Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Tamu dari Bintang Terang


__ADS_3

Semua tetua dan Hong Bai mulai menunjukkan sikap tidak puas terhadap rombongan berpanji bintang yang bersinar itu. dari cara mereka masuk dan cara bertanya nona pemimpin mereka sudah menunjukan bahwa tujuan mereka tidak baik.


" jaga sikapmu nona, anda memang berhadapan dengan ketua perguruan kami" bentak tetua hukum.


" aku tidak berbicara dengan mu" kata gadis itu dengan sinis.


" sepertinya kamu harus diberi pelajaran sopan santun" kata tetua hukum sambil melangkah ke arah gadis itu.


namun Hong Bai kembali menahannya dan berkata. " benar aku adalah ketua perguruan cahaya langit, ada kepentingan apa nona menemui saya"


" sepertinya ayahku sala. aku tak menyangka ketua perguruan ini seorang bocah" kata gadis itu.


mendengar perkataan gadis ini yang kembali menganggap remeh Hong Bai. tetua agung juga mulai tidak puas dan marah.


" nona muda, katakan saja maksud kedatangan mu dan entahlah dari sini." ujar tetua agung.


" baiklah aku juga malas berlama lama disini. aku hanya menjalankan perintah ayah ku untuk memberi peringatan ringan pada perguruan cahaya langit. tuju puluh tahun lalu kalian juga mencampuri urusan ayahku" kata gadis itu tetap sinis.


" apa maksudmu nona, mohon perjelas" ujar Hong Bai.


" kedatangan ku hanya mau mencoba ilmu tapak cahaya, aku dan empat pelayan ku akan bertanding satu lawan satu" kata gadis

__ADS_1


" ketua ijinkan aku memberi dia pelajaran" kata tetua hukum.


Hong Bai hanya mengangguk. sementara itu tetua agung menggunakan khi kangnya untuk berkomunikasi dengan Hong Bai.


" ketua, tetua hukum tidak akan menang melawan nona itu" ujar tetua agung


" tenang saja tetua agung, mereka bermaksud mempermalukan kita jadi dia tidak akan langsung melawan tetua hukum dia akan meminta pelayannya untuk melawan tetua hukum" balas Hong Bai menggunakan khi kangnya juga, sehingga tidak ada yang mendengar perkataan mereka.


sementara itu tetua hukum langsung menggunakan tapak cahaya dan melepaskan satu pukulan kearah kepala gadis itu. namun tiba tiba sala satu gadis yang menyikap tirai tandu tadi meloncat kedepan nona pemimpin itu dan langsung menangkis pukulan tetua hukum.


" kbooooommmmm"


ledakan akibat benturan tenaga mereka membuat aula agak bergetar. tampak tenaga mereka berimbang. mereka sama sama terdorong mundur dua langka.


gadis pelayan itu mulai tampak terdesak. namun sudah lima puluh jurus mereka lewati, walau terdesak gadis itu Masi dapat bertahan dengan baik.


" lumayan, tapak cahaya tingkat lima" ujar si nona pemimpin.


Hong Bai dan para tetua terkejut mendengar komentar gadis itu. gadis itu bisa tahu tingkat tapak cahaya tetua hukum, berarti gadis itu sudah mempelajari atau mendapat informasi mendetail mengenai tingkatkan tapak cahaya.


ahirnya gadis itu lengah sehingga satu cakram berhasil menyerempet bahu kanan gadis pelayan itu. dia terpelanting dan bergulingan untuk mengurangi efek pukulan tetua hukum. melihat itu tetua hukum kembali menyerang dengan pukulan kearah kepalah gadis itu. gadis itu dalam keadaan terdesak sehingga tidak sempat untuk mengelak atau menangkis pukulan itu. sudah dipastikan gadis pelayan itu akan tewas.

__ADS_1


" plaaaaaakkkk, deeees"


sebuah selendang putih menangkis pukulan tetua hukum dan tetua hukum terhuyung huyung kebelakang. belum sempat memperbaiki kedudukannya selendang itu sudah menghantam dada tetua hukum. tetua hukum hanya mengerahkan tenaga dalamnya untuk melindungi dadanya. tetua hukum terlempar kebelakang dan darah keluar dari Unjung bibirnya.


tetua hukum mau maju kembali namun tetua agung mencegahnya dan tetua agung yang maju menghampiri nona pemimpin tersebut.


" nona memiliki kemampuan yang menakjubkan " kata tetua agung sambil tersenyum.


" apa jabatan mu dalam perguruan cahaya langit" tanya gadis itu.


tampaknya gadis pemimpin ragu untuk melawan tetua agung. dari tadi dia sudah berusaha membaca tingkat kuvultasi ketua dan tetua perguruan tapai hanya tetua agung dan Hong Bai yang tidak mampu baca.


" nona, aku di percayakan menjadi tetua agung dalam perguruan ini. apakah aku pantas untuk mencoba kemampuan selendang mu" tantang tetua agung.


" tetua agung.... aku hanya ingin melawan ketua perguruan, silakan memilih sala satu dari tiga pelayan ku" katanya tetap sinis.


" tetua agung lawanlah Gadi pemegang panji-panji sebelah kirimu" ujar Hong Bai menggunakan khi kangnya.


" aku memilih dia" kata tetua agung sambil menunjuk kearah gadis pemegang panji-panji itu.


nona pemimpin itu cukup terkejut melihat pilihan tetua agung. dia semakin waspada karena dalam pikirannya jika tetua agung memilih pemegang panji-panji karena kebetulan maka tidak ada persoalan. tapi kalau tetua agung memilih pemegang panji-panji karena mampu membaca tingkat kuvultasi mereka maka tetua agung pasti memiliki tingkat kuvultasi diatas mereka. gadis yang dipilih tetua agung merupakan gadis yang memiliki tingkat kufultasi tertinggi kedua setelah nona pemimpin.

__ADS_1


Gadis yang dipilih tetua agung menyerahkan panji-panji nya ke sala satu temannya dan langsung melepaskan sabuk yang mengikat pinggangnya. tanpa berkata apa-apa dia lansung menggerakan sabuk itu kearah tetua kesepuluh. tampak hawa pukulan sabuk tu menderu kearah perut tetua agung. tetua agung mengelak dan lansung membalas dengan dua pukulan berturut turut kearah pundak dan kepala gadis itu. gadis itu menangkis kedua pukulan tetua agung dengan sambaran sabuknya sehingga serangan tetua agung gagal.


bersambung......


__ADS_2