Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Memenuhi Wasiat Guru


__ADS_3

Sore itu tetua agung sudah tampak sehat. dia sedang berbincang dengan tong Kay murid utamanya.


" sungguh anak muda yang bodoh. jika dia tau kegunaan sebenarnya ganggang salju maka dia mungkin tidak akan memberikannya padaku" ujar tetua agung.


" memangnya apa kegunaan dari ganggang salju guru'


" jika di campur dengan teratai api maka akan menaikan tingkat kultifasi seseorang hingga dua tingkat"


" berarti pemuda tadi sebenarnya tidak paham ilmu pengobatan"


" tidak muridku. dia adalah tabib yang hebat. hanya dengan melihat kondisi ku. dia dapat mengetahui kondisi ku secara mendetail"


" apakah ketua perguruan akan sembuh"


" melihat kemampuan pemuda tadi, ketua bisa sembuh tapi membutuhkan waktu"


sementara itu dalam kamar Hong Bai tampak tetua Han sedang berbicara dengan Hong Bai .


" bagaimana tetua Han. semua tugas yang aku berikan sudah dilaksanakan"


" sudah anak Hong"


" sekarang tugas terakhir. sebarkan berita bahwa karena ketua sakit maka dia sudah meminta kedua pelindung perguruan untuk mengawasi perguruan selama dia belum pulih. sebarkan juga bahwa dalam jangka waktu seminggu kedua pelindung akan datang keperguruan untuk mengambil token ketua"


" baik anak Hong, apakah ketua sudah mengetahui rencana ini"


" belum, aku baru mau mengabari ketua"


mereka berdua pun keluar dari kamar dan berpisah. tetua Han menyebarkan berita sesuai petunjuk Hong Bai sedangkan Hong Bai pergi kekamar ketua perguruan.


ternyata ada tetua dalam sedang melaporkan peristiwa beberapa hari lalu.


" salam ketua dan tetua" kata Hong Bai sambil memberi hormat.


" anak Hong. mari silakan masuk"


sementara itu tetua dalam bernama tang kui nampak memperhatikan Hong Bai dengan wajah penuh selidik.


" tetua tang ini ponaanku Hong Bai, dari perguruan cahaya langit"


" salam tetua tang, aku banyak mendengar cerita tengtang tetua tang dari guruku. menurut guru tetua tang Masi memiliki hubungan dengan guru"


" hahahaha gurumu sudah melupakan aku sejak diangkat menjadi tetua dalam"


Hong bai pun tersenyum dan mulai memeriksa kondisi ketua perguruan.

__ADS_1


" bagaimana kondisi ku anak Hong "


" racun dalam tubuh ketua sudah terlanjur menyebar sehingga butuh waktu yang lama untuk mengeluarkannya"


" terimakasih anak Hong. tetua tang silakan melanjutkan laporan tetua"


" baik ketua, seluruh bagian ruangan penyimpanan perguruan diacak acak tetapi tidak ada yang hilang. makanya saya menemui ketua selain untuk melaporkan hal tersebut saya juga mau meminta ketua untuk memeriksa ruangan kusus. takutnya barang yang mereka cari ada disana"


" tetua tang, tidak ada yang dapat masuk kesana tanpa token ketua. jadi tetua tidak usa khawatir"


" tapi ketua kita harus memeriksanya"


" baiklah nanti akan saya periksa"


" baiklah ketua saya pamit" kata tang kui sambil memberi hormat kepada ketua perguruan.


setelah tetua tang kui meninggalkan ketua perguruan dan Hong Bai. ketua perguruan dan Hong Bai melanjutkan percakapan mereka.


" anak Hong, bagaimana perkembangan penyidikannya"


" sudah dapat titik terang ketua. setidaknya ada dua tetua dan beberapa murid yang terlibat"


" siapa para tetua tersebut"


" ketua akan segera mengetahuinya. kalau tidak sala dugaan saya, dalam jangka waktu tiga hari dari sekarang mereka akan berusaha merebut token ketua"


" ketua lupa laporan tetua tang tadi. sepertinya barang yang mereka cari ada dalam ruang khusus"


" jika demikian walaupun mereka berhasil masuk mereka tidak akan mampu keluar. dalam ruangan itu selain sebagai tempat penyimpanan Kusus, tempat itu juga merupakan tempat tinggal seorang tokoh perguruan yang sangat hebat"


" apakah orang yang tetua maksud itu adalah seorang perempuan"


" benar anak Hong. darimana anak Hong tahu kalau dia perempuan"


" aku memiliki pesan untuk orang itu. bisakah tetua mengijinkan saya menemui dia"


" aku hanya bisa mengantarkan anak Hong hingga pintu masuk namun dia mau menemui anak Hong atau tidak saya tidak dapat memastikan nya"


mereka berdua memanfaatkan pintu rahasia dalam kediaman ketua perguruan sehingga mereka lansung tiba dalam ruangan penyimpanan perguruan. mereka langsung menuju sala satu lemari yang terletak disudut ruangan penyimpanan. ketua perguruan menggunakan token ketua dan lemari itu menghilang berubah menjadi ruang dimensi. setelah memasuki ruang dimensi terdapat sebua ruangan seperti gua dengan dua pintu.


