
Setelah masuk dalam ruang dimensi cincin rajawali, Hong bai meminta Chan Li membuka mata. dia sangat terkejut melihat perubahan suasana di hadapannya.
" kakak Hong, kita berada di mana"
" kita berada di dalam ruang dimensi, jadi kamu tidak perlu takut terganggu selama proses penyembuhan"
" tempat ini sangat luar biasa kak, qi alam sangat melimpah di sini. pemandangan di sini pun sangat bagus" ujar Chan Li sambil memandang sekeliling nya.
" adik Chan. kalau bole tau apa alasanmu lebi memili cara kedua"
" kakak. kehilangan tenaga dalam bagiku sama dengan kematian. jadi aku lebi memili menahan malu ketimbang kehilangan tenaga dalam"
" baiklah kalau itu keputusan mu. mari ikuti aku kita menuju ke tempat berlangsungnya pengobatan itu"
mereka berdua berjalan berjalan ke arah timur. setelah tiba di sebuah kolam kecil, Hong bai meletakkan empat kristal energi berwarna biru di setiap sudut kolam itu.
" adik chan. lakukanlah semedi kura-kura dalam keadaan tidak berpakaian, lakukanlah sampai kamu tidak dapat merasakan apapun juga. dan jangan berhenti menghimpun qi murni dalam kondisi ini sebelum aku minta"
Chan Li hanya mengangguk sambil melihat kearah Hong bai yang sudah meninggalkan tempat itu. setelah Hong bai tidak kelihatan lagi, Chan Li membuka semua pakaiannya dan dia mulai bersemedi seperti yang Hong bai minta. kura-kura adalah posisi semedi dimana orang harus melakukannya dengan dalam keadaan berbaring terapung di atas air. candi pun mulai melakukan semedi itu. awalnya dia agak kesulitan namun setelah beberapa lama dia mampu berkonsentrasi penuh dan mulai menghimpun qi murni yang sudah bercampur dengan kristal energi berwarna biru.
__ADS_1
sementara itu Hong bai pun bersemedi untuk menghimpun qi murni. dia juga harus menghimpun tenaga Karena pengobatan itu membutuhkan banyak tenaga dalam. setelah hampir 4 jam Hong bai menghimpun tenaga dia merasa cukup dan bangkit langsung menuju kolam. dikolam dia lansung disuguhkan pemandangan yang membuatnya harus bekerja ekstra untuk menahan gejolak dalam hatinya. selama hidupnya dia baru pernah melihat seorang gadis dalam keadaan tanpa pakaian. namun ia berusaha keras untuk menahan gejolak itu dan akhirnya usahanya itu berhasil. ia berhasil fokus pada semua jalan darah dalam tubuh chan Li.
Hong bai mulai menotok saraf utama di leher Chan Li sehingga semua Indra Chan Li tidak berfungsi. dia mulai menotok seluruh bagian jalan darah dalam tubuh chan Li sambil menusukkan jarum perak diantara 2 jalan darah yang telah tertotok. setelah mencabut jarum itu tampak darah hitam berbau amis keluar dari bekas lubang jarum tersebut. dia menunggu hingga semua darah hitam itu keluar barulah dia menutup luka jarum tersebut dengan ramuan yang telah ia siapkan. hal yang sama ia lakukan berulang kali hingga seluruh bagian tubuh chan Li mendapat giliran ditusuk jarum perak itu.
karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalamnya, ia terpaksa harus berhenti dan mulai menghimpun tenaga dalam kembali. hampir satu jam kemudian Hong bai Chan Li. dia kembali menggunakan jarum perak yang berukuran lebih kecil dan melubangi 4 jaringan darah utama Chan Li. yang membiarkan darah itu mengalir keluar, bahkan ia mengerahkan tenaga dalamnya untuk membantu mendorong keluar racun yang tersisa. tanpa kedua tangan Hong bai menyentuh perut dan juga dahi Chan Li. ia baru berhenti mengerahkan tenaga dalamnya, ketika darah yang keluar dari tubuh chan Li berubah warna dari warna hitam menjadi warna merah. ia tersenyum dan juga merasa lega karena sudah berhasil mengeluarkan seluruh racun akibat salah latihan menghimpun tenaga dalam.
Hong bai pun menggunakan telepati, untuk meminta Chan Li tetap menyerap qi alam sampai dia dapat terbebas sendiri dari totokan yang sudah diberikan hong bai. setelah itu Hong bai langsung meninggalkan chan Li dan kembali ke tempat pertama dia bersemedi menyerap qi alam. dia duduk bersila mengambil posisi untuk bersemedi namun dia tidak bisa fokus karena gambaran tubuh chan Li yang polos tadi kembali muncul didalam benaknya.
" sekarang kamu sudah mulai memiliki pikiran mesum, dasar naga nakal"
Hong bai terkejut mendengar perkataan yang ditujukan kepadanya. menengok ke arah suara itu ternyata yang bersuara adalah Shireen roh dari zirah naganya.
" aku tidak hanya bisa muncul dalam dimensi ini, aku bahkan bisa muncul dalam dunia nyata jika aku mau"
" dari mana kamu bisa mengetahui aku memiliki pikiran mesum"
" kamu lupa, semua yang kamu lihat, semua yang kamu pikirkan dan semua yang kamu rasakan dapat juga aku rasakan"
" kamu semakin menyebalkan Shireen"
__ADS_1
" hahaha, semua tuanku yang sebelumnya juga mengatakan hal yang sama"
" kamu tidak datang ke dimensi ini hanya untuk mengejek aku kan?."
" bisa dibilang ya dan juga tidak" ujar Shireen sambil tersenyum mengejek.
" maksudnya bagaimana?"
" aku datang karena aku sudah rindu untuk mengejek kamu, selain itu aku juga mau minta kamu untuk memenuhi dantianmu dengan qi alam agar kamu dapat menembus ranah dewa tingkat akhir saat ini juga. aku memiliki firasat kamu akan memiliki lawan tangguh dalam beberapa hari ke depan"
" apakah mungkin aku bisa menembus Rama dewa tingkat akhir"
" iya, bahkan jika kamu mampu membuat Ki alam tidak hanya memenuhi dantian kamu tetapi juga memenuhi seluruh ruas tubuh kamu maka kamu dapat menembus ke tingkat Mahayana"
" baiklah Shireen terima kasih atas petunjuk mu aku akan berusaha"
Hong bai mulai berkonsentrasi dan menghimpun qi alam sesuai petunjuk Shireen. sementara itu di dalam kolam, Chan Li tetap fokus menyerap qi alam. sampai akhirnya satu persatu totokan dalam tubuhnya mulai terbuka dan jalan darah dalam tubuhnya mulai normal. beberapa saat kemudian dia mulai menyadari kondisinya, wajahnya kembali memerah membayangkan bagaimana tubuhnya yang telanjang dapat dilihat Hong bai. Chan li keluar dari kolam dan kembali memakai pakaiannya dan ia berjalan mencari Hong bai. akhirnya ia menemukan Hong bai yang lagi fokus bersemedi. ya duduk sambil menikmati buah yang ada di sekitarnya. setelah makan buah sampai kenyang yang tertidur di bawah pohon itu. dia tidak tahu dia tertidur selama beberapa jam, namun ketika ia terbangun Hong bai masih tetap dalam posisi semedi.
Karena terlalu lama menunggu, Chan Li pun mengambil posisi yang sama seperti Hong bai dan mulai bersemedi menghimpun qi alam.
__ADS_1