah yang mengandung racun yang dapat membuat tubuh membusuk. dia bermaksud mau menancapkan dua jarum tersebut di kaki Hong bai, namun dia mengurungkan niatnya karena mendengarkan suara dengusan serta gumaman seseorang.


" sungguh tidak tahu terima kasih, membalas air susu dengan air tuba. sepertinya nama besar pangeran sio lung hanya isapan jempol"


pangeran sio lung dan putrinya terkejut dan menoleh ke arah suara tersebut. tampak seorang gadis dengan pakaian putih dan bercadar sedang memandang mereka dari atap yang dilubangi.


" siapa kamu, mau apa kamu datang kemari" bentak pangeran sio lung.


" apakah matamu buta sehingga tidak mengenali siapa aku, sehingga kamu berani mencampuri urusanku" bentak pangeran sio lung.


" hahaha, aku mengenal siapa kamu, seorang pangeran sekaligus ketua lembaga terang. bahkan aku mengenal juga putrimu yang cantik ini. dia sudah pernah mengacau di perguruan cahaya langit namun ketua justru membantunya untuk meningkatkan kemampuannya dan dia membalasnya dengan cara seperti ini. ini luar biasa" ejek gadis bercadar itu.

__ADS_1


" apa hubunganmu dengan anak muda ini" tanya pangeran sio lung lagi.


" aku adalah murid perguruan cahaya langit, apakah itu sudah bisa menjadi alasan buat mencampuri urusan mu"


" murid perguruan cahaya langit! ketua mu saja berhasil aku tangkap lalu kamu sebagai murid,apa yang dapat kamu lakukan?" ejek Ceng lung.


" hahaha, kamu yang tidak tahu diri, ketua adalah orang yang sabar dan tidak mau menyakiti kamu tapi beda dengan aku. aku pastikan kamu akan menyesal jika kamu tidak melepaskan ketua Hong"


Hong bai tersenyum kearah gadis itu, dia langsung tahu kalau gadis itu pasti Chan Li. mendengar perkataan Chan Li, Ceng lung langsung melesat keluar dan menyerang Chan Li. pangeran sio lung pun langsung keluar untuk melihat pertarungan Chan Li melawan anaknya.


Keduanya saling menyerang dan saling menangkis serangan lawan dengan serunya. kecepatan kekuatan serta ilmu meringankan badan mereka tampak berimbang. kenyataan ini membuat ceng lung kaget, demikian pula dengan pangeran sio lung. jarang ada yang dapat menandingi putrinya, apalagi saat ini ini semua kemampuan putrinya sudah disempurnakan. lama kelamaan tampak putrinya mendominasi penyerangan sedangkan lawannya hanya menangkis dan menghindari setiap pukulan serta tendangan dari putrinya. namun ia tetap memperhatikan pertandingan itu dengan hati-hati, karena dia melihat lawan putrinya tampak santai dan tidak panik dalam menghadapi selalu semua serangan dari putrinya.


karena penasaran, Ceng lung mengerahkan semua kemampuannya, tampak gerakan kipasnya semakin ganas dan hawa pukulan yang keluar dari kipasnya pun semakin besar. beberapa bagian bangunan itu sudah porak-poranda, bahkan salah satu tiang utama pun hancur terkena sambaran kipas dari ceng lung. sementara itu Chan Li tetap berhati-hati menghadapi semua serangan dari lawannya. ia sudah mampu menyatukan cermin cahaya dengan tubuhnya sehingga semua serangan yang hampir mengenai tubuhnya dapat dibelokkan bahkan dipantulkan kembali ke arah ceng lung. saat kipas ceng lung menotok ke Arah dadah Chan Li, Chan Li membalas dengan mengibaskan selendang kirinya dan berhasil melibat kipas itu sedangkan selendang kanannya bergerak menotok ke arah pundak Ceng lung dengan cepat. totokan itu mengenai pundak Ceng lung sehingga kipasnya terjatuh dan dia terhuyung ke belakang 3 langkah. tampak di bibirnya terdapat bercak darah, dia terluka cukup parah.

__ADS_1


Melihat putrinya terkena totokan di pundak, pangeran sio lunh langsung melesat ke arah Chan Li dan melepaskan satu pukulan ke arah chan Li. Chan Li yang dalam keadaan masih melayang di udara tidak dapat menghindari pukulan tersebut. dia hanya mengerahkan tenaga dalamnya untuk menahan pukulan itu. namun tiba-tiba ada satu bayangan putih yang menangkis pukulan dari pangeran sio lung. sehingga can Li dapat mendarat dengan mulus tanpa terluka.


__ADS_2