" anak Hong, pintu pertama adalah tempat pelindung utama sedangkan pintu ketua adalah ruangan pusaka leluhur perguruan. silakan, aku menanti disini"


Hong bai mengangguk dan melangkah kearah pintu pertama. tiba tiba dia merasa ada kekuatan yang berusaha menekannya sehingga setiap langkah kakinya terasa sangat berat. semakin mendekat tekanan semakin besar. Hong bai yang awalnya menggunakan tenaga gabungan inti salju dan inti api tidak sanggup untuk melangkah lagi. akhirnya Hong Bai mencoba menggunakan tenaga inti cahaya dan hasilnya mengejutkan. semua tekanan menghilang dalam sekejap. akhirnya Hong Bai tiba didepan pintu.


" salam leluhur, mohon ijin untuk bertemu"

__ADS_1


" silakan masuk anak muda"


Hong bai langsung masuk ketika pintu batu itu terbuka. tampak seorang nenek tua dengan tambut memutih duduk disebuah batu pualam dengan ukiran burung rajawali.


" salam hormat leluhur. maaf sudah mengganggu leluhur"


" untuk apa kamu menemuiku"


" leluhur saya datang membawa pesan almarhum guruku dewa cahaya"


mendengar kata Hong Bai nenek tua itu langsung membuka matanya. Hong bai terkejut melihat sinar mata nenek itu. sinar mata itu seperti menembus tubuh Hong Bai. Hong bai sampai merinding melihat ketajaman mata nenek itu.


" pesan apa yang kamu bawa dari dewa cahaya"


" guru menitipkan benda ini untuk leluhur' ujar Hong Bai sambil menyodorkan sebua kotak.


nenek itu membuka tangannya dan kotak itu tersedot dengan sangat cepat kearah tangan nenek itu.


" apa pesan dari gurumu"


" dia memohon maaf tidak dapat memenuhi janjinya pada leluhur karena diracuni orang orang pulau neraka"


nenek itu mendengus ketika mendengar kata kata Hong Bai sepertinya nenek juga tahu tentang orang orang pulau neraka.


" apakah nasi ada yang mau kamu katakan lagi"


" guru Bu beng siansu berpesan untuk menemui tetua untuk menyerahkan liontin ini" kata Hong Bai sambil memberikan liontinnya pada nenek itu"


" rupanya kamu adalah pemilik takdir tiga pusaka Bu beng siansu. apakah kamu tahu mengapa kamu harus menemui aku"


" tidak tahu leluhur "


" aku memiliki keping terakhir kemampuan gurumu Bu beng siansu. tentu saja guru menghendaki aku menyempurnakan kemampuanmu dengan kepingan terekhir yang ada padaku. panggil aku dengan guru"


" murid memberi hormat pada guru " kata Hong Bai sambil berlutut.


" hahahaha. sebelum aku memberikan kepingan terakhir gurumu, keluarkan dulu kekasihmu dari ruang dimensi rajawali'


Hong bai terkejut karena nenek itu mampu mendeteksi keberadaan Chan li dalam ruang dimensi rajawali.


Akhirnya Hong Bai pun mengeluarkan Chan Li dari ruang dimensi. Chan Li yang baru keluar dari ruang dimensi terkejut melihat sosok nenek yang begitu agung dan memiliki pandangan yang tajam.


Chan Li hanya membungkuk hormat pada bebek itu tanpa mengeluarkan suara.


setelah melihat Chan Li keluar tiba tiba dia mengangkat tangannya dan Hong Bai dan Chan Li tersedit oleh kekuatan dahsyat tanpa dapat mereka cegah. kedua tangan nenek itu menyentuh kening Hong Bai dan Chan Li selama kurang lebih satu menit. Hong bai dan Chan Li hanya menutup mata Tampa berbuat apa apa. mereka hanya merasa ada aliran tenaga dashyat yang masuk ketubuh mereka ditertai dengan beberapa pengetahuan.

__ADS_1


ketika merasa aliran tenaga itu terhenti mereka membuka mata ternyata mereka sudah berada diluar pintu pertama. Hong yang meiliki tingkat kultifasi Rana Mahayana dapat dengan mudah mengontrol aliran kekuatan yang barusan ia terima tapi tidak dengan Chan Li yang masi berada di Rana dewa Ahir tahap dua. akhirnya Hong bai meminta Chan Li untuk berkultivasi menguasai tenaga yang baru diterima.


sementara Chan Li berusaha menguasai kekuatan yang baru diterima diruang dimensi, Hong Bai menemui ketua perguruan dan kembali keluar dari ruang khusus tersebut.


__ADS_